Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 17 end


Long Tian dan Qia Qia memasuki Ibukota itu dengan tidak ada kendala dan diharuskan membayar lima puluh keping koin emas per orang namun seperti biasa Long Tian melebihkan seratus keping koin emas untuk para prajurit.


"Gege, kota ini sangat besar dan ramai sekali" ucap Qia Qia sambil melihat sekelilingnya.


"Qia ayo kita masuki toko pakaian ini kau belilah semua kebutuhan mu dan juga yang di dunia kecil nanti aku yang akan membayar semuanya'' ucap Long Tian dengan ramah yang saat ini sedang berdiri di depan Toko pakaian terbesar di ibukota itu.


Mereka berdua pun memasuki Toko pakaian itu dan disambut oleh seorang wanita muda yang menyambut mereka dengan ramah.


"Tuan dan Nona muda apakah ada yang bisa saya bantu" ucap wanita muda yang menyambut kedatangan Long Tian dan Qia Qia dengan ramah.


"Nona temani dia berbelanja nanti potong saja dari isi cincin dimensi ini jika sampai kurang kabari saja ke saya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi sepuluh juta keping koin emas ke wanita muda itu.


"Sangat kaya sekali, padahal pakaiannya sangat biasa, untung aku tidak meremehkan mereka berdua" ucap wanita muda itu sambil melihat isi cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian.


"Baik Tuan muda, anda bisa menunggu di ruangan khusus jika anda mau" ucap wanita muda itu sambil memanggil salah satu temannya dan kemudian berbisik.


"Tuan muda ini sangat kaya layani dia dengan baik jangan kecewakan dia" ucap wanita muda itu berbisik ke salah satu karyawan wanita yang dia panggil.


"Nona saya akan melihat lihat saja dahulu, Qia ambillah semua yang kamu inginkan" ucap Long Tian dengan santai sambil kemudian melangkah menuju lantai dua tempat pakaian laki laki di ikuti salah satu karyawan wanita yang dipanggil oleh wanita muda itu.


Long Tian yang kini sudah di lantai dua toko pakaian itu melihat jika semua pakaian di lantai dua itu memiliki kualitas yang baik dan banyak juga pakaian yang memang memiliki kualitas terbaik.


"Nona saya akan membeli semua di lantai dua ini bisakah anda menyiapkan nya untuk saya" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jika ada tangga ke lantai tiga.


"Tuan muda benarkah anda akan membeli semuanya" ucap karyawan wanita toko pakaian itu dengan kaget.


"Benar, dan ada apa di lantai tiga itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda lantai tiga itu khusus pakaian untuk para bangsawan apakah anda ingin melihatnya" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil memanggil salah satu karyawan wanita yang ada di ruangan itu.


"Bungkus semua pakaian di ruangan ini yang seukuran tubuhnya tuan muda ini lalu bawa ke ruangan Nona di bawah" ucap karyawan wanita itu ke temannya yang mendatanginya.


"Semuanya" jawab karyawan wanita itu


"Iya, Tuan muda ini membeli semuanya, sudah kau siapkan saja dan segera bawa ke ruangan Nona di bawah aku akan menemani Tuan muda ke lantai tiga" ucap karyawan wanita itu dengan ramah sambil menyusul Long Tian yang kini sudah melangkah menuju lantai tiga toko pakaian yang sangat besar dan mewah itu.


Di lantai tiga Long Tian melihat jika pakaian di ruangan itu semuanya memiliki kualitas lebih baik dari lantai dua dan dia pun memilih untuk membeli semuanya termasuk juga semua pakaian wanita yang ada disana.


Lima jam sudah berlalu dan kini Long Tian dan Qia Qia pun sudah keluar dari toko pakaian besar itu, mereka berdua melangkah menuju keluar dari ibukota itu.


Di jalanan luar ibukota yang sepi.


