
"Kepala desa, apakah masih ada penduduk mu yang sakit" ucap Long Tian sambil berjalan bersama kepala desa itu menuju ke gerbang desa.
"Penguasa masih ada beberapa orang yang sakit namun tidak separah tadi" ucap kepala desa itu dengan ramah dan hormat.
"Baiklah simpan ini dan gunakan jika ada yang membutuhkan saja sisanya kau saja yang menyimpannya" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus pil penyembuh tingkat pencipta dan dua ribu pil penyembuh tingkat dewa.
"Penguasa terima kasih, hamba akan menggunakan nya sebijak mungkin" Ucap kepala desa itu sambil melihat isi dari cincin dimensi pemberian Long Tian itu dan tetap berjalan menemani Long Tian.
"Baiklah kau lanjutkan saja, aku akan pergi sendiri, tetaplah bijak dalam situasi apapun dan jangan pernah ragu untuk menghapus semua ras iblis darah dan para pengikutnya sampai akarnya di masa yang akan datang" ucap Long Tian yang sudah sampai di gerbang desa itu.
"Baik Penguasa, terima kasih atas semua bantuan anda" ucap pria sepuh itu dengan hormat dan melihat jika Long Tian menghilang dari pandangannya.
Kepala desa itu langsung berlutut dan bersujud untuk menghormati dan mendoakan Long Tian.
Sementara itu Long Tian kini sudah berdiri di atas awan dan melihat ke desa itu.
"Aku masih bisa melebarkan sepuluh kilometer lagi dan masih aman untuk mereka semua" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan kubah perlindungan yang melindungi desa itu kini melebar sepuluh kilometer.
"Awan bergeraklah ke atas hutan itu, aku ingin tahu apakah penyebab siluman siluman serigala itu sampai menyerang manusia" ucap Long Tian pelan sambil melihat sebuah gunung yang cukup besar.
Awan pun langsung merespon dengan bergerak ke atas puncak gunung itu.
"Jadi ada markas ras iblis darah di puncak gunung ini, dan sepertinya mereka juga yang sebelumnya membuat kubah transparan yang melarang seorang pun untuk bisa terbang" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat ke bawahnya.
Long Tian kemudian menunjuk ke arah puncak gunung itu dan terlihat jika cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya yang langsung membentuk kubah cahaya yang menutupi seluruh areal gunung itu.
"Mau manusia mau binatang jika memiliki niat jahat maka tetap saja akan ku jadikan abu" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat semua yang ada di bawahnya itu dengan mata emasnya.
Dia melihat jika ada sebuah perkampungan di puncak gunung itu dan semuanya merupakan ras iblis darah sedangkan para siluman serigala itu menempati bagian tengah dari hutan yang ada di gunung itu.
"Baiklah kita kurung terpisah saja mereka itu" ucap Long Tian sambil kembali menunjuk ke bawah dan dua cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman kembali keluar dari jari telunjuknya itu.
Satu cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman membentuk kubah cahaya yang menutupi seluruh areal puncak gunung sedangkan satu lagi menutupi bagian tengah hutan yang merupakan perkampungan siluman serigala yang sudah beregenerasi sebagian menjadi manusia.
Long Tian kemudian berteleportasi ke puncak gunung itu dan dia tidak memasuki kubah melainkan berdiri di depan gerbang masuk perkampungan itu yang kini ada di dalam kubah buatannya.
"Baiklah iblis jelek kita bersenang senang dahulu ya sebelum kalian mati" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta yang dia fokuskan hanya untuk para iblis darah yang ada di dalam perkampungan puncak gunung itu.
Ras iblis darah yang mendengar suara Long Tian langsung melesat ke dekat gerbang masuk perkampungan mereka dan melihat Long Tian yang sedang duduk di batu besar yang atasnya datar di depan gerbang masuk ke dalam perkampungan mereka itu dengan jarak hanya dua belas meter saja.
"Manusia bertarung lah dengan jantan dan hilangkan kubah cahaya mu ini" ucap seorang jenderal iblis darah yang ada paling depan dari iblis iblis darah lainnya di dalam perkampungan itu dengan nada amarah yang membara.
"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya dengan perlahan.
Seperti biasa semua senjata merespon dengan cepat dan langsung melesat ke atas kepala Long Tian terlepas dari tangan para iblis darah itu bahkan semua senjata yang mereka simpan juga ikut melesat.
Semua senjata itu kini sudah berada di atas kepala Long Tian melayang seolah olah ada yang mengendalikan nya.
"Potonglah tangan kanan dan kaki kiri mereka" ucap Long Tian dengan santai sambil tersenyum dan menunjuk ke arah ras iblis darah itu dengan tangan kanannya.
Semua senjata kembali merespon dengan cepat dan langsung melesat kembali memasuki perkampungan itu, semuanya langsung bekerja sesuai perintah Long Tian yaitu memotong tangan kanan dan kaki kiri ras ras iblis darah itu dengan tidak dapat di halangi oleh satu pun dari ras ras iblis darah itu bahkan jenderal iblis darah itu yang pertama kehilangan tangan dan kakinya di ikuti oleh yang lainnya termasuk yang masih ada di dalam rumah rumah mereka.
Semua iblis darah itu terjatuh ke tanah dan terlihat sangat kesakitan dengan darah yang terus menerus keluar dari tubuh mereka yang terpotong itu.
Senjata senjata itu kembali melesat namun tidak ke atas kepala Long Tian melainkan melayang di belakang Long Tian sambil bergetar untuk membersihkan darah yang menempel.
Tidak ada satupun yang selamat dari serangan itu semua nya kini terlihat berguling guling di tanah menahan rasa sakit mereka.
"Aku ingin tahu apa yang kalian semua lakukan selama ini di gunung ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengeluarkan satu bola kristal kenangan tingkat pencipta miliknya.
Bola kristal kenangan itu langsung melesat dengan cepat dan melayang di atas Jenderal iblis darah itu lalu menarik paksa ingatan Jenderal iblis darah itu dengan tanpa bisa di tolak oleh jenderal iblis darah itu sampai sampai Jenderal iblis darah itu jatuh pingsan karena kesakitan.
Bola kristal kenangan yang sudah mengambil kenangan jenderal iblis darah langsung melesat kembali ke Long Tian dan melayang satu meter di depan Long Tian yang kemudian membesar dan memperlihatkan semua ingatan Jenderal iblis darah selama hidupnya.
Long Tian yang melihat isi ingatan Jenderal iblis darah itu hanya bisa menahan amarahnya karena isinya semua perbuatan jahat dari Jenderal iblis darah itu termasuk dengan pengorbanan darah yang mereka lakukan selama ini untuk menghidupkan kembali raja iblis darah yang ada di ruang bawah tanah sebuah rumah besar di dalam perkampungan itu.