Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 12


,"Tuan muda maafkan saya tapi bisakah anda memberitahu kepada kami semua siapa nama anda" ucap Patriark Kyung yang sudah terpilih sebagai pemimpin kota itu dengan sangat sopan dan hormat.


"Nama saya Long Tian, bukankah kalian sudah melihat wajah saya di gulungan kuno itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat ke arah gulungan kuno yang masih terbuka di atas meja itu.


"Bisakah anda memperlihatkan kepada kami semua" ucap Jenderal Jee dengan suara terbata bata


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian berdiri lalu menggunakan kekuatan 100 galaksi miliknya yang membuat semua pria sepuh itu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil tetap berlutut setelahnya.


"Kalian semua berdirilah dan duduklah kembali, sudahlah jangan terlalu formal seperti ini" ucap Long Tian sambil kembali menghilangkan kekuatan 100 galaksinya lalu duduk kembali di kursinya di ikuti oleh semua pria sepuh itu dengan penuh hormat dan rasa sopan.


"Siapa pemilik gulungan kuno ini kenapa bisa mendapatkan gambar wajah ku se detail ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa, ini warisan dari para leluhur kami dan jika tidak salah didapatkan dari peninggalan salah satu naga perak yang menjadi bawahan penguasa yang meninggal di gunung Naga" ucap pria sepuh pemilik gulungan kuno itu.


"Gunung Naga dimana itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semua pria sepuh itu.


"Penguasa, Gunung Naga terletak di selatan kota kami ini dan merupakan gunung terbesar serta merupakan gunung terlarang untuk semua penduduk dunia ini karena sejarah masa lalu dimana bawahan anda menyelamatkan banyak nyawa di dunia ini sehingga dia terbunuh dan di makam kan di puncak gunung naga" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat.


"Baiklah, kita akan ke rumah makan anak mu saja setelah ini, aku sudah janji untuk menyantap makanan masakannya lagi, dan nanti setelahnya kita akan ke kediaman klan penghianat itu saja, aku akan beristirahat di kediaman itu saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan di ikuti oleh semua pria sepuh itu sedangkan pemilik gulungan kuno itu langsung menyimpan kembali gulungan kuno nya ke dalam cincin dimensinya.


Mereka kemudian meninggalkan kediaman besar itu dan Jenderal Jee menutup kembali pintu gerbang kediaman besar lalu meminta salah satu prajurit nya yang kebetulan menyusulnya ke sana untuk mengirimkan pasukan untuk menjaga semua bangunan yang telah kosong di kota itu.


Semua nya berjalan menuju ke rumah makan anak perempuan Jenderal Jee yang tidak terlalu jauh dari kediaman mantan tuan kota itu lalu memasukinya dan duduk melingkari meja besar di lantai tiga yang tertutup untuk pengunjung lainnya.


Semua hidangan mewah di sajikan oleh anak perempuan Jenderal Jee untuk mereka semua disana.


"Baiklah kita nikmati dulu hidangan ini baru kita lanjutkan pembicaraan kita" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya dan mulai memakan hidangan yang disajikan itu.


Tidak ada yang bersuara selama mereka menikmati semua hidangan itu karena Long Tian sendiri tidak mengeluarkan sepatah kata pun sehingga mereka tidak berani bersuara sedikit pun.


Matahari sudah tidak lagi terlihat dan kini bulan pun mulai menampakkan dirinya menyinari dunia itu dengan cahaya penuhnya.


Tiga puluh menit berlalu dan semua hidangan itu sudah masuk ke perut mereka semua demikian juga semua piring kosong juga sudah di bawa keluar dari ruangan itu oleh pelayan yang bersiaga di luar ruangan mereka.


"Terima kasih Penguasa, dunia ini hanya satu benua saja namun memiliki banyak kerajaan yang rata rata mendiami satu wilayah pegunungan sendiri, di dunia ini tidak ada satupun sekte karena memang di larang untuk berdiri oleh kaisar lama" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat sambil kemudian meminum teh herbal buatan Long Tian itu.


Jenderal Jee dan semua pria sepuh merasakan jika vitalitas mereka membaik dan lautan Qi mereka kini semakin besar dan penuh serta tenang, bahkan kerutan dan luka di tubuh mereka kini menghilang semuanya.


"Sebaiknya jika hanya satu benua mana cukup satu saja kerajaan, kita hilangkan semua kerajaan kecil itu kedepannya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik Penguasa" ucap mereka semua dengan kompak.


"Apakah Pemimpin Kyung memiliki masalah dengan kota ini" ucap Long Tian sambil melihat ke arah Patriark Kyung yang sudah terpilih sebagai pemimpin kota.


"Tidak ada Penguasa, saya belum menemukan masalah apapun hanya saja saya belum mengetahui keuangan kota ini karena semua pejabat kota sebelumnya sudah menjadi abu" ucap Tuan kota Kyung dengan hormat sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukankah kau yang paling kaya dari kami semua, kenapa masalah uang yang kau bahas" ucap seorang pria sepuh sambil tertawa ringan.


"Sudahlah, terima saja ini untuk modal mu membesarkan kota ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus juta keping koin emas.


"Penguasa, ini sangat banyak" ucap tuan kota Kyung dengan sangat hormat sambil melihat isi cincin dimensi itu demikian juga yang lainnya karena memang cincin dimensi itu tidak terkunci sehingga mereka semua bisa melihat isinya.


"Sudah kau terima saja dari pada harta pribadimu yang harus kau gunakan untuk kemajuan kota ini nanti yang ada semua keuangan kota kau masukan lagi ke ruang harta mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


"Baik Penguasa, terima kasih" ucap Tuan kota Kyung dengan sangat hormat.


"Apakah kalian memiliki hal yang kalian inginkan dari ku" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat kesemua pria sepuh itu.


"Penguasa, anda sudah memberikan banyak untuk kami, kami tidak akan meminta apapun kepada anda namun bisakah kami menjadi bawahan anda saja" ucap Jenderal Jee mewakili yang lainnya sambil kemudian berlutut bersama dengan yang lainnya di hadapan Long Tian dan sudah membuka pertahanan jiwanya.


"Kalian ini kenapa kalian ingin menjadi bawahanku, bukankah lebih enak jika kalian merdeka tidak terkontrak jiwa dengan ku" ucap Long Tian dengan ramah dengan tetap duduk di kursinya.


"Penguasa sejak dahulu para leluhur kami sudah berkeinginan agar salah satu penerusnya bisa menjadi bawahan anda jadi kami tidak ingin melewatkan kesempatan ini sehingga bisa mewujudkan mimpi para leluhur kami" ucap tuan kota Kyung dengan hormat dan terlihat kejujuran dari ucapannya itu.