
"Dimana kediaman mu berada" ucap Long Tian dengan ramah.
"Bangunan menara itu merupakan bagian kediaman keluarga kami sebelumnya" ucap ayah anak perempuan itu dengan ramah.
"Apakah semua kaum bangsawan mendukung keputusan tuan kota ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat menara tertinggi di kota itu yang berjarak lima kilometer dari lokasinya saat ini namun masih terlihat jelas.
"Awalnya tidak tapi sejak penyerangan ke kediaman kami mereka pun menyetujuinya" ucap ayah itu dengan sangat sopan.
Long Tian menunjuk ke arah luar rumah itu tepatnya ke atas tanah di halaman rumah itu.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya dan mengenai tanah lalu menyebar dengan cepat ke semua area kota itu melapisi semua tanah dan yang ada di atasnya bahkan rumah anak perempuan itu pun kini terlapis oleh segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa termasuk kursi dan meja yang digunakan oleh Long Tian juga terlapisi.
"Tuan muda cahaya ini, cahaya apa" ucap ayah anak itu dengan sangat sopan dan sedikit kaget.
"Ini segel kutukan darah dan juga segel penghapus jiwa, semua yang berjiwa jahat jika mengenai segel ini maka akan menjadi abu termasuk dengan semua orang yang merupakan garis darah mereka" ucap Long Tian dengan santai sambil tersenyum dan menikmati teh herbal buatannya.
Pria itu hanya mengangguk tanda mengerti maksud Long Tian.
"Apa semua harta mu di ambil oleh mereka" ucap Long Tian dengan ramah dan santai sambil melihat jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang beterbangan di kota itu juga lebih banyak yang keluar dari kota itu.
" Benar Tuan muda" ucap pria itu dengan hormat sambil mengangguk dan melihat bola bola cahaya kecil itu.
"Kau akan ku jadikan tuan kota ini, jadi ku harap kau bisa memimpin dengan bijaksana" ucap Long Tian dengan ramah sambil menunjuk ke arah depannya.
Ribuan Cahaya emas penariknya kini melesat keluar dari jari telunjuknya dan menyebar ke seluruh area kota itu dengan cepat, mengambil semua harta yang di tinggalkan oleh semua orang yang kini sudah menjadi abu termasuk tuan kota itu dan semua bawahannya.
"Tuan muda, saya tidak terlalu berminat untuk itu, karena tidak mudah mengalahkan tuan kota" ucap pria itu dengan sangat hormat.
"Kau ini bicara apa, dia sudah menjadi abu" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.
Ayah anak perempuan itu terlihat sangat kaget dengan ucapan Long Tian itu.
Ribuan cahaya emas penariknya melesat dengan cepat ke Long Tian dan Long Tian kemudian menyobek ruang dan mengarahkan agar semua nya langsung memasuki sobekan ruang yang dia arahkan ke dunia jiwanya tepat nya ke halaman istana dunia jiwanya.
"Ajak anak istri mu, kita kembali ke kediaman aslimu, kasian anak perempuanmu itu jika dia harus hidup seperti ini disini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan menggunakan mata emasnya untuk melihat ke seluruh bagian kota.
"Tuan muda terima kasih atas bantuan anda" ucap ayah anak perempuan itu sambil berlutut di depan Long Tian.
"Aku memintamu untuk memanggil anak dan istri mu bukan untuk kau berlutut, bangun lah" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baiklah kita kesana" ucap Long Tian sambil berdiri lalu berteleportasi dengan membawa ketiga orang itu.
Mereka berempat muncul di depan sebuah kediaman bangsawan yang sangat megah dan sangat luas.
"Apakah ini rumah kalian" ucap Long Tian dengan ramah dan santai.
"Tuan muda ini benar dulunya kediaman kami" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
"Ayah aku takut" ucap anak perempuan itu sambil memeluk kaki ibunya.
"Adik kecil, rumah ini sudah kosong dan rumah ini adalah rumah kalian, kakak sudah mengusirkan semua orang yang ada didalan sini untuk adik kecil" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Tuan muda benarkah" ucap anak perempuan itu dengan hormat.
"Ayo kita masuk" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki gerbang kediaman bangsawan itu dan menyentuh gerbang itu.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman keluar dari telapak tangannya dan menyebar dengan cepat membentuk kubah perlindungan yang dilengkapi dengan segel Kutukan darah dan segel penghapus jiwa.
"Kubah pertahanan ini akan terus ada di kediaman ini jadi kalian semua akan aman selama di dalam kediaman ini atau kota ini karena segel perlindungan kota juga tidak aku hilangkan" ucap Long Tian sambil melangkah menuju teras kediaman itu dan kemudian dia duduk di salah satu kursi teras itu di ikuti oleh ayah anak perempuan itu sedang anak perempuan dan ibunya memilih untuk memasuki kediaman mereka yang sudah dua tahun tidak Mereka tempati.
"Aku ingin bertanya lagi apakah anda mau jadi tuan kota dan memimpin semua warga kota ini" ucap Long Tian dengan tegas namun sopan.
"Saya bersedia namun sepertinya penduduk tidak bersedia karena saya tidak lagi memiliki harta dan pasukan untuk mengamankan kota ini" ucap ayah anak itu dengan hormat.
"Terima ini untuk mu, dan ingatlah bekerja untuk kemajuan penduduk jangan jadikan jabatanmu untuk kekayaanmu saja atau ego mu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi seratus ratus juta keping koin emas dan seratus juta tael emas.
"Tuan muda ini terlalu banyak, saya hanya membutuhkan satu juta keping koin emas saja" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat sambil mengembalikan cincin dimensi milik Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.
"Saya tidak perlu penolakan, semua itu bukan untuk mu, namun untuk anak perempuan mu, yang masih memiliki banyak peluang di masa depan" ucap Long Tian dengan santai dan ayah anak perempuan itu hanya mengangguk lalu memakai cincin dimensi itu
"Siapa namamu?" Tanya Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, Nama saya Lan Ji, maaf siapakah nama anda" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
"Kalian semua dengarkan baik baik, Nama Ku LONG TIAN, aku adalah Penguasa 100 Galaksi dan dengan ini aku umumkan jika Tuan Kota pilihanku adalah Lan Ji, silahkan kalian dukung Lan Ji dan berikan dia teguran jika dia lalai atau ragu." Ucap Long Tian yang sudah menggunakan kekuatan 100 galaksi dengan tegas dan mendominasi.
Suara Long Tian yang mendominasi itu terdengar di seluruh kota itu saja dan banyak penduduk yang bersorak gembira atas berubahnya kepemimpinan kota mereka.