"Leiji apakah kau senggang" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Suami ada apa?, Aku baru mau kembali ke istana merah" ucap Leiji melalui cincin komunikasi.


Long Tian langsung menari Leiji dan Leiji muncul di depan Long Tian dan Qia Qia.


"Leiji berikan tempat untuk Qia Qia, dia akan menjadi bagian dari pasukan wanita" ucap Long Tian dengan ramah.


"Suami kau tidak menambah istri lagi kan?" Tanya Leiji dengan sedikit amarah.


Long Tian tidak menjawabnya namun Langsung mengirim keduanya ke istana merah.


"Leiji ini makin lama makin terkena virus Li Lian dan Li Mei" ucap Long Tian sambil berteleportasi.


Long Tian muncul di sebuah hutan dalam sebuah pulau yang sangat besar namun pulau ini memiliki aura kematian yang sangat pekat.


"Aura kematian ini bukan aura kematian raja Iblis darah namun aura kematian dari manusia" ucap Long Tian sambil melangkah untuk keluar dari hutan itu.


Hari yang sudah malam tidak menghentikan langkah kaki Long Tian sama sekali untuk keluar dari hutan itu.


Sebuah panah melesat ke arah Long Tian dan hampir mengenai Long Tian namun Long Tian menangkap anak panah itu dan langsung mengirimkannya kembali ke penyerang nya.


Jleeeeb.


Anak panah itu tepat menancap di kening penyerang Long Tian.


"Benar benar pasukan pembunuh, aku bahkan hampir tidak bisa mengetahui keberadaan mereka" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus melangkah.


Membutuhkan hampir setengah jam untuk Long Tian keluar dari hutan itu.


"Berhentilah dan berlutut" ucap sepuluh orang yang berpakaian serba hitam dan menggunakan penutup muka warna hitam juga.


Long Tian hanya tersenyum dan menekan mereka semuanya dengan aura naganya, mereka semua berlutut dengan merasakan tubuh mereka seperti terkunci dan tidak bisa sama sekali melawan aura naga itu.


Long Tian mendekati mereka semua sambil tersenyum dan dia kini sudah memegang pedang naga emas di tangan kanannya.


Sreeeeeeet


Sreeeeeeet


Sreeeeeeet


Setiap kali Pedang naga emas terayun dan satu kepala terpisah dari leher musuhnya.


Long Tian kemudian mengambil semua cincin dimensi milik orang orang itu dan kembali melangkahkan kakinya menuju markas para pembunuh itu.


Tangan kiri Long Tian kemudian menunjuk ke atas dan sinar cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat dengan cepat membentuk kubah segel yang menutup pulau besar itu.


Ribuan anak panah melesat ke arah Long Tian dengan cepat.


Long Tian hanya tersenyum melihat ribuan anak panah itu.


"Pengendalian senjata, berhentilah" ucap Long Tian dalam hatinya sambil menunjuk ke arah depan dengan pedang naga emas.


Semua anak panah itu berhenti satu meter dari ujung pedang naga emas yang terhunus ke depan itu.


"Kembalilah bunuh mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengibaskan pedang naga emas.


Semua anak panah itu berbalik dan melesat kembali ke semua pemilik nya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.


Jleeeeb


Jleeeeb


Jleeeeb


Anak anak panah itu menancap di kening musuhnya satu anak panah menancap di satu kening.


Long Tian kemudian mengayunkan pedang naga emas dan satu siluet pedang berwarna putih melesat dengan cepat mengarah ke arah gerbang benteng itu.


Booooooooooom


Gerbang benteng itu langsung hancur berkeping keping dan siluet pedang itu tidak berhenti melainkan terus melesat dan menghancurkan semua yang di lewati nya sampai ke bagian belakang benteng itu.


Ratusan orang berpakaian hitam dengan menggunakan penutup muka warna hitam dengan kekuatan pencipta bumi tahap akhir melesat dari dalam benteng itu dengan cepat dan membentuk formasi mengepung Long Tian.


