
"Haissssss kenapa aku di munculkan di atas pohon seperti ini" ucap Long Tian yang saat ini berdiri di atas sebuah dahan pohon yang sangat tinggi dan besar.
"Eh, ternyata ada manusia di bawah ku ini" ucap Long Tian yang melihat ada dua orang pria sepuh yang sedang duduk sambil bersandar di pohon besar itu.
"Kepala desa, apakah kita akan segera kembali ke desa atau kita tetap akan melanjutkan perjalanan kita ke kota" ucap salah seorang pria sepuh itu.
"Kita harapan semua penduduk desa untuk bisa membeli obat obatan dan juga hanya kita berdua saja yang masih bisa berjalan jauh saja, jika kita kembali ke desa tanpa membawa obat obatan bukankah kita hanya akan melihat kematian mereka saja termasuk keluarga kita juga" ucap pria sepuh satunya dengan ramah menjawab pertanyaan temannya itu.
"Kenapa desa kita bisa terkena racun ya, padahal tidak ada sekte aliran hitam di sekitar kita" ucap pria sepuh satunya.
"Aku juga tidak tahu, padahal kita tidak pernah menyakiti siapapun orang orang sekte aliran hitam itu" jawab kepala desa itu dengan ramah.
"Baiklah kita lihat apakah aku bisa membantu mereka dan bisa mencari tahu ada apa sebenarnya yang terjadi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi ke balik pohon tempat mereka bersandar.
Long Tian kemudian berjalan ke arah kedua orang sepuh itu dengan santai sambil pura pura menguap.
"Tuan muda maaf kami tidak tahu jika ada anda yang sedang istirahat di balik pohon ini" ucap pria sepuh yang merupakan kepala desa itu saat melihat Long Tian.
"Tidak apa apa Tuan, sudah pagi juga ternyata, maaf tadi saya dengar jika ada yang terkena racun, siapa di antara kalian berdua yang terkena racun" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk di dekat mereka berdua.
"Kami berdua dan semua penduduk desa kami, dua hari lalu ada asap hitam melintasi desa kami dan setelah asap hitam itu menghilang tiba tiba kami semua mendapatkan jika semua tanaman menghitam dan menjadi layu, kami juga mendapatkan luka hitam ini" ucap pria sepuh satunya dengan memperlihatkan dadanya yang menghitam.
"Racun itu menyebar melalui udara dan sepertinya racun itu merupakan racun dari kalajengking gurun" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Benar dugaanku, racun ini berasal dari gurun pasir yang berada di selatan desa kami itu" ucap kepala desa itu dengan ramah sambil mengatur nafas nya.
"Saya kemarin melihat ada juga yang terkena racun kalajengking gurun ini jadi saya sangat yakin ini racun yang sama" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan dua butir pil penyembuh tingkat pencipta.
"Tuan muda ini sangat berharga kami tidak sanggup membayar nya" ucap kepala desa itu sambil berusaha menolak pemberian Long Tian itu namun di tolak oleh Long Tian.
"Saya memberikan Pil Penyembuh tingkat pencipta ini untuk kalian berdua bukan mau menjualnya, sudah telan lah dulu, bukankah kalian ingin menyelamatkan semua penduduk desa kalian, lagi pula pil itu adalah buatan ku jadi kalian tidak usah khawatir" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan mengeluarkan satu poci teh besar dan tiga gelas gioknya lalu menuangkannya ke gelas gelas itu.
"Tuan muda terima kasih" ucap keduanya dengan kompak sambil kemudian menelan masing masing satu butir Pil Penyembuh tingkat pencipta pemberian Long Tian itu.
Mereka berdua merasakan jika organ dalamnya mulai membaik dan bahkan vitalitas mereka semakin baik, semua luka lama mereka juga menghilang dan keriput juga kini sudah tidak lagi terlihat.
"Tuan muda terima kasih" ucap keduanya sambil bersujud satu kali ke Long Tian sebagai tanda penghormatan karena berhutang nyawa ke Long Tian.
"Sudah duduklah lagi, minumlah teh herbal buatan ku ini agar tubuh kalian semakin sehat" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan meminum habis teh herbal buatannya yang ada di gelas nya.
Keduanya langsung duduk dan kemudian meminum teh herbal buatan Long Tian itu.
Lagi lagi keduanya merasakan khasiat nyata dan instan berkat teh herbal buatan Long Tian itu, tubuh mereka kini semakin prima dan lautan Qi mereka kini semakin penuh dan stabil.
"Tuan muda ini sangat istimewa, apakah ini minuman para dewa" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Entahlah, aku tidak tahu hanya saja itu murni buatanku" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.
"Terima kasih atas kebaikan anda, seandainya ada yang bisa kami berdua lakukan untuk anda kami berdua siap untuk itu" ucap kepala desa itu dengan ramah dan diikuti anggukan kepala oleh pria sepuh satunya.
"Sudah jangan dibahas lagi, ada berapa orang di desa anda yang terluka akibat racun kalajengking gurun ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, penduduk desaku ada delapan ratus lima orang dan semuanya terkena racun yang sama" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Apakah desamu masih jauh dari sini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya dan tidak melihat adanya bahaya untuk mereka bertiga.
"Dari sini hanya dua kilometer saja dan karena kami terluka jadi kami tidak bisa untuk terbang jalan pun kami hanya bisa sejauh ini" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Baiklah terima ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi seribu pil penyembuh tingkat pencipta dan dua ribu pil penyembuh tingkat dewa juga satu drum kayu besar teh herbal buatannya itu ke kepala desa itu.
"Tuan muda ini sangat berharga, bahkan jika kami menjual desa kami tidak sebanding dengan pemberian anda ini" ucap kepala desa itu sambil meminta temannya untuk ikut melihat isi cincin dimensi pemberian Long Tian itu.
"Benar Tuan muda, kami benar benar merasa ini terlalu berharga" ucap pria sepuh satunya sambil berusaha mengembalikan cincin dimensi itu namun di tolak oleh Long Tian dengan ramah.
"Saya ingin bertanya kepada anda berdua, adakah yang lebih berharga daripada nyawa orang yang kalian sayangi" ucap Long Tian dengan ramah dan senyum khasnya.
"Tidak Tuan muda tidak ada yang lebih berharga selain nyawa keluarga kami" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Jadi apakah ada alasan kalian menolak pemberiannya, kalian berdua tenang saja itu tidak gratis kalian harus memberikan aku berjanji kepada ku untuk selalu berbuat baik sampai kapanpun juga sebagai bayaran nya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.