Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 81 part 7


"Satu lagi pesanku, karena ada hal yang lupa aku bangun di desa kalian ini, buatlah prasasti untuk menghormati semua yang sudah meninggalkan desa ini, baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ku karena masih ada yang membutuhkan kehadiran ku" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan mengaktifkan kekuatan 100 galaksi.


Semua penduduk desa itu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian lalu semuanya tetap berlutut.


"Sebelum aku pergi apakah ada yang kalian inginkan lagi dariku" ucap Long Tian dengan ramah sambil mendekati anak perempuan yang pertama kali bertemu dengan nya.


"Penguasa sudah menjawab doa kami semua, tidak ada lagi yang kami inginkan selanjutnya" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat hormat dan di balas senyuman oleh Long Tian.


"Nak, aku akan pergi, kau belajar lah dengan baik dan jagalah kedua orang tua mu, ini aku ada hadiah khusus untukmu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi seratus pakaian anak perempuan lengkap dengan semua aksesorisnya yang dia beli sebelumnya di toko pakaian waktu di kota manusia gunung dan semuanya merupakan pakaian mewah.


"Penguasa terima kasih, anda sudah menyelamatkan nyawa kedua orang tua ku, anda juga mengabulkan doa kami untuk memiliki rumah kembali, bahkan sekarang rumahku seperti istana dalam dongeng, sangat bagus dan sangat luas" ucap anak perempuan itu dengan sangat sopan sambil berlutut dan memegang cincin dimensi pemberian Long Tian yang dia tidak bisa lihat apa isinya itu dan wajah nya terlihat kebingungan


"Pakailah cincin itu karena akan menyesuaikan dengan jarimu, lalu kau teteskan sedikit darahmu, untuk memasukkan barang atau mengeluarkan barang di dalamnya kau cukup memikirkan nya saja, nanti biar ibumu saja ya yang mengajarimu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


Long Tian kemudian berteleportasi ke atas awan dan langsung membuat segel perlindungan yang berisi segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa dengan radius seratus kilometer dari gerbang desa itu, kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman kini melindungi desa itu untuk mengamankan desa itu.


Sementara itu anak perempuan itu dan juga semua penduduk desa itu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan kebaikan Long Tian kepada mereka semua.


"Ayah Ibu, Penguasa memberikan aku cincin apa kenapa aku harus meneteskan darah ku" ucap anak perempuan itu setelah kembali duduk sambil memperlihatkan jari manisnya yang terpasang sebuah cincin dimensi berwarna emas karena memang terbuat dari emas dan memiliki satu mata berlian.


Ibu anak itu melihat isi dari cincin dimensi anaknya dan langsung tersenyum puas.


"Anakku, penguasa sangat menyayangi mu, di dalam cincin mu ada seratus pakaian yang selalu kau idam idamkan selama ini" ucap ibu anak perempuan itu sambil menangis gembira.


"Ibu benarkah" ucap anak perempuan itu dengan sangat gembira.


"Benar nak" ucap ibu anak perempuan itu lagi.


"Penguasa, terima kasih kau sudah begitu menyayangi ku dan mengabulkan semua doa ku" ucap anak perempuan itu sambil menangis dan bersujud tiga kali.


Sementara itu Long Tian sudah berteleportasi kembali karena masih ada yang menginginkan kehadiran nya di dunia itu.


"Kota, ada apa dengan kota ini, dan kota ini juga tidak jauh dari desa lima puluh" ucap Long Tian sambil melihat kubah segel cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang terlihat dari lokasinya.


"Apakah ini kota yang dimaksud oleh para penduduk desa itu" ucap Long Tian sambil kemudian melangkah menuju gerbang kota dan dia tidak lagi menggunakan kekuatan 100 galaksi.


"Jika anda mau masuk kota, bayar 100 keping koin emas, jika tidak maka pergilah" ucap seorang pemuda yang berjaga di gerbang kota itu dengan kultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir dan disana ada lima puluh orang yang berjaga dengan tingkat kultivasi yang sama.


"Kau itu sudah miskin masih berani bilang jika kota kami kecil, sebaiknya kau segera enyah dari sini" ucap penjaga gerbang lainnya membentak keras Long Tian.


Long Tian kemudian menekan mereka semua dengan aura naga miliknya.


Lima puluh orang penjaga gerbang kota itu kini berlutut karena mereka merasakan jika tubuh mereka seperti ditekan oleh beban yang sangat berat dan tidak bisa sama sekali menggerakkan anggota tubuh mereka sama sekali bahkan untuk berkedip pun sangat susah.


"Kalian semua adalah penjaga gerbang kota yang tidak memiliki kemampuan untuk berjaga di gerbang kota, baiklah karena kau yang pertama maka aku akan memotong lehermu lebih dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan di tangan kanannya sudah ada pedang naga emas yang sudah dilapisi dengan segel penghapus jiwa dan segel kutukan darah namun tidak dilapisi oleh api lava suci abadi miliknya.


Long Tian kemudian mendekati dua pemuda yang sebelumnya membentaknya lalu memotong leher mereka berdua dengan sekali tebas karena mereka berdua bersebelahan.


"Di atas langit ada langit dan tidak sepantasnya kalian semua bertindak kurang ajar kepadaku" ucap Long Tian sambil melihat ratusan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah yang melesat memasuki kota itu dan sebagian ada yang melesat ke bagian lain dunia itu.


Tubuh kedua nya pun ambruk ke tanah dengan tanpa ada kepala di tubuh mereka, semuanya yang ada di gerbang kota itu hanya bisa menelan ludah mereka saja.


Long Tian tidak melepas mereka melainkan langsung memotong leher Mereka semua dan melangkah memasuki kota dengan sangat santai seolah olah tidak ada yang terjadi.


Tidak ada satupun yang berani menahan Long Tian memasuki kota itu bahkan beberapa prajurit lain yang berjaga di dalam kota itu membiarkan Long Tian untuk masuk setelah memenggal lima puluh teman mereka dengan mudahnya.


Long Tian terus berjalan dengan memikul pedang naga emas di pundaknya seolah olah hanya besi tua yang tidak berharga.


"Rumah makan ini memiliki teras jadi cocok untuk ku menyambut masalah yang akan segera datang" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memasuki sebuah rumah makan dan langsung duduk di kursi yang ada di teras dengan pedang naga emas yang dia berdirikan di atas mejanya karena pedang naga emas bisa berdiri tanpa harus di tancapkan.


Teras Rumah makan itu memang mengarah ke gerbang kota jadi semua yang ada di dalam rumah makan itu bisa melihat dengan jelas apa yang telah dilakukan oleh Long Tian sebelumnya.


"Tuan muda maafkan saya, apakah anda hendak memesan makanan ataukah minuman" ucap seorang pria sepuh yang memberanikan diri menemui Long Tian.


"Tuan saya memesan teh hangat saja, dan terima ini, takut nya ada bagian rumah makan anda ini yang rusak" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan dua tael emas.


Pria sepuh itu tidak berani mengambil dua tael emas itu sama sekali.


"Tuan muda tidak apa apa, saya mendukung tindakan anda, karena gara gara mereka kota kami ini jadi sepi" ucap pria sepuh itu.


"Tuan terima saja, saya masih memiliki banyak seperti ini" ucap Long Tian sambil memberikan dua tael emas itu ke tangan pria sepuh itu karena long Tian melihat jika orang tua itu berhati baik.