Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 26


"Jadikan hal ini sebagai pelajaran untuk kalian semua, kehilangan nyawa prajurit sama dengan kalian harus introspeksi diri jangan lagi kalian mengandalkan kekuatan tapi gunakan teknik penyerangan, manfaatkan dengan baik pasukan bayangan dan pelajari dengan maksimal situasi di lapangan, ingatlah seribu semut bisa membunuh gajah, tekan semua prajurit untuk bekerja sama, perintahkan mereka untuk menghilangkan ego mereka sebagai pemenang, aku memaafkan kalian tapi jika ini terulang maka kalian semua harus mengambil waktu untuk berkultivasi semuanya tanpa terkecuali, kurangi bercanda dan ber seriuslah mulai sekarang" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi itu ke Leiji dan Jenderal Mo Fei.


"Baik Penguasa, hamba akan lebih serius dan menekankan mereka semua untuk lebih bekerja sama satu dan yang lainnya" ucap Leiji melalui cincin komunikasi yang terdengar sangat sopan berbeda dengan sebelumnya yang bersuara manja dan menggoda.


"Bagus jika kau sudah mulai dewasa, ingatlah bahwa setinggi apapun kultivasi kalian tidak menjamin kalian akan menang jika selalu meremehkan lawan" ucap Long Tian kembali ke Leiji.


"Baik Penguasa, hamba akan selalu mengingat pesan anda" ucap Leiji dengan sangat hormat melalui cincin komunikasi itu.


"Penguasa, hamba mengerti, hamba terlalu angkuh dan meremehkan lawan serta terlalu percaya diri, hamba sudah belajar dari kesalahan kesalahan hamba dan tidak akan mengulanginya lagi" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi itu dan terdengar sangat hormat tidak seperti biasanya yang selalu bercanda ke Long Tian.


"Mo Fei, ada iblis darah serigala dan ada juga iblis darah bertanduk empat yang kutemui, mereka sangat kuat dan aku yakin kau paham kenapa aku memintamu selalu berlatih keras" ucap Long Tian lagi melalui cincin komunikasi itu dengan suara yang terdengar ramah.


"Hamba memahami maksud penguasa, jalan ke depan akan sangat terjal untuk kami" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi itu.


"Baguslah jika kau sadari maksud ucapanku" ucap Long Tian kembali melalui cincin komunikasi itu.


"Baik Penguasa, dan terima kasih atas pencerahannya" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi itu kembali.


"Seandainya kalian semua mengetahui jika aku sendiri saja hampir mati kemarin mungkin kalian semua sudah menyerah sebelum bertanding" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil kembali menuangkan Poci Teh ke gelas gioknya lalu meminumnya sampai habis.


"Aku tidak tahu bagaimana dengan Galaksi surgawi, dan sepertinya di sana nanti ada banyak kekuatan yang melebihi ku" ucap Long Tian kembali berbicara sendiri sambil menyimpan poci teh dan juga gelas gioknya ke dalam cincin dimensinya.


Long Tian kemudian keluar dari kamarnya dan langsung meninggalkan penginapan itu karena dia sudah kenyang dengan apel emasnya.


"Sebaiknya aku berjalan jalan di ibukota ini dahulu melihat area lain sambil keluar dari dalam ibukota ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah mengikuti jalanan ibukota itu.


Jalanan ibukota itu sudah sangat ramai dan terlihat jika toko toko juga sudah beroperasi kembali.


"Sungguh disayangkan kota sebesar ini namun perdagangan sangat sepi." Ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan dia terus berjalan menuju gerbang ibukota itu namun bukan pintu gerbang tempat dia masuk melainkan pintu gerbang belakang yang menuju ke kota Kyung.


Memerlukan waktu sampai dua jam untuk Long Tian keluar dari dalam ibukota dan dia kini sudah keluar dari ibukota tanpa ada gangguan apapun namun dia sungguh tidak menyangka jika saat di perjalanannya dia melihat banyak sekali pengemis di sebuah jalanan yang dekat dengan pintu gerbang keluar itu.


"Awan bergeraklah ke seluruh dunia ini dan kembalilah kesini dengan cepat" ucap Long Tian sambil berkomunikasi dengan semesta.


Awan langsung merespon dengan cepat melesat memutari dunia itu, sedangkan Long Tian tetap berdiri sambil mengedarkan kesadaran jiwanya ke dunia di bawahnya untuk memeriksa semua yang dia lewati, dia juga menggunakan kekuatan mata emasnya untuk melihat apa saja yang ada dibawahnya itu.


Banyak kota dan desa dan kerajaan yang dia lintasi, dan semuanya belum menarik minat nya sedikit pun semuanya tidak memiliki bahaya yang mengancam seperti eksistensi raja iblis darah bertanduk empat yang sempat dia hadapi.


"Semuanya begitu tenang dan tidak ada lagi raja iblis darah ataupun jenderal iblis darah di dunia ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil menghentikan awan yang masih melesat dengan cepat karena sudah persis di atas kota Kyung bersamaan dengan cincin komunikasi nya yang bersinar terang.


Long Tian kemudian memberikan sedikit Qi miliknya ke dalam cincin komunikasi nya itu.


"Penguasa semua tamu anda sudah ada di dalam Sekte pilar naga emas dan menunggu anda di lapangan belakang sekte" ucap Jenderal Jee melalui cincin komunikasi.


"Baik saya akan kesana, sampaikan kepada Fibu bahwa hari ini juga adalah hari peresmian sekte pilar naga emas" ucap Long Tian dengan santai melalui cincin komunikasi nya.


"Baik Penguasa" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat melalui cincin komunikasi.


Long Tian kemudian mengaktifkan kekuatan 100 galaksinya dan mengarahkan awan untuk turun menuju ke lapangan belakang sekte pilar naga emas..


Awan pun langsung merespon dengan bergerak turun ke arah lapangan belakang sekte pilar naga emas.


Semua orang yang ada di kota Kyung melihat ke arah atas dan melihat jika Long Tian berdiri di atas awan yang melayang turun.


"Hormat kami kepada penguasa abadi 100 galaksi" ucap semuanya dengan kompak yang ada di lapangan belakang milik sekte pilar naga emas sambil berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian lalu semuanya duduk di atas rumput lapangan itu.


"Kalian semua adalah orang orang baik yang selama ini hidup dengan sederhana dan saat ini kalian ada di dalam sekte pilar naga emas milikku yang akan di pimpin oleh bawahan ku Fibu, kalian aku berikan kesempatan untuk bergabung dan membesarkan sekte pilar naga emas ini, dan sejujurnya aku juga berharap kalian semuanya bergabung disini aku berikan kalian semua waktu sepuluh menit untuk berbincang dengan keluarga kalian dan untuk yang setuju silahkan tetap disini sedangkan yang tidak setuju silahkan bergeser ke sebelah kanan ke lapangan yang kosong itu, kalian semua ingatlah ini bukan paksaan aku akan tetap memberikan kalian semua hadiah meski kalian tidak bergabung dengan sekte pilar naga emas ku" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta yang terdengar sangat mendominasi oleh semua orang itu, dia yang masih berdiri di atas awan satu meter di atas tanah dia kemudian membuat singgasana awan dan mendudukinya.


Didepan Long Tian sendiri saat ini duduk ribuan orang yang semuanya adalah penduduk pertama ibukota yang salah satunya adalah yang dia bantu sebelumnya.


Semua orang itu menengok ke kanan kirinya dan tampak jika mereka berdiskusi dengan keluarga mereka karena mereka memang sudah mengetahui sekte pilar naga emas namun belum memikirkan untuk bergabung.