Trang


Trang


Trang


Suara pedang naga emas dengan pedang para penyerang itu beradu dengan cepat dan Long Tian kini sudah menggunakan aura pelindung berwarna emas yang melapisi semua bagian tubuhnya.


Semua orang yang mengepung Long Tian itu terus menyerang secara bergantian dan acak tidak mau sama sekali memberikan kesempatan untuk Long Tian beristirahat.


Long Tian tidak menekan mereka satupun dengan aura naga nya karena ia masih ingin meladeni mereka untuk bermain pedang.


"Lingkaran penghancur" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum dan memutar tubuhnya dengan cepat dengan pedang terhunus kedepan.


Cahaya putih terbentuk dengan sempurna dan langsung menyebar dengan cepat memotong tepat di bagian dada mereka semuanya sehingga tubuh mereka semua terbelah menjadi dua dan lingkaran cahaya putih itu tidak berhenti melainkan terus melesat bahkan tembok benteng dan semua bangunan juga pepohonan terbelah menjadi dua.


"Sepertinya aku terlalu berlebihan menggunakan kekuatan ku" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya yang kini semuanya hancur dan semua pepohonan terbelah menjadi dua.


Dua orang melesat ke arah Long Tian sambil mengirimkan serangan Qi jarak jauh ke Long Tian.


Long Tian langsung memutar pedang naga emas dan menghalau serangan Qi jarak jauh itu.


Angin berputar dengan kencang akibat putaran pedang Long Tian dan mengirim kembali serangan Qi jarak jauh itu kembali ke penyerangnya.


Booooooooooom


Booooooooooom


Kedua penyerang itu terkena serangan mereka sendiri dan terpental dengan keras ke tanah di belakangnya dan langsung kehilangan nyawa mereka.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian dengan santai dan mengangkat tangan kirinya ke atas kepalanya dengan cepat.


Ribuan senjata melesat ke arah kepala Long Tian dan melayang di atas kepala Long Tian.


"Kembali, Potong leher mereka" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menurunkan tangan kirinya lalu menunjuk ke depannya.


Senjata senjata itu langsung melesat dengan cepat memasuki benteng itu dan memotong semua leher mereka yang ada di dalam benteng itu dengan tidak bisa di lawan.


"Lingkaran penghancur sudah menghancurkan semua nya yang ada di pulau ini tapi masih saja ada yang selamat" ucap Long Tian sambil memasuki benteng itu dan mengawasi semuanya dengan mata emasnya.


"Sudah tidak ada satupun yang bernyawa disini" ucap Long Tian sambil menyimpan pedang naga emas dan langsung menunjuk ke arah depannya dengan tangan kanannya.


Ribuan Cahaya emas penariknya melesat dengan cepat keluar dari jari telunjuknya dan menyebar ke seluruh area benteng dan pulau itu.


Long Tian kemudian kembali keluar dari dalam benteng itu dan menunggu cahaya emas penariknya di tanah lapang yang ada di luar benteng dengan tidak menghiraukan ribuan mayat dari musuhnya yang terus mengeluarkan darah.


Lima belas menit berlalu dan semua cahaya emas penariknya juga sudah kembali dan sudah di masukan ke halaman istana dunia jiwanya.


"Tanah telan semuanya" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya dan kemudian melayang setengah meter dari tanah.


Bumi bergetar dengan hebat dan retakan retakan tanah kini terlihat dengan jelas, semua buatan manusia kini hancur dan masuk kedalam tanah demikian juga dengan mayat mayat yang banyak di dalam benteng itu.


"Baiklah sudah selesai tugasku di dunia ini, waktu nya berpindah galaksi" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke dek kapal dunia naga.


Long Tian tidak membuang waktu dan langsung merobek ruang lalu mengarahkan kapal dunia naga memasuki robekan ruang tersebut yang langsung menutup ketika kapal dunia naga sudah masuk seutuhnya.