Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 28 part 8


"Semuanya sudah sampai di tempat saya, jadi tuan tidak perlu khawatir" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda ikutlah dengan saya dulu" ucap kepala desa itu sambil berdiri dan melangkah ke arah kediamannya yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


Long Tian pun mengikuti kepala desa itu demikian juga Leiji yang berjalan di belakang Long Tian dengan patuh padahal tidak menggunakan tali kekang.


"Kakek Yu, urus kuda kuda itu dan pisahkan semua kuda terbang itu satukan saja dengan kuda kuda siluman nya" ucap Long Tian bertelepati ke Long Yu sambil mengikuti kepala desa itu.


"Baik Penguasa, mohon lain kali jangan mengagetkan kami seperti ini, masa saya tiba tiba ada di tengah kuda" ucap Long Yu melalui telepati.


Kini Long Tian sudah duduk di teras rumah kepala desa itu dan Leiji menunggu di halaman rumah itu.


"Tuan muda mohon silahkan diminum" ucap kepala desa itu dengan ramah sambil menuang teh miliknya ke gelas yang ada di depan Long Tian dengan ramah.


"Terimakasih Tuan kepala desa" ucap Long Tian sambil tersenyum dan kemudian meminum teh tersebut.


"Tuan muda anda mengetahui jika saya kepala desa ini" ucap kepala desa itu sedikit kaget.


"Tuan tadi di rumah makan kan saya duduk di sebelah anda, jadi saya mendengar saat mereka memanggil anda kepala desa" ucap Long Tian sambil tertawa ringan


"Maafkan saya jika tadi tidak mengenali Tuan Muda, apakah itu alasan anda membeli semua kuda kuda saya" ucap Kepala desa itu dengan ramah.


"Salah satunya iya, namun saya juga ingin menambah koleksi saja" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


Kepala desa itu hanya mengangguk sambil tersenyum dan memainkan janggut nya.


"Kepala desa, apakah ada masalah antara anda dan pihak militer" ucap Long Tian dengan serius.


"Tidak ada masalah hanya saja kini pihak militer mendatangi semua desa di dekat sini termasuk desa ini, mereka meminta 2000 koin emas berdasarkan titah raja untuk memperkuat pasukan militer informasinya" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Jika saya boleh tahu kenapa anda menggunakan uang pribadi anda, tidak membebankan hal ini ke penduduk anda saja" ucap Long Tian kembali.


"Tuan muda, penduduk saya rata rata bekerja di peternakan saya dan sebagian sebagai pekerja kebun herbal saudara angkat saya jadi tidak mungkin saya membebankan mereka untuk hal hal seperti ini." Jawab kepala desa itu dengan ramah.


"Kepala desa, Kapan prajurit itu akan datang mengambil uang itu" ucap Long Tian.


"Malam nanti mereka akan datang jadi masih ada lima jam lagi" jawab kepala desa itu dengan ramah.


"Saya ingin membeli herbal juga namun yang masih hidup apakah anda bisa mengantar saya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda anda baik sekali mau bertransaksi dengan kami di desa terpencil ini" ucap kepala desa itu sambil berdiri.


"Tuan kepala desa saya memang sedang membutuhkan jadi kenapa saya tidak membelinya saja di desa ini saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan ikut berdiri.


"Tuan muda mari ikuti saya" ucap kepala desa itu sambil tersenyum dan melangkah ke arah keluar kediaman nya.


Tidak ada satupun yang kaget dengan Leiji karena di desa itu semuanya mengetahui tentang Leiji.


Memerlukan waktu hampir sepuluh menit dan mereka kini sampai di sebuah rumah besar di bagian lain desa itu.


"Saudaraku, Tuan muda ini ingin melihat kebun herbalmu apakah bisa kau antar kami" ucap kepala desa itu ke pria sepuh yang tadi duduk di depannya waktu di rumah makan sambil melihat ke Long Tian yang sedang turun dari atas Leiji.


"Mari kita kesana jika demikian" ucap pria sepuh itu dan di ikuti oleh keduanya, karena Long Tian meminta Leiji menunggunya di halaman rumah itu.


"Tuan muda inilah kebun herbal saya, dan jika anda ingin yang sudah di panen atau di keringkan ada di bangunan itu" ucap pria sepuh itu sambil menunjuk ke sebuah bangunan di dekatnya.


"Tuan bisakah saya membeli setengah dari kebun anda ini" ucap Long Tian dengan ramah meski Tanaman herbal di kebun yang ada di depannya tidak langka dan dia juga memiliki itu semua di kebun herbalnya yang ada di dunia jiwa.


"Tuan muda apakah anda serius dengan hal ini atau hanya ingin menyenangkan pria tua ini saja" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum ramah.


"Saudaraku Tuan muda ini bahkan membeli semua kuda ku yang siap di tunggangi, termasuk kuda kuda terbangku jadi jika hanya herbalmu tuan muda pasti serius" ucap kepala desa itu.


"Tuan saya akan membeli masing masing setengah dari semua tipe herbal yang anda tanam, bisakah anda menyebutkan kepada saya berapa saya harus membayarnya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, kita duduk saja dulu agar saya bisa menyiapkan pesanan anda ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan maaf saya sendiri yang akan memindahkan tanaman tanaman herbal ini, jadi mohon tidak ada yang mencabutnya karena akan menanamnya kembali, mohon sebutkan harga anda saja" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda bagaimana jika satu juta keping koin emas saja, karena tidak semua siap panen" ucap pria sepuh pemilik perkebunan herbal itu.


Long Tian tersenyum ramah dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi satu juta keping koin emas.


"Tuan muda terimakasih namun bagaimana cara anda memindahkan semua tanaman herbal ini" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum ramah setelah menerima dan memeriksa cincin dimensi pemberian Long Tian itu.


Long Tian hanya tersenyum dan mengirim semua tanaman herbal itu masing masing setengah dari setiap jenisnya ke area kosong di taman istana merah agar dirawat oleh para pelayan istri istrinya.


"Tuan semuanya sudah saya terima, dan saya akan melanjutkan perjalanan saya, tapi sebelumnya saya ingin menanyakan ada berapa keluarga di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil menunjuk ke atas langit.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke arah langit dan menyebar membentuk kubah kubah cahaya yang melindungi semua desa dan kota yang ada di dunia itu dalam radius masing masing 50 kilometer dari tembok desa atau kota dan ini tidak di sadari oleh kedua orang tua yang ada didepannya.


"Tuan muda di desa kami ini hanya ada 300 keluarga saja" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Tuan kepala desa, saya mohon bantuannya untuk membagikan isi cincin ini untuk semua keluarga dan tentunya untuk anda berdua secara merata per keluarga" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi lima ratus ribu keping koin emas dan dia memanggil Leiji untuk mendatangi nya.


"Tuan muda ini banyak sekali" ucap kepala desa itu sambil tersenyum ramah setelah menerima cincin dimensi itu dan melihat isinya.


"Tuan kepala desa, itu hanya sedikit oleh oleh saja, saya mohon pamit dan lima puluh kilometer dari gerbang desa ada kubah cahaya buatanku yang bisa mengetahui jiwa orang yang melewati nya, jika orang itu berjiwa baik maka bisa lewat namun jika orang berjiwa jahat maka akan menjadi abu termasuk dengan seluruh garis darah mereka" ucap Long Tian dengan ramah sambil menaiki Leiji yang sudah berlutut di sampingnya.


"Tuan muda saya mewakili semua penduduk mengucapkan terima kasih kepada anda" ucap kepala desa itu sambil tersenyum ramah.