Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Pulau Hitam 2


Jenderal Besar Fang yang tidak bisa melihat tingkatan kultivasi Long Tian kaget mendengar ucapan Long Tian karena hanya yang ada di atasnya yang bisa melihat kultivasinya.


"Tuan muda Long Tian, mohon maaf jika boleh saya mengetahui nya, kultivasi anda di tingkat apa?" Ucap Jenderal Besar Fang dengan sangat ramah dan jauh lebih sopan dari sebelumnya sehingga membuat semua jenderal bawahannya menengok ke Long Tian, dikarenakan baru kali ini Jenderal Besar mereka berbicara seperti ini selain kepada kaisar mereka.


"Saya sedikit di atas Jenderal Besar Fang" ucap Long Tian dengan ramah dan sambil tersenyum.


"Nona, bisakah saya menggunakan ruangan khusus rumah makan ini" ucap Long Tian kepada wanita pelayan yang berdiri dekat dengannya sambil mengangkat tangan kanannya.


Wanita pelayan rumah makan tersebut langsung mendatangi Long Tian.


"Tuan Muda mari ikuti saya" ucap wanita pelayan tersebut mempersilahkan Long Tian untuk mengikutinya.


"Jenderal Besar Fang, mari kita berbincang sebentar" ucap Long Tian sambil berdiri dan mengajak Jenderal Besar Fang ke ruangan khusus rumah makan itu.


Long Tian dan Jenderal Besar Fang mengikuti wanita pelayan tersebut ke lantai dua dan memasuki satu ruangan yang memiliki meja bundar dengan 6 kursi.


"Tuan muda silahkan, untuk biaya di ruangan ini dikenakan 5 koin emas" ucap wanita pelayan tersebut sambil tersenyum mempersilahkan Long Tian untuk duduk.


"Terima kasih dan tolong hitungkan semua tagihan saya sekalian" ucap Long Tian sambil duduk di salah satu kursi dan Jenderal Besar Fang duduk di depan Long Tian.


Wanita pelayan tersebut kemudian menuangkan Teh ke gelas Long Tian dan gelas Jenderal Besar Fang.


"Mohon tunggu sebentar Tuan Muda, saya akan mengambilkan tagihan anda" ucap wanita pelayan itu sambil tersenyum ramah dan meninggalkan ruangan itu


"Tuan Muda Long Tian apakah ada yang dapat saya bantu" ucap Jenderal Besar Fang dengan ramah


"Jenderal Besar Fang, bisakah anda memberikan saya informasi mengenai aliansi Pasukan aliran hitam dan pulau hitam" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan Muda Long Tian, pasukan aliansi aliran hitam beberapa bulan lalu secara mendadak melakukan penyerangan ke ibukota dan jumlah mereka ternyata sangat banyak, mereka berjumlah kurang lebih 500 juta orang namun saya dan kaisar berhasil mengalahkan ketua aliansi itu yang sama sama memiliki tingkat kultivasi di Dao Semesta tahap akhir, akibatnya mereka semua menjadi kehilangan semangat dan berhasil dipukul mundur oleh kami semua, mereka melarikan diri ke Pulau Hitam yang memang dekat dengan kota ini, pulau Hitam sendiri merupakan Pulau besar tempat sekte aliran hitam terbesar berada" jawab Jenderal Besar Pang yang menjelaskan kepada Long Tian dengan sangat hati hati karena ia kini mengetahui jika tingkat kultivasi Long Tian berada di atasnya.


Tiba tiba pintu mereka di ketuk dan wanita pelayan tadi memasuki ruangan.


"Mohon maaf saya mengganggu Tuan Muda dan Jenderal Besar, tuan muda ini tagihan anda, semuanya sudah termasuk pesanan yang lainnya" ucap wanita pelayan itu dengan ramah dan menyerahkan sebuah kertas yang bertuliskan tagihan Long Tian senilai 240 koin emas karena membayar tagihan pesanan orang orang yang ada di lantai satu.


