
"Baik Penguasa" jawab Foo Sui melalui telepati.
"Baiklah, coba kita berikan mereka kejutan dahulu" ucap Long Tian yang melihat jika ada banyak array bendera yang dikibarkan di lereng lereng gunung besar itu.
Long Tian kemudian menunjuk ke arah bawahnya dan ratusan cahaya emas penariknya melesat dengan cepat ke arah array bendera yang terpasang di lereng lereng gunung di bawahnya.
Tidak memerlukan waktu yang lama untuk cahaya emas penariknya mengambil paksa ratusan array bendera itu.
Semua cahaya emas penariknya kini sudah melayang di depan Long Tian dan satu terlihat mendekati Long Tian dengan membawa satu array bendera itu.
Long Tian kemudian mengambil satu array bendera itu dan dia memasukkan semua array bendera itu ke ruang artefak di istana dunia jiwanya.
"Array bendera ini ternyata hanya array perlindungan kuno saja" ucap Long Tian yang memeriksa array bendera di tangan kanannya sambil kembali memasukkan array bendera itu ke ruang artefak di istana dunia jiwanya.
Long Tian kembali mengawasi puncak gunung itu dan melihat jika kubah perlindungan buatan nya kini sudah menutup puncak gunung itu.
"Tidak ada yang terhapus jadi mereka ternyata orang baik" ucap Long yang melihat jika orang orang yang ada di perkampungan puncak gunung itu terlihat kebingungan karena array bendera mereka semuanya menghilang.
"Baiklah mari kita lihat apakah mereka benar benar berhati baik atau mereka masih memiliki array perlindungan atau artefak perlindungan disana" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke jalanan setapak yang mengarah ke puncak gunung itu.
"Area hutan ini sangat asri, bahkan jalan kecil di tengah hutan ini juga sangat terawat sampai tidak ada satupun daun kering di sini" ucap Long Tian sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke puncak gunung itu dan dia melihat dengan mata emas nya jika ada banyak mata yang mengawasinya dari dalam hutan di kanan dan kirinya.
"Kita lihat apakah kalian menyerang ku atau tidak, tanah bergetarlah" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan dunia itu.
Gunung itu bergetar dengan hebat dan terlihat jika pepohonan kini mengayun ke kiri dan kanannya, semua orang yang mengawasi Long Tian terjatuh dari atas pohon itu namun anehnya tanah yang Long Tian injak sama sekali tidak bergetar.
"Tanah berhentilah bergetar" ucap Long Tian sambil berkomunikasi dengan dunia itu.
Gempa yang hanya terjadi di puncak gunung itu kini berhenti dan pepohonan terlihat tegak kembali.
Long Tian terus melangkah tanpa memperdulikan orang orang yang terjatuh dari atas pohon itu.
Dia kini mulai memasuki area puncak gunung itu dan melihat jika ada ribuan orang yang menunggunya sambil membawa senjata yang sudah di tangan mereka semua.
"Perkenalkan nama mu dan apa tujuanmu kesini" ucap seorang pria sepuh dengan lantang.
"Jika anda ingin mengenal seseorang maka perkenalkan dulu nama anda, apa ini perbuatan bijaksana saat ada yang bertamu" ucap Long Tian dengan tegas dan menggunakan kekuatan semesta yang sangat mendominasi.
Mereka semua langsung melirik satu dan lainnya karena mereka tidak bisa melihat tingkat kultivasi Long Tian namun suara Long Tian sangat mendominasi.
"Berlutut dan perkenalkan dirimu" ucap pria sepuh itu sambil menunjuk Long Tian dengan pedangnya.
Pria sepuh itu merasakan beban yang sangat besar di pundaknya bahkan dia kehilangan kontrol untuk tubuhnya, perlahan tubuhnya mulai berlutut dan tangan kanannya yang memegang pedang kini mengarahkan pedang itu menempel di lehernya sendiri.
Long Tian belum menekan semua orang itu, dia hanya menekan pria sepuh itu saja.
Semua penduduk perkampungan puncak gunung itu terlihat kebingungan karena pria sepuh yang terkuat dari mereka semua dengan kultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir kini berlutut sambil menempelkan pedangnya di lehernya sendiri seakan akan ingin memotong leher nya sendiri.
"Apa kau pantas menyuruhku berlutut sampai dua kali" ucap Long Tian sambil berjalan mendekati pria sepuh itu dan semua penduduk perkampungan puncak gunung itu kemudian mundur seiring langkah kaki Long Tian sehingga hanya pria sepuh itu saja yang berada di antara mereka dengan Long Tian.
"Kalian semua apa masih mau menodongkan senjata kalian kepadaku" ucap Long Tian dengan tegas sambil terus berjalan mendekati pria sepuh itu.
Semua penduduk perkampungan puncak gunung itu saling berbisik satu sama lainnya dengan terus menodongkan senjata mereka ke Long Tian.
"Kalian semua benar benar membuat ku kesal" ucap Long Tian sambil berdiri di depan pria sepuh itu.
"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya.
Semua senjata orang orang itu kini terlepas dari tangan mereka dan langsung melesat dengan cepat ke atas kepala Long Tian demikian juga dengan semua senjata yang ada di dalam rumah mereka juga ikut melesat ke atas kepala Long Tian.
Long Tian kemudian mencopot cincin dimensi pria sepuh itu dan juga kalung yang dipakai oleh pria sepuh itu.
Kalung pria sepuh itu memiliki sebuah liontin yang berupa sebuah medali kecil berbentuk hexagonal dan merupakan sebuah artefak perlindungan kuno yang melindungi pria sepuh itu dari segel penghapus jiwa dan segel kutukan darah saat kubah cahaya buatannya melintasi wilayah puncak gunung itu.
"Artefak yang bagus, bahkan bisa menghalau kedua segel andalanku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat liontin medali hexagonal itu.
Long Tian kemudian memeriksa isi cincin dimensi itu dan melihat jika ada jutaan medali yang sama di dalam cincin dimensi itu selain harta lainnya yang menggunung di dalam cincin dimensi pria sepuh itu.
Semua senjata milik penduduk perkampungan puncak gunung itu tetap melayang dengan tenang di atas kepala Long Tian.
Ratusan orang berlari dari dalam hutan dan langsung bergabung dengan penduduk perkampungan puncak gunung itu mereka yang sebelumnya mengawasi Long Tian di dalam hutan dan mereka juga yang terjatuh dari atas pohon.
"Awalnya aku hanya ingin melihat jiwa kalian saja apakah berjiwa baik atau buruk tapi ternyata kalian semua malah seperti ini" ucap Long Tian sambil melewati pria sepuh yang masih berlutut dengan menempelkan pedang di lehernya sendiri itu.
Pria sepuh itu masih dalam tekanan aura naga dan dia sudah kehilangan kontrol dari tubuhnya, tangan kanannya bergerak dengan cepat memotong lehernya sendiri sampai benar benar putus.
"Kau membunuh kepala sekte kami" ucap salah satu orang di depannya itu dengan nada suara amarah.
"Potong semua tangan dan kaki mereka baru potong leher mereka" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum ramah ke semua orang orang Sekte aliran hitam yang membuat perkampungan di atas puncak gunung itu.