
"Menghabisi semua ras iblis darah sudah, menarik harta nya sudah, tinggal menghabisi semua pengikutnya saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi ke depan kediaman klan Han dan hari pun sudah menjelang pagi.
Long Tian muncul di belakang Patriark Han agar tidak mengejutkan Patriark Han tersebut.
"Patriark Han maaf membuat anda menunggu lama" ucap Long Tian dengan santai dan ramah.
"Tidak Penguasa, hamba juga baru sampai" ucap Patriark Han dengan ramah tidak ingin membuat Long Tian merasa tidak enak.
"Patriark Han apakah ada yang aneh" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri di samping kanannya Patriark Han.
"Penguasa saya tidak bisa memasuki kediaman saya, ada yang membatasi kediaman saya ini" ucap Patriark Han dengan ramah.
"Ini segel perlindungan buatanku dan memang transparan" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan menghilangkan segel buatannya itu lalu memasuki gerbang klan Han itu diikuti oleh Patriark Han.
"Patriark tidak perlu membangunkan semua yang tertidur biarkan saja mereka agar mereka tahu jika mereka tidur seperti itu nanti pas bangun" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat banyak penjaga klan Han yang tertidur dengan berbagai posisi.
"Baik Penguasa" ucap Patriark Han yang terlihat geram melihat bawahannya tidur dengan posisi yang aneh aneh bahkan ada yang tertidur pulas di atas kolam ikan kesayangannya.
Patriark Han mengantarkan Long Tian ke paviliun tamu yang ada di belakang kediamannya dan jauh dari kediaman anggota klan lainnya lalu dia kembali ke kediamannya sendiri.
Long Tian kemudian memilih membersihkan dirinya dan berganti pakaian lalu beristirahat di kamarnya di paviliun tamu itu.
Waktu berlalu dan matahari pagi pun bersinar dengan terangnya, seisi kota di kagetkan dengan posisi mereka yang tertidur dengan pulasnya tapi tidak di tempat tidur kecuali sebagian orang yang sudah tertidur dari sore hari.
Di kediaman klan Han sendiri terjadi kehebohan karena rusaknya kolam ikan kesayangannya Patriark Han.
Anggota klan sibuk membenahi kolam ikan itu agar tidak membuat marah Patriark mereka.
Sementara itu di lokasi turnamen mereka menemukan puluhan patung es iblis darah yang tertutup oleh segel bercahaya emas yang tidak bisa mereka tembus.
Demikian juga di kediaman tuan kota para prajurit kebingungan karena raja dan kaisar mereka menghilang bahkan semua keluarga tuan kota maupun keluarga kerajaan dan kekaisaran juga menghilang hanya ada abu abu saja di kamar mereka.
Long Tian sendiri sudah berada di teras Paviliun tamu klan Han namun kini dia kembali menggunakan pakaian mewahnya dengan warna biru laut dan memiliki gambar naga bersulam benang emas di bagian belakang jubahnya.
"Sepertinya bukan hanya kota ini saya yang kaget dengan menghilangnya ras iblis darah yang menyamar menjadi para pemimpin dunia ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menikmati teh herbal buatannya.
Long Tian melihat jika Patriark Han beserta istrinya dan anaknya Han Yi sedang berjalan ke arahnya.
"Leiji, persiapkan benar benar pasukan mu, jangan lupa pasukan milik Qia Qia kau jadikan juga bagian dari pasukanmu" ucap Long Tian melalui telepati.
"Suamiku, aku bingung kultivasi Qia Qia diatas kami semua apakah dia mau menjadi bawahanku" ucap Leiji dengan suara merdunya melalui telepati.
"Leiji makanya kau harus semangat berlatih, dan mulai besok kalian akan berjuang sendirian, galaksi ke 74 sampai galaksi ke 80 adalah untuk kalian berlatih" ucap Long Tian melalui telepati ke Leiji.
"Siap Penguasa" jawab Leiji melalui telepati.
"Qia Qia meskipun kau memiliki kultivasi tertinggi tapi ikuti semua arahan dari Leiji ya" ucap Long Tian dengan ramah melalui telepati ke Qia Qia.
