
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman keluar dari tangan kirinya yang sedang memegang menara iblis itu dan mulai memasuki menara iblis serta dunia kecil yang ada di dalamnya.
Di dunia kecil menara iblis langit tiba tiba berubah warna menjadi warna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang mulai turun ke daratan secara cepat dan bersamaan di semua wilayah.
Jutaan ras iblis darah berwajah tiga dengan kultivasi tingkat pencipta abadi tahap awal itu punah dalam waktu yang sangat singkat.
"Aku tidak bisa membayangkan jika jutaan iblis darah berwajah tiga ini sampai keluar dari dunia kecil ini, bisa bisa tidak ada manusia lagi yang hidup di dunia ini" ucap Long Tian sambil melihat jutaan bola bola kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari menara iblis dan memasuki ruangan di bawah kaki Long Tian dan sebagian lagi memenuhi ruangan itu karena tidak bisa keluar akibat segel segel buatan Long Tian yang mengisolasi ruangan itu.
Long Tian kemudian melihat ke arah bawah dan memeriksa ruangan di bawahnya itu dengan teliti.
"Semuanya sudah menjadi abu, baguslah jika demikian" ucap Long Tian sambil tersenyum senyum sendiri.
Long Tian kemudian berjalan ke tengah ruangan itu dan langsung menghentakkan kaki kanannya dengan kencang ke tanah di bawahnya.
"Booom"
Ledakan terdengar dan sebuah lorong terlihat jelas dengan anak tangga yang mengarah ke bawahnya.
Long Tian kemudian bergerak menuruni anak tangga itu dan dia yang tidak lagi menggunakan kekuatan 100 galaksi kini merasakan jika lorong itu memiliki segel penekan gravitasi sehingga langkahnya terasa berat namun tidak berpengaruh apapun terhadapnya, hanya saja dia tidak bisa melayang menuruni anak tangga itu.
Sudah hampir lima ratus meter dia berjalan dan tidak ada tanda tanda jika anak tangga itu akan berhenti.
Satu jam berlalu, sudah hampir dua kilometer Long Tian berjalan dan kini tekanan gravitasi semakin kuat terasa olehnya.
Long Tian belum mengaktifkan kekuatan 100 galaksi karena dia yang bisa menggunakan mata emasnya mengetahui jika tidak ada hal yang membahayakan dirinya di lorong itu maupun di ruangan besar yang dia lihat dari atas.
"Akhirnya ketemu, jadi ini sebuah Goa besar yang terkunci oleh segel kuno" ucap Long Tian yang kini sudah sampai di sebuah ruangan besar yang lebih mirip dengan perut Goa.
Long Tian kemudian berjalan ke pusat ruangan itu dan melihat sebuah altar kuno bulat yang tertutup oleh kubah segel bercahaya putih yang sekaligus menyinari ruangan bawah tanah itu.
Tangan kanan Long Tian terangkat dan mengarah ke kubah altar itu, cahaya emas keluar dari telapak tangannya dan langsung menutup kubah cahaya berwarna putih itu dengan sangat cepat.
Cahaya putih itu mulai memudar dan perlahan menghilang seutuhnya, cahaya emas Long Tian tidak berhenti disitu melainkan langsung mengecil dan membungkus altar tersebut seutuhnya.
Tekanan gravitasi itu langsung menghilang bahkan cahaya matahari mulai memasuki ruangan bawah tanah itu.
"Altar ini benar benar hebat, bisa menutup ruangan ini seutuhnya sampai menahan semua yang ada didalamnya, siapapun yang membuat altar ini benar benar memikirkan masa depan dunia ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil mengirim altar yang sudah terbungkus cahaya emas miliknya ke ruang penempaan artefak di istana dunia jiwanya untuk dipelajari nantinya.
"Sinar matahari ini adalah jalan keluar dari Gua besar ini" ucap Long Tian yang tetap berbicara sendiri sambil melangkah menuju sinar matahari yang memasuki perut Goa itu.
Cukup jauh untuk Long Tian bisa keluar dari dalam Perut Goa itu dan kini Long Tian melihat jika di depannya adalah sebuah air terjun namun ada jalan setapak yang mengarah keluar.
