
Long Tian kemudian melepaskan jubah perang milik Jenderal iblis bertanduk dua itu dan dia melihat bahwa jubah perang itu tidak lebih baik dari jubah perang buatannya dan dia kini mengetahui bahwa ada beberapa bagian yang lemah di jubah perang itu.
"Aku simpan saja dulu jubah perang ini agar nanti bisa aku buat yang lebih baik atau senjata yang bisa melawannya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memasukan Jubah Perang itu ke ruang artefak dunia jiwa.
"Aku ingin tau apa saja yang kalian miliki tapi jika aku berkeliling di dunia kecil ini akan sangat lama sebaiknya……" Ucap Long Tian sambil mengeluarkan Cahaya emas penariknya.
Cahaya emas penarik berjumlah jutaan melesat ke seluruh dunia kecil itu dengan sangat cepat, seakan akan takut kehilangan harta yang akan mereka ambil.
"Mo Lui itu bisa mengunci ruang dan juga bisa mengirim serangan Qi tanpa putus apakah semua Jenderal iblis mempelajari hal ini" ucap Long Tian sambil melihat jika cahaya emas penariknya sudah banyak yang kembali.
Long Tian membuat cahaya emas penariknya untuk meletakkan semua barang yang dibawanya menjadi beberapa tempat dan kini ia melihat gunungan koin dan tael emas, gunungan perhiasan, gunungan senjata dan jubah perang gunungan artefak dan tumpukan kitab serta gulungan kuno.
"Kalian benar benar mempersiapkan diri dengan semua senjata pusaka tingkat dewa dan jubah perang serta menara dunia kecil sebanyak ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat gunungan hasil cahaya emas penariknya.
Long Tian langsung menyimpan semuanya di istana dunia jiwa sesuai tempat tempat harta itu semua.
Long Tian Kemudian berjalan mendekati pintu dimensi tempat dia masuk ke dunia kecil itu dan dia mengambil artefak menara yang di simpan oleh para iblis darah di atas pintu dimensi itu.
"Kalian terlalu percaya diri sampai sampai menyimpan menara ini di dekat pintu dimensi ini" ucapnya sambil mengambil menara itu dan menyimpannya.
"Pengendalian Alam, tanah telan semuanya" ucapnya sambil menghentakkan kakinya pelan.
Tanah bergetar dan Long Tian melihat jika tubuh Jenderal iblis bertanduk dua itu perlahan di tarik ke dalam tanah.
Lima belas menit berlalu dan getaran tanah sudah berhenti, Long Tian kemudian memasuki pintu dimensi dan muncul kembali di dalam Goa tempat dia pertama kali bertemu dengan Jenderal iblis darah Mo Lui.
"Aura kematian ini masih sangat kuat berarti bukan hanya Mo Lui disini penyebabnya" ucap Long Tian sambil mengeluarkan artefak menara dunia kecil itu dan menggunakan kekuatan pikirannya untuk memasukkan pintu dimensi itu ke dalamnya.
"Goa ini terlalu gelap" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya.
"Domain cahaya" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dengan cepat dan Goa itu kini menjadi sangat terang dan menyilaukan tapi tidak untuk Long Tian sebagai pemilik domain.
" Jadi makam ini penyebab pekatnya aura kematian dan kegelapan ini." Ucap Long Tian yang kini berdiri di depan sebuah kotak batu yang merupakan makam kuno.
Boooooom
Tiba tiba Long Tian terdorong sepuluh meter dan punggungnya menabrak dinding Goa.
Long Tian terlambat menyadari jika jiwa Pemilik makam itu masih ada di dalam makam dan menyerangnya dengan serangan jiwa dan aura kematian.
Long Tian Kemudian bangun dan berdiri kembali, dia langsung menggerakan tangannya dengan cepat dan menunjuk ke arah makam kuno itu.
Long Tian tidak diam tetapi kembali membuat segel penghapus jiwa dan mengirimkannya dalam makam itu, cahaya emas melesat menembus cakram langit dan masuk kedalam makam.
"Arrrrrrrgggggggggg"
Terdengar jeritan yang sangat menyayat hati dari dalam makam.
Beriringan dengan hilangnya suara jeritan tekanan aura kematian itu menghilang dan kini cahaya matahari mulai memasuki Goa itu.
Long Tian Kemudian menghilangkan domain cahaya dan kini dengan masuknya sinar matahari terlihat jelas isi Goa itu dan juga bentuk makam kuno itu.
" Benar benar mengerikan, untungnya makam itu sebelumnya tersegel dan jiwa yang didalam makam itu juga sudah lama terluka jadi hanya bisa mengirim sekali serangan kepadaku" ucap Long Tian sambil menelan Pil Penyembuh dan berjalan mendekati makam itu.
Long Tian menghilangkan cakram langit dan menggunakan kekuatan aura naga untuk membuka penutup makam itu.
Terlihat jika di dalam makam ada sesosok tubuh utuh iblis darah lengkap dengan jubah dan mahkota.
"Jadi kau adalah raja iblis, pantas saja jiwamu sangat kuat, siapapun yang menyegel makam ini dulunya pasti sangat kuat, meski segel ini melemah seiring waktu, tapi sangat di sayangkan jika segel buatannya ini malah mempertahankan tubuh raja iblis ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat tulisan tulisan kuno di batu makam itu.
Long Tian kemudian mengambil mahkota raja iblis dan menyimpannya di cincin dimensinya, dia melihat jari mayat raja iblis dan menemukan sebuah cincin dimensi yang masih terpakai.
"Kau sudah tidak membutuhkan cincin ini dan isinya" ucap Long Tian sambil mengambil cincin dimensi itu.
"Sudah tidak ada lagi yang bermanfaat dari makam ini, jubahmu juga hanya jubah biasa lebih baik aku memberimu hadiah saja" ucap Long Tian sambil menggerakan tangannya dan mengirim segel kutukan darah.
Bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman keluar dari jari telunjuknya dan mengenai kening raja iblis itu, keluar dari tubuh raja iblis jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman yang melesat ke arah luar Goa itu.
Tubuh dan pakaian raja iblis itu kini sudah menjadi abu tidak menyisakan apapun lagi disana.
"Pengendalian Alam, tanah telanlah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menghentakkan kakinya pelan.
Goa itu bergetar dan perlahan Makam kuno yang terbuat dari batuan alam itu kini mulai terhisap oleh tanah, membutuhkan waktu sampai lima menit untuk menelan seutuhnya makam kuno yang cukup besar itu karena adanya segel kuno yang masih menempel di dinding dinding makam kuno.
"Raja iblis darah ini dimakamkan disini sudah ratusan juta tahun dan itulah sebabnya jenderal iblis darah menjaga Goa ini namun siapa yang membunuh raja iblis ini? Bahkan sampai menyegel makamnya" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya mencari petunjuk lebih dari Goa itu.
"Tidak ada apapun yang aku temukan dan sudah tidak ada lagi yang membahayakan dunia ini di Goa ini" ucap Long Tian sambil melangkah keluar dari Goa itu.
Long Tian kemudian mencoba berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada dunia yang saat ini di berada namun dia tidak dipindahkan kemana pun.