Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Pelelangan Anggrek Part 8


"Apakah putra mahkota bisa di percaya?" Ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda saya sangat percaya dengan putra mahkota karena selama saya mengenalnya dia sosok yang baik dan bijaksana selama ini, namun jika anda ingin menyerahkannya langsung kepada Yang Mulia raja juga saya yakin beliau sangat berkenan" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan bijaksana dalam ucapannya.


"Baiklah, bawalah mereka kesini agar aku bisa bertemu dengan mereka, jika mereka orang baik bukankah mereka tidak keberatan jika mereka yang kesini" ucap Long Tian lagi sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu.


"Baik Tuan muda, mohon anda menunggu sebentar saya akan memanggil mereka berdua untuk dapat datang kesini berjumpa dengan anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil berdiri lalu memberikan penghormatan kepada Long Tian.


"Silahkan dan pintu nya di buka saja dulu tidak apa apa" ucap Long Tian dengan santai dan ramah.


"Baik, saya permisi sebentar" ucap pria sepuh itu kembali sambil melangkah meninggalkan Long Tian.


"Semoga ini bisa memudahkan jalan ku untuk mengambil alih lagi dunia ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum sendirian.


Lima menit berlalu dan pria sepuh itu terlihat sudah kembali mendekati ruangan VVIP nomor satu itu.


"Tuan muda maaf jika saya lama, perkenalkan ini Tuan kota Long Zin dan ini Pangeran Long Ne anak dari Raja Long San." Ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat memperkenalkan kedua orang yang datang bersamanya.


"Silahkan kalian semua untuk duduk dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semua orang itu.


"Terima kasih Tuan muda" ucap mereka semua dengan kompak dan langsung duduk di kiri dan kana Long Tian.


"Maaf bisakah anda menutup pintu itu dulu, karena yang akan saya bahas hanya boleh di ketahui oleh kita yang ada di ruangan ini saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat pria sepuh pembawa acara lelang itu.


"Baik Tuan muda" ucap pria sepuh itu sambil berdiri menutup pintu ruangan VVIP nomor satu itu dan kembali duduk setelahnya.


"Kalian berdua bisa perlihatkan medali kalian dulu" ucap Long Tian dengan ramah ke tuan Kota dan juga pangeran itu.


Mereka berdua mengerti maksud ucapan Long Tian dan mengeluarkan masing masing satu medali naga berwarna putih milik mereka lalu menyimpannya di meja yang ada di depan mereka dan long Tian kemudian memeriksa kedua medali naga itu.


Long Tian menyimpan kembali medali naga warna putih tersebut dan mengeluarkan medali naga berwarna emas miliknya.


"Ini medali ku kalian silahkan periksa keasliannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil menyimpan medali naga berwarna emas itu di meja.


Long Zin dan Long Nen tampak sangat terkejut melihat medali naga yang dikeluarkan oleh Long Tian karena medali naga berwarna emas hanya satu dan selama ini di pegang oleh Long Sing untuk di kembalikan ke Long Tian.


Keduanya langsung berdiri dan bersujud tiga kali di hadapan Long Tian yang membuat pria sepuh pembawa acara lelang terkejut, kedua nya kemudian berlutut di depan Long Tian dengan kepala mereka yang menunduk.


"Long Sing, aku akan menarikmu kembali kesini bersiaplah" ucap Long Tian melalui telepati.


"Hamba siap penguasa" jawab Long Sing melalui telepati dan dia saat ini sedang berdiri di teras rumahnya.


Long Tian hanya tersenyum saja dan menarik Long Sing ke hadapannya dan muncul di belakang Long Zin dan Long Ne yang sedang berlutut.


"Tuan muda apakah yang bisa saya bantu" ucap Long Sing yang teringat pesan Long Tian untuk tidak memanggil nya penguasa jika ada orang lain.


"Apakah kau mengenal keduanya" ucap Long Tian dengan ramah sambil menunjuk ke arah Long Zin dan juga Long Ne.


"Kalian berdua, Apakah mereka berdua mengganggu anda, jika iya saya akan menghukum mereka" ucap Long Sing sambil duduk di sebelah kanan Long Tian di antara Long Tian dan pria sepuh pembawa acara lelang.


"Kalian berdua duduklah kembali" ucap Long Tian dengan ramah.


"Hormat kepada paman Sing" ucap keduanya dengan kompak dan kemudian duduk di sebelah kiri Long Tian.


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian berdiri dan menggunakan kekuatan 100 galaksi miliknya yang membuat Long Zin, Long Ne dan pria sepuh pembawa acara lelang itu langsung bergerak berlutut lalu bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan tetap berlutut sesudahnya.


"Hormat kalian aku terima, kalian duduklah kembali, dan anda sebaiknya segera selesaikan lelang saja baru kembali kesini namun ingat rahasiakan keberadaan ku" ucap Long Tian dengan ramah sambil menghilangkan kekuatan 100 galaksi dan duduk kembali di tempatnya.


"Baik Penguasa, hanya tinggal dua pedang pusaka saja yang akan di lelang" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan hormat dan langsung memberikan penghormatan lalu meninggalkan ruangan itu dan menutup kembali pintu ruangan itu.


"Penguasa, mereka berdua ini bawahan hamba sama sama naga perak, dan ayahnya menjadi raja benua ini" ucap Long Sing dengan hormat.


"Apakah semua kota dipimpin oleh naga perak" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya dan menyimpan kembali medali naga berwarna emas miliknya lalu menyerahkan medali naga milik mereka berdua kembali.


"Benar Penguasa, hanya desa desa saja yang tidak kami kuasai, jadi sebenarnya anda sudah menjadi penguasa dunia ini secara tidak langsung" jawab Long Sing dengan hormat.


"Aku masih belum menghabisi sekte kelelawar darah dan baru menyegel markas mereka saja, sementara itu aku ingin berjalan jalan dahulu di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Baik Penguasa hamba memahami maksud tujuan anda" ucap Long Sing yang tahu jika Long Tian berniat membersihkan semua kota dan desa sebelum menghabisi sekte kelelawar darah.


"Long Ne, berapa usiamu" ucap Long Tian sambil melihat Long Ne dan saat ini Long Ne sudah sampai di tingkat semi abadi tahap akhir sebentar lagi memasuki tingkat pencipta abadi tahap awal.


"Penguasa, usia hamba baru dua puluh lima tahun" ucap Long Ne dengan sangat hormat dan sopan.


"Apakah kau sudah menikah" ucap Long Tian dengan santai dan membuat mereka kebingungan dengan arah pembicaraan Long Tian itu.


"Penguasa, Hamba masih muda dan belum menikah dan juga hamba belum memiliki siapapun sebagai pasangan hamba" jawan Long Ne dengan hormat dan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Baguslah jika demikian aku memiliki calon pasangan yang tepat untukmu dan semoga saja kalian bisa menjadi suami istri, apakah kau berkenan jika aku menikahkan mu dengan pilihan ku" ucap Long Tian dengan santai dan tersenyum hangat ke mereka semua.