"Tuan kota Gung Do apakah anda sedang sibuk" ucap Long Tian bertelepati sambil duduk di atas batu besar yang atasnya datar persis di samping danau.
"Tidak Penguasa, hamba masih menanti penguasa selesai" ucap Gung Do melalui telepati dan langsung di tarik oleh Long Tian ke hadapannya.
"Hormat kepada Penguasa" ucap Gung Do yang sedikit bingung dengan lokasi nya dan tiba tiba ada di depan Long Tian.
"Apakah Anda tahu lokasi ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Hamba mengetahuinya Penguasa, danau ini ada di kawasan terlarang dan sungai ini langsung mengarah ke pantai, namun aneh biasa disini tekanan gravitasi bumi sangat kuat, bahkan kami tidak bisa berdiri tegak jika disini" ucap Gung Do dengan hormat.
"Apakah anda tahu jika ada Goa besar di balik air terjun ini dan mengarah langsung ke ruang bawah tanah yang ada di bawah kediaman anda" ucap Long Tian kemudian.
" Saya tidak mengetahui hal itu penguasa" ucap Gung Do dengan hormat.
"Di balik air terjun ini ada sebuah Goa yang didalamnya memiliki ruangan yang sangat luas bahkan melebihi ukuran kotamu, jadikan Goa tersebut sebagai aset milik kotamu saja, aku akan memberikan segel perlindungan untuk seluruh areal Gunung ini dan hanya orang orang yang berhati baik yang dapat memasukinya, tidak akan ada lagi siluman yang bisa memanipulasi nya" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah langit dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman itu menyebar di atas langit dan membentuk kubah perlindungan yang menutupi seluruh areal pegunungan manusia gunung.
"Aku akan mengirimmu kembali ke kediaman mu dan nanti kau bawalah orang orang mu untuk membersihkan Perut Goa ini, lalu temui Kaisar Han An dan bantulah dia juga ingatkan dia jika diragu dalam mengambil keputusan untuk menghukum mereka yang jahat, gunakan ini untuk kepentingan penduduk kota manusia gunung dan membangun kembali desa dan kota kecil yang telah kalian hancurkan ingat jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi kecuali kepada ras iblis darah dan para pengikutnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus juta keping koin emas sepuluh juta tael emas dan sepuluh ribu Pil Penyembuh tingkat dewa.
"Baik Penguasa, hamba dan semua penduduk kota manusia gunung akan dengan senang hati membantu pemerintahan Kaisar Han An serta akan membangun ulang semua desa dan kota yang telah kami rusak sebelumnya akibat kebodohan kami" jawab Tuan Kota Gung Do sambil berlutut dan membuka pertahanan jiwanya.
"Sampaikan alasan kenapa kau ingin menjadi bawahanku" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Gung Do.
"Penguasa, harapan saya dan para leluhur saya hanya satu, bisa menjadi benteng pertahanan terluar untuk anda di dunia ini" ucap Tuan kota Gung Do dengan penuh hormat sambil berlutut dan tetap membuka pertahanan jiwanya.
Long Tian tersenyum ramah dan kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Gung Do lalu memberikan sebuah pedang emas untuk Gung Do.
"Pedang emas yang kini ada di tanganmu adalah tanda jika kau adalah bawahanku, perlihatkan dan gunakan pedang emas itu agar semua bawahan ku mengenalmu nantinya, kau tidak perlu khawatir ada yang mengambil pedang emas itu karena jika belum mendapatkan kontrak jiwa dariku pedang emas itu akan menjadi sangat berat dan tidak dapat di angkat." Ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat Gung Do berdiri sambil memegang pedang emas di kedua tangannya.
"Terima kasih Penguasa" ucap Gung Do dengan hormat.
"Apakah masih ada yang ingin kau bahas dengan ku" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tidak ada Penguasa" ucap Gung Do dengan hormat dan langsung di kirim kembali oleh Long Tian ke halaman depan kediaman Gung Do persis dimana dia tadi menariknya.
"Tugasku sudah selesai semuanya di dunia ini, dan sebaiknya aku berangkat ke Galaksi ke delapan puluh satu" ucap Long Tian sambil tersenyum sendiri dan berteleportasi ke Angkasa Galaksi ke delapan puluh satu.