Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 73 part 11


"Tuan ini anda simpanlah sisanya untuk anda saja dan saya minta tolong jika ada penduduk yang berjaga lagi di gerbang kota bisa anda berikan kepada mereka makanan dan minuman agar mereka bersemangat" ucap Long Tian sambil memberikan tiga ratus keping koin emas ke pria sepuh pemilik rumah makan itu.


"Tuan muda ini sangat banyak" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan tidak apa2, bisakah saya ikut dengan anda ke jembatan itu siapa tau saya bisa ikut membantu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Mari Tuan muda kita kesana terima kasih jika anda memang ingin membantu kami" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Istriku aku akan pergi dulu menemani Tuan muda ini ke jembatan" ucap pria sepuh itu lagi ke istrinya yang sedang membereskan piring piring di meja.


"Suamiku dan Tuan muda berhati hatilah" ucap istri pemilik rumah makan itu dengan ramah.


Long Tian dan pria sepuh pemilik rumah makan berjalan berdampingan menuju lokasi jembatan menyusul rombongan kepala desa yang sudah lebih dulu berangkat.


"Tuan perkebunan teh dan Kopi ini sangat luas, kemana kalian menjualnya" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya yang merupakan sebelah kanannya perkebunan kopi dan sebelah kiri adalah perkebunan teh.


"Tuan muda ini semua kebun milik kepala desa dan biasanya dijual ke kota namun sejak jembatan kami putus kami jadi sudah jika harus ke kota terdekat, Tuan muda adalah satu satunya tamu ke desa kami selama tiga tahun ini" ucap pemilik rumah makan itu dengan ramah.


"Apakah warga desa memiliki masalah lain selain jembatan ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tetap melangkah mengiringi langkah kaki pria sepuh itu.


"Ya namanya hidup di desa masalah pasti ada namun tidak sebesar masalah di kota, kami hanya membutuhkan akses jalan saja tidak ada yang lain yang kami butuhkan." Ucap pria sepuh itu dan kini mereka hampir sampai karena terlihat puluhan warga di depan mereka yang sedang berdiri di pinggir sungai.


"Sedikit mirip dengan desa naga, tapi kenapa di seberang sungai ini terasa sangat mencekam" ucap Long Tian dalam hatinya.


"Tuan di seberang sungai kenapa terasa berbeda" ucap Long Tian sambil menunjuk ke seberang sungai.


"Tuan muda itu karena desa di seberang sungai itu terkena serangan dari ras iblis darah beberapa tahun lalu, mereka semua meninggal dunia, namun hanya ini akses satu satunya yang terdekat ke kota lagi pula buat kami desa seberang sungai itu sudah tidak mencekam" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan dibalas senyuman oleh Long Tian.


Long Tian yang melihat jika desa di seberang sungai itu masih memiliki banyak misteri karena ada beberapa bagian desa yang tidak tembus oleh mata emasnya merasa sangat penasaran akan hal ini.


"Kepala desa Tuan muda ini hendak membeli hasil perkebunan anda karena anda kesini jadi ya Tuan muda ikut kesini" ucap pria sepuh pemilik rumah makan itu.


"Tuan muda maaf saya tidak tahu akan hal itu berkenan anda menunggu sebentar kami sedang mempelajari apakah kami bisa memperbaiki jembatan ini atau tidak" ucap kepala desa itu dengan ramah


"Jembatan ini sudah sangat rusak, apakah boleh saya membantu kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda nanti pakaian anda kotor jika anda ikut serta, kami juga belum bisa memastikan apakah kami juga bisa atau tidak" ucap kepala desa itu dengan ramah.


Warga desa yang rata rata hanya tingkat dao bumi tahap awal itu kaget karena mereka kira Long Tian tidak berkultivasi karena tidak melihat tingkat kultivasi Long Tian, mereka semua kemudian mundur dari bibir sungai itu.


Jembatan itu sendiri sudah sangat rusak dan merupakan jembatan kayu yang terputus di bagian tengahnya, lebar jembatan itu juga sangat lebar sampai seratus meter bahkan kedalaman sungai nya juga sampai lima puluh meter dengan tebing sungai setinggi dua puluh meter.


Long Tian kemudian kembali ke bibir sungai namun tidak di bagian desa melainkan di seberangnya.


"Alam buatkan jembatan untukku" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya dan fokus berkomunikasi dengan semesta.


Tanah bergetar dengan hebat dan terlihat jika dari kedua bagian jembatan kayu itu kini mulai hancur dan jatuh kedalam sungai.


Para penduduk di seberang terlihat ketakutan karena gempa yang terjadi ini tidak pernah mereka rasakan sebelumnya banyak dari mereka yang berlari kembali ke desa karena khawatir dengan keluarga mereka.


Sementara itu batu batuan dan tanah di kedua bagian sungai mulai membentuk dan terus bergerak maju sampai membuat sebuah jembatan yang melengkung di atas sungai dengan sangat kokoh dan memiliki lebar sampai dua puluh meter, gempa bumi pun berhenti dan kini jembatan itu terlihat jelas oleh semua warga yang masih bertahan disana.


Jembatan buatan long Tian ini juga memiliki pagar setinggi dua meter untuk mencegah ada yang terjatuh dari atas jembatan.


Long Tian kemudian berjalan ke atas jembatan dan kembali ke seberang sungai itu dengan santai seolah olah bahwa jembatan itu sudah ada sejak jaman dahulu kala.


"Kepala desa bagaimana jembatan buatanku, apakah kalian cocok" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.


"Tuan muda terima kasih" ucap mereka semua dengan ramah sambil membungkuk untuk menghormati Long Tian yang sudah membuatkan mereka jembatan.


"Iya sama sama, apakah lebar jembatan ini sudah cukup untuk kalian lintasi" ucap Long Tian dengan ramah.


"Sudah sangat cukup Tuan muda, kalian semua berjaga disini dahulu sampai semua penduduk bisa bersama sama menembus hutan di seberang dan sekaligus membersihkan jalanan disana" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Kepala desa bisakah anda menceritakan ada apa di seberang sana dengan detail" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda desa di seberang itu beberapa tahun lalu di bantai oleh para iblis darah dan juga para pengikutnya, tidak ada satupun warga yang selamat namun ada rumor yang mengatakan sering terlihat beberapa orang berpakaian hitam di desa itu saat malam" ucap kepala desa itu dengan ramah sambil melihat ke seberang.


Lima orang warga kemudian naik ke atas jembatan dan mereka terlihat sangat bahagia atas jembatan ini karena sangat kokoh dan juga lebar.


"Baiklah jika demikian saya akan memberikan kalian semua segel perlindungan yang akan mengamankan desa kalian dan juga jembatan ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah bibir sungai seberangnya.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat dengan cepat dan langsung menyebar, membentuk sebuah kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang menutupi seluruh desa dan hutan desa serta beberapa bagian sungai itu.