Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Desa sungai Naga part 3


"Penguasa desa kam terbagi menjadi 10 lokasi dan semuanya kami ada sampai lebih dari enam juta orang dengan memiliki terendah Dao Surgawi tahap awal saja" jawab Ren Tu.


"Banyak juga jumlah warga mu ini" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Penguasa kami tidak ada yang meninggalkan desa sungai naga karena kami menunggu anda" ucap Ren Tu dengan sopan.


"Baiklah apa yang kalian butuhkan dan inginkan dari kehadiran ku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan tertawa ringan.


"Penguasa anda sudah memberikan kami hujan itu sudah suatu berkah untuk kami semua" ucap Ren Tu dengan sopan.


"Lalu apakah kalian sekarang benar benar mau meninggalkan desa sungai naga untuk ikut bersamaku" ucap Long Tian dengan serius.


"Benar Penguasa kami semua siap" jawab Ren Tu dengan bersemangat.


Long Tian hanya tersenyum dan mengeluarkan artefak kuil naga emas dan melemparnya ke halaman rumah Ren Tu.


Artefak menara itu kemudian melesat ke atas dan membesar di atas rumah Ren Tu sehingga menutup rumah itu seutuhnya sampai rumah sebelah dan depannya.


"Penguasa kuil anda sangat besar" ucap Ren Tu


"Ren Tu malam ini aku akan tetap di desa ini dan besok aku akan melihat kenapa mata air yang mengaliri sungai naga mengering lalu kita akan bahas mengenai semua warga desa ini dan juga dirimu, dan sekarang karena istrimu sudah datang kita nikmati bersama hidangannya" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Penguasa mohon maaf hanya ini yang kami miliki, saya tidak tahu jika anda akan datang kesini jadi tidak menangkap banyak ayam hutan" ucap Ren Ni dengan ramah sambil menyajikan hidangan olahan ayam hutan buatan nya.


"Mari kita bersama sama merasakan hidangan yang membuat saya jadi lapar ini" ucap Long Tian padahal dia tidak merasakan lapar sama sekali, namun untuk menghormati Ren Ni dan Ren Tu.


"Penguasa mari silahkan, suami silahkan" ucap Ren Ni sambil duduk dan mengambilkan untuk suaminya.


Mereka bertiga menikmati hidangan itu dengan hikmat bahkan tidak ada satu pun yang berkata kata dan hanya dalam sepuluh menit hidangan itu sudah habis oleh mereka bertiga.


"Ren Ni anda sungguh pintar memasak, dan anda mengingatkan saya dengan masakan di kediaman saya, Terima kasih" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa terlalu memuji masakan desa ini, maaf biar saya bereskan dahulu" ucap Ren Ni dengan ramah sambil membereskan piring kosong bekas mereka makan barusan.


"Ren Tu apakah kau sudah mengecek kenapa sungai naga sampai tidak sama sekali memiliki air itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa, sumber air itu mengering tanpa saya mengetahui sebab nya dan saat kami kesana ternyata mata air itu sudah tertimbun longsor dan kami selama beberapa tahun ini sudah mencoba membersihkan longsor itu namun belum berhasil juga." Jawab Ren Tu dengan ramah dan sopan.


"Saya akan beristirahat dahulu dan besok pagi temani saya ke lokasi mata air itu" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Baik Penguasa" jawab Ren Tu dan melihat jika Long Tian sudah menghilang.


Long Tian sudah duduk di teras kuil naga emas dan menaikan kuil naga emas menjadi dua ratus meter di atas desa itu.


"Malam ini biarlah aku istirahat di sini saja" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki kamarnya.


Seperti biasa dia selalu membersihkan dirinya baru kemudian dia mulai tidur karena sejak dia selesai berkultivasi dia sama sekali belum beristirahat.


Matahari pagi kini sudah bersinar terang.


Long Tian sudah kembali duduk di teras rumah Ren Tu bersama dengan Ren Tu dan menikmati Teh Herbal buatannya.


"Penguasa apakah kita akan kesana pagi ini" ucap Ren Tu.


"Bukankah lebih cepat lebih baik agar sungai itu bisa kembali mengalir untuk kepentingan semua orang" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri.


"Baik Penguasa, mari kita ke hulu sungai di atas gunung itu" jawab Ren Tu sambil berdiri dan melangkah menuju halaman lalu melesat cepat ke arah gunung di bagian Utara desanya dan di ikuti oleh Long Tian.


"Jadi ini alasan nya di sebut sungai naga, memang mirip seperti dua ekor naga yang saling menjaga" ucap Long Tian yang terbang di atas desa itu bersama dengan Ren Tu.


"Benar Penguasa, sebentar lagi kita akan sampai" ucap Ren Tu dengan sopan dan terus melesat dengan cepat menuju mata air atau hulu sungai.


Sudah hampir dua puluh menit mereka terbang dengan kecepatan penuh dari Ren Tu dan kini mereka sudah sampai di sebuah danau yang tertutup dengan runtuhan Longsoran Gunung batu sebelahnya.


"Ren Tu, ini bukan karena alam, ini karena ulah manusia" ucap Long Tian sambil melihat ke arah gunung batu yang longsor.


"Penguasa maafkan kami yang tidak mengetahui hal ini, namun membersihkan semua ini benar benar memakan waktu untuk kami semua, dan jarak yang tidak dekat juga menghambat kami sehingga selama bertahun tahun hanya segini yang bisa kami bersihkan" ucap Ren Tu sambil menunjuk bukit kecil di bagian selatan danau itu, dan menjauhi bagian aliran sungai.


"Biar saya saja yang membereskannya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Pengendalian Alam, tanah dan batu kembalilah ke tempat kalian" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya pelan ke tanah.


Semua tanah dan batuan yang ada di danau itu kini mulai terangkat dan kembali ke gunung batu di dekatnya dan menempel kembali dengan kuat demikian juga bukit kecil yang di tunjuk oleh Ren Tu.


Tiga puluh menit berlalu dan terlihat jika danau itu sudah bersih dan masih kering tidak sama sekali mengeluarkan air.


Long tidak melesat ke dasar danau dan mengambil sebuah tombak dan melemparnya ke Ren Tu dengan perlahan dan di tangkap oleh Ren Tu.


Long Tian langsung kembali ke atas atas tepatnya ke samping kanan Ren Tu.


"Pengendalian Alam, air kembalilah mengalir" ucap nya pelan sambil menghentakkan kakinya.


Dasar danau itu mulai basah dan perlahan air menyembur dengan sangat deras dari dasar danau itu seakan akan bahwa selama ini air ini tersumbat.


Perlahan namun pasti kini danau itu mulai penuh dan mengalirkan airnya ke dua anak sungai di kiri dan kanannya atau yang di sebut sebagai sungai naga.