"Nona, ambil sisanya untuk anda dan para pelayan yang lain" ucap Long Tian sambil memberikan 500 koin emas dalam sebuah Kantong penyimpanan.


"Tuan Muda, Terima kasih" ucap wanita pelayan itu saat dia menerima kantong penyimpanan tersebut dan melihat isinya.


"Baik Tuan Muda, maaf" ucap wanita pelayan tersebut sambil kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu dan menutup pintu ruangan.


"Jenderal apakah banyak yang mengetahui bahwa militer anda akan menyerang pulau kematian dalam waktu satu bulan lagi" ucap Long Tian dengan ramah.


"Benar Tuan Muda, karena kaisar juga mengajak seluruh sekte yang terlibat dalam aliansi sekte aliran putih" jawab Jenderal Besar Fang dengan ramah.


"Jenderal Besar Fang, bukankah jika demikian akan membawa banyak korban juga untuk pihak militer istana dan juga untuk aliansi sekte aliran putih karena dengan demikian mereka pengikut ras iblis darah akan sangat bersiap untuk menghadapi serangan kalian semua" ucap Long Tian dengan tenang dan sopan.


Jenderal Besar Fang terlihat sedang berpikir keras karena apa yang diucapkan oleh Long Tian memang benar adanya.


Long Tian melihat Jenderal Besar Fang seperti itu memilih mengeluarkan poci teh miliknya sendiri dan menikmati teh herbal buatannya sambil memberikan waktu untuk Jenderal Besar Fang berpikir.


"Jenderal Besar Fang, Minumlah dulu, cobalah Teh buatanku ini agar anda lebih rileks" ucap Long Tian sambil mengisi gelas kosong di depan Jenderal Besar Fang.


"Terima kasih Tuan Muda" ucap Jenderal Besar Fang sambil mengambil Gelas tersebut dan meminumnya, terlihat wajahnya sangat menikmati perubahan di tubuhnya sesaat teh racikan Long Tian memasuki tubuhnya.


"Ini sangat bagus untuk tubuh tua ku, terima kasih Tuan Muda, dan apakah anda memiliki saran agar jumlah korban di pihak kami bisa berkurang" ucap Jenderal Besar Fang.


"Jenderal Besar Fang, bukankah jika penyerangan di majukan maka mereka tidak akan siap dengan hal ini" jawab Long Tian dengan santainya seolah olah itu perkara yang mudah dilakukan oleh Jenderal Besar Fang.


"Tuan muda, saat ini pasukan kami dan pasukan aliansi sekte aliran putih banyak yang mengalami luka dan banyak juga yang terkena racun, jadi itulah alasan kami menunda penyerangan ini" ucap Jenderal Besar Fang dengan ramah namun terlihat wajah tuanya menahan kesedihannya.


"Apakah kalian semua memiliki penawar racun dan cukup tabib atau alkemis untuk menolong yang terluka" ucap Long Tian dengan penuh rasa ingin tahu.


"Tuan Muda, salah satu alasannya juga hal itu, para tabib dan alkemis kami masih mencari tahu penawar dari racun racun itu, karena banyak sekali jenis racun" jawab Jenderal Besar Fang.


"Jika anda hitung ada berapakah jumlah prajurit kalian dan aliansi sekte aliran putih yang mengalami luka dan terkena racun itu" ucap Long Tian


"Tuan Muda, semuanya mencapai kira kira 20 juta orang dan ini adalah beban terberat saya dan kaisar sebagai pemimpin mereka semua" ucap Jenderal Besar Fang dengan sedikit menunduk karena dia merasakan kesedihan mengingat banyaknya yang terluka.


"Kemenangan yang membawa duri" ucap Long Tian dan dijawab anggukan kepala oleh Jenderal Besar Fang.


"Jenderal Besar Fang, apakah ada masalah lain di pihak kalian selain hal ini" ucap Long Tian dengan ramah


"Tuan Muda, kami juga masih menanti senjata dari para penempa, karena banyaknya senjata kami yang rusak akibat perang besar itu" jawab Jenderal Besar Fang yang tidak lagi ragu dengan Long Tian.