
"Kepala desa saya tadi bertemu dengan seorang pemuda yang kebetulan dia adalah Dewa Naga Emas dan beliau menitipkan ini kepada ku untuk dibagikan secara merata ke semua penduduk desa kita, Dewa Naga Emas juga berpesan agar kita mulai beternak untuk mengantisipasi gagal panen seperti sekarang" Ucap pria sepuh itu sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian dengan bersemangat.
kepala desa itu menerima cincin dimensi itu dan langsung melihat isinya.
"Ini benar benar keberuntungan dari langit untuk kita semua, kalian semua dengarkan baik baik, Dewa Naga Emas memberikan kita satu juta keping koin emas jadi kalian semua masing masing akan mendapatkan dua ribu keping koin emas dan sisa dua ribu keping koin emas akan kita belikan hewan ternak untuk kita ternakan bersama sama, aku berikan lahan ku yang tidak terpakai untuk menjadi lahan peternakan kalian semua" ucap kepala desa itu dengan menggunakan Qi mendalamnya sehingga semua penduduk desa mendengar hal ini demikian juga Long Tian yang sedang berada di dalam hutan dekat desa itu ikut mendengarnya.
….
"Haisss kepala desa ini ada ada saja mengagetkan aku saja" ucap Long Tian yang kemudian melihat ke arah desa yang berjarak satu kilometer dari tempatnya.
"Nama ku Long Tian, kalian semua orang baik, tetaplah menjadi orang baik, kalian mulailah beternak agar jika kalian mengalami gagal panen masih ada harapan pemasukan untuk kalian, aku akan membantu kalian mengatasi masalah di hutan kalian jadi kedepannya kalian bisa mendapatkan hasil dari hutan ini" ucap Long Tian sambil menggunakan kekuatan semesta dan dia fokuskan hanya didalam desa itu saja yang bisa mendengar nya.
…
Semua penduduk desa tanpa terkecuali mendengar perkataan Long Tian yang sangat mendominasi itu dan mereka semua langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.
Kepala desa itu kemudian membagikan semua koin emas itu dan para penduduk yang mendapatkan dua ribu keping koin emas kembali bersujud mendoakan Long Tian.
….. kembali ke Long Tian.
Long Tian yang berada di dalam hutan kini melihat jika benar apa yang dikatakan oleh pria sepuh warga desa itu, dia melihat jika ada jutaan ular berbisa yang hidup di hutan itu.
Long Tian kemudian mengeluarkan seribu pedang dari halaman istana dunia jiwanya yang menumpuk belum sempat dia bereskan.
Seribu pedang itu melayang di atas kepala Long Tian yang sedang melayang satu meter diatas tanah hutan itu.
"Bunuh semua ular berbisa di hutan ini dan hutan hutan lainnya di dunia ini, hilangkan semua ular ini dan bunuh semua orang yang berhati jahat yang bersembunyi di dalam hutan" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya ke atas kepalanya dan melapisi semua pedang itu dengan cahaya emas penariknya dan segel kutukan darah serta segel penghapus jiwa.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman keluar dari telapak tangannya dan langsung melapisi seribu pedang itu.
Seribu pedang yang sudah dilapisi dengan cahaya emas penariknya dan juga segel penghapus jiwa dan segel kutukan darah itu melesat dengan cepat ke bawah bahkan ke pepohonan dengan sasaran semua ular ular berbisa itu dan juga semua orang yang berhati jahat yang bersembunyi di dalam hutan itu karena Long Tian dengan mata emasnya melihat jika ada seratus orang yang bersembunyi di dalam hutan itu.
Long Tian tidak menunggu semuanya selesai tetapi dia kemudian berteleportasi ke atas awan dan membuat singgasana awan yang langsung di duduki olehnya.
Waktu terus berlalu dan sudah hampir tiga jam berlalu namun pedang pedang nya belum juga kembali kepadanya yang menandakan bahwa mereka belum selesai dengan tugas mereka.
Cincin komunikasi yang dipakai oleh Long Tian bersinar terang dan langsung di berikan sedikit Qi oleh nya.
"Penguasa, pembangunan sudah selesai dan saat ini kami sedang melakukan finishing serta hal hal detail lainnya, jika sudah selesai akan saya sampaikan lagi" suara Tuan kota ahli bangunan dunia naga terdengar melalui cincin komunikasi itu.
"Baik terima kasih, mohon informasikan jika semuanya sudah selesai" jawab Long Tian melalui cincin komunikasi
"Baik Penguasa" ucap tuan kota ahli bangunan dunia naga melalui cincin komunikasi.
"Dengan perubahan waktu ini semua nya jadi seperti keajaiban" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil mengawasi bagian dalam hutan tepatnya sebuah lembah yang banyak manusia didalamnya dan saat ini sedang berhadapan dengan pedang pedang yang dikendalikan oleh hukum pengendalian senjata nya.
Manusia manusia yang ada di lembah itu berusaha melawan pedang pedang Long Tian namun seberapa kuat pun mereka tidak bisa menghentikan pedang pedang itu sehingga satu persatu kehilangan kepala mereka.
"Jadi itu yang di bilang lembah siluman, dan sepertinya aku tidak perlu turun tangan mereka hanya tingkat pencipta bumi yang terkuat, cukup dengan pedang pedang itu saja mereka sudah bisa dihadapi" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil mengalihkan pandangannya ke desa dan kota yang belum di datangi di area dalam kubah perlindungannya.
"Masih ada empat kota dan lima desa, sebaiknya aku nanti mengunjungi salah satu kota dan desa itu" ucap Long Tian kembali berbicara sendiri sambil tetap mengawasi semua yang ada di dalam kubah perlindungannya.
Satu jam berlalu dan satu persatu pedang itu sudah kembali kepadanya dan ada ratusan cahaya emas penariknya yang membawa harta yang di ambil dari manusia manusia yang bersembunyi di dalam hutan dan lembah itu.
Semuanya langsung Long Tian masukan ke halaman istana dunia jiwanya untuk dia bereskan nantinya dikala senggang.
"Baiklah, tanah telat semua mayat manusia manusia itu dan semua bangkai ular itu" ucap Long Tian kemudian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Terlihat jika gempa bumi terjadi di hutan itu dan semua mayat dan bangkai ular itu tertelan oleh tanah semuanya dalam waktu yang sangat cepat, bumi pun berhenti bergetar dan semuanya kembali normal.
Long Tian kemudian berteleportasi ke sebuah jalanan yang menuju ke sebuah desa dan desa itu mempunyai desa desa lain yang berdekatan juga satu arah dengan beberapa kota yang belum di kunjungi oleh Long Tian.
Long Tian langsung berjalan dan memasuki gerbang desa itu dengan santai sambil melihat sekelilingnya.
"Semuanya begitu asri dan terawat, penduduk desa ini sangat peduli dengan lingkungan, bahkan jalanan ini pun mereka rawat dengan sangat baik" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah menuju desa itu.