"Baik Penguasa, kami semua bersaudara dan jika diperlukan maka saya siap jika harus menjadi pengawal pribadi permaisuri Hao Ling" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Itu memang keinginan ku namun sementara kalian harus bersatu dahulu dan bersiap untuk membersihkan dunia dunia yang dipenuhi oleh iblis darah" jawab Long Tian melalui telepati bertepatan dengan kedatangan Patriark Han dan keluarganya.
"Hormat kepada Penguasa" ucap Patriark Han dengan ramah bersama anak dan istrinya bersamaan.
"Patriark Han, nyonya dan Yi silahkan duduk" ucap Long Tian dengan ramah mempersilakan mereka bertiga untuk duduk dan menuang teh herbal buatannya untuk mereka bertiga.
"Terima kasih Penguasa" ucap Patriark Han yang langsung duduk di depan Long Tian diikuti oleh anak dan istrinya yang duduk di kiri dan kanan mereka karena meja teras itu bulat.
"Patriark Han apakah ada sesuatu yang ingin anda bicarakan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, dunia kami ini sudah tidak memiliki lagi pemimpin dan kami takutkan hal ini akan membuat banyak kekacauan di dunia kami ini, mohon petunjuk anda" ucap Patriark Han dengan ramah.
"Patriark jika tuan kota tiada siapa yang menggantikan" ucap Long Tian dengan ramah dan membuat Patriark Han dan anak istrinya terdiam sambil berpikir.
"Selain dirimu siapa lagi Patriark klan di kota ini, apa bisa anda memanggil mereka semua kesini beserta semua tokoh kota ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Baik Penguasa saya akan memanggil mereka semua untuk mendatangi klan kami dan mengenai permintaan anda tentang tulisan di depan patung iblis darah sudah saya laksanakan dan sudah terpasang" ucap Patriark Han dengan ramah.
"Semoga bisa menjadi pengingat untuk semua umat manusia di dunia ini, apakah ada lagi yang ingin kalian bertiga bicarakan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, apakah anda bisa membantu kami dengan mendatangkan hujan untuk kami di sini karena sudah sangat lama dunia kami ini tidak mendapatkan hujan" ucap Patriark Han dengan ramah dan raut wajah yang sangat berharap.
"Saya akan memberikan kalian hujan nanti setelah pertemuan para tokoh pemimpin dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa saya mohon pamit untuk memanggil semua tokoh kota kami ini" ucap Patriark Han dengan ramah dan langsung berdiri lalu memberikan penghormatan kepada Long Tian dan di balas anggukan kepala oleh Long Tian.
Patriark Han meninggalkan anak dan istrinya tetap bersama dengan Long Tian.
"Nyonya dan Yi apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa mohon petunjuk anda untuk saya berkultivasi" ucap istri Patriark Han dengan ramah dan sopan.
"Nyonya pelajari kitab ini dan gunakan pil fusi roh dan pil mutiara tingkat dewa ini untuk membantu kultivasi anda sekeluarga" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisi satu buah kitab kultivasi tingkat pencipta untuk Istri Patriark Han dan seribu pil Fusi Roh tingkat dewa dan seribu pil mutiara tingkat dewa serta satu drum kayu teh herbal buatannya ke istri Patriark Han.
Istri Patriark Han menerima cincin dimensi itu dan memeriksa isinya yang membuat tangan nya bergetar.
"Penguasa ini sangat berharga" ucap istri Patriark Han dengan ramah dan sopan.
"Bukankah itu yang anda dan Han Yi perlukan" ucap Long Tian dengan ramah.
Han Yi kebingungan karena dia tidak mengetahui isi cincin dimensi itu namun ibunya langsung menyerahkan cincin dimensi itu untuk dia lihat.
"Penguasa ini benar benar berharga, terima kasih" ucap Han Yi dengan ramah.
"Kalian berlatihlah dengan Giat siapa tahu di masa depan kekuatan kalian diperlukan oleh dunia ini, dan Yi khusus untukmu gunakan kitab ini saja agar elemen api mu bisa lebih berkembang" ucap Long Tian sambil menyerahkan sebuah kitab tingkat pencipta yang berisi tentang jurus jurus pedang elemen api.
"Penguasa terima kasih" ucap Han Yi dengan ramah.
"Apakah ada lagi yang bisa aku bantu untuk kalian berdua" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat ke keduanya.