Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 81 part 8


"Baik Tuan muda, terima kasih, jangan pikirkan soal bangunan tua ini, tapi utamakan saja keselamatan anda, saya permisi dahulu untuk menyiapkan pesanan anda" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum hangat dan menyimpan dua tael emas yang sangat berharga itu lalu melangkah memasuki rumah makan itu.


Long Tian hanya tersenyum ramah dan dia kini melihat jika ada dua ratus prajurit yang kini mendatangi gerbang kota itu untuk mengevakuasi semua prajurit penjaga gerbang kota itu.


Lima puluh mayat itu di bawa oleh para prajurit itu demikian juga dengan kapala mereka semua.


Seorang prajurit dengan tingkat kultivasi pencipta semesta tahap awal mendekati Long Tian dan berdiri di depan rumah makan itu dan kemudian diikuti oleh seratus prajurit lainnya dengan tingkat kultivasi pencipta langit tahap akhir.


Long Tian hanya tersenyum melihat hal ini.


"Kau sudah membunuh banyak prajurit kota, serahkan diri mu, berlututlah dan ikut dengan kami" ucap prajurit paling depan itu dengan suara keras dan nada suara yang merendahkan Long Tian.


Long Tian langsung menekan mereka semua dengan aura naganya dan mereka semua langsung berlutut dan tidak bisa bergerak sama sekali.


"Pedang naga emas jangan manja kau, potong leher mereka semuanya" ucap Long Tian sambil melempar pedang naga emas miliknya ke arah para prajurit yang kini sedang berlutut akibat di tekan oleh aura naga miliknya.


"Penguasa tidak perlu dilempar juga akunya" suara roh yang ada didalam Pedang Naga emas terdengar di kepala Long Tian.


Seolah ada yang mengendalikan Pedang naga emas langsung melesat dan memotong kedua lengan para prajurit itu dengan cepat dan tampak membiarkan dahulu mereka semua merasa kesakitan lalu memotong leher mereka semua.


Satu persatu kepala mulai jatuh ke tanah di ikuti oleh tubuh mereka dan semuanya mengucurkan darah dengan deras yang membasahi tanah sekitar mereka tepat di depan rumah makan itu dan karena pedang naga emas masih terlapisi oleh segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa sehingga kini terlihat ribuan bola bola kecil berwarna emas berlapis cahaya merah melesat kesemua daerah baik ke dalam kota maupun keluar dari kota itu.


Pedang naga emas yang sudah melakukan tugasnya kemudian berputar dengan cepat membersihkan dirinya dari darah yang menempel lalu kembali berdiri di atas meja Long Tian.


"Penguasa yang lainnya juga apakah perlu aku putuskan lehernya" ucap roh pedang naga emas melalui telepati ke Long Tian.


"Tunggu saja dulu, akan banyak yang datang kesini" ucap Long Tian melalui telepati sambil menunjuk ke arah mayat mayat itu.


"Baik Penguasa" ucap pedang naga emas melalui telepati kembali.


Semua pengunjung rumah makan itu tidak ada yang berani bersuara apapun demikian juga para penduduk kota itu, semuanya memilih berpura pura tidak melihat semua mayat itu.


"Tuan muda disini yang terkuat dari para prajurit itu memiliki kultivasi tingkat pencipta galaksi tahap akhir" ucap pria sepuh pemilik rumah makan itu dengan ramah sambil menyajikan teh pesanan Long Tian.


"Terima kasih dan apakah di kota ini mereka yang terkuat" ucap Long Tian dengan ramah.


"Benar tuan muda, mereka berjumlah lima juta orang sehingga mereka menguasai kota ini bahkan tuan kota pun tidak berani melawan mereka karena akan menyebabkan kerugian untuk penduduk kota ini" ucap pria sepuh itu sambil menuang teh ke gelas giok untuk Long Tian.


"Jadi mereka bukan asli prajurit kota ini, jadi siapa mereka sebenarnya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan kota mereka aslinya orang orang sekte kalajengking hitam sekte aliran hitam yang ada gurun pasir" ucap pria sepuh itu sambil berbisik dan melangkah pergi karena ada ratusan orang lagi yang berpakaian prajurit yang mendatangi lokasi itu.


Sebagian prajurit itu tampak hendak mengevakuasi mayat mayat dari teman mereka.


"Pedang naga emas apa perlu kau aku lempar lagi, cepat potong leher mereka" ucap Long Tian pelan sambil kemudian meminum teh nya.


"Baik Penguasa" ucap roh pedang naga emas dan terlihat jika pedang naga emas kini melesat ke arah para prajurit itu dengan sangat cepat lalu menebas semua leher prajurit yang kini berlutut seolah menanti hukuman mati.


Satu persatu kepala jatuh ke tanah diikuti dengan tubuh mereka dan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah melesat dengan cepat ke seluruh bagian dunia itu.


"Teh ini cukup baik meski hanya ditambah bunga melati saja" ucap Long Tian sambil menikmati Teh nya tanpa memperdulikan sekitarnya sama sekali.


Tidak sampai lima menit ratusan prajurit itu kini sudah menjadi mayat tanpa kepala sehingga kini pemandangan yang sangat mengerikan terlihat di depan rumah makan itu.


Para penduduk juga kini tidak lagi berani melewati jalanan di depan rumah makan itu.


Sementara itu pedang naga emas sudah kembali ke Long Tian dan berdiri di atas meja Long Tian.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengangkat tangan kanannya.


Ratusan senjata milik para prajurit yang tidak memiliki kepala itu kini melesat ke arah Long Tian dan melayang di depan Long Tian seolah olah ada yang memegangnya.


Long Tian kemudian menggerakan tangannya ke kiri dan semua pedang itu langsung mengikuti gerakan tangan Long Tian.


Pedang pedang itu melayang di samping kiri Long Tian dengan ujung senjata mengarah ke arah luar rumah makan itu.


Long yang menyadari jika ada ribuan prajurit yang sedang ke arahnya dan dia sama sekali tidak khawatir dengan ini meskipun kalah jumlah tapi dia menang di tingkat kultivasi dan juga memiliki jutaan ilmu yang bisa dia gunakan untuk menghadapi jutaan orang.


Rombongan besar itu kini sudah berbaris rapi di jalanan depan rumah makan itu namun tidak ada satupun yang berbicara.


"Kau, segera berlutut kesini, serahkan dirimu sebelum kami semua menghabisi nyawamu" ucap seorang pria sepuh dengan tingkat kultivasi pencipta semesta tahap akhir dengan nada suara yang sangat merendahkan.


"Kalian potong semua tangan dan kaki mereka" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah prajurit prajurit itu.


Ratusan pedang yang melayang di samping kiri Long Tian itu langsung melesat ke arah pria sepuh itu dan selihay apapun juga melawan pedang pedang dalam kendali Long Tian adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan.


Satu persatu tanya mulai terlepas dan diikuti oleh kaki mereka semua, para prajurit itu tidak diberikan kesempatan untuk menyerang Long Tian.


Ratusan anak panah terlihat melesat mengarah ke Long Tian dari arah depannya.


Long Tian tidak panik sama sekali dan hanya mengangkat tangan kanannya ke depan Lurus dengan dadanya dengan telapak tangan menghadap ke arah depan.


Anak anak Panah itu langsung berhenti dan kemudian berbalik lalu melesat ke para pemiliknya dengan sangat cepat dan menuju ke kening mereka.


Anak anak panah itu menancap di kening orang yang sebelumnya mengirim mereka ke Long Tian.