Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Membantu desa Tambang


"Tuan muda, jangan asal keluarkan koin emas mu, meskipun desa ini aman tapi tidak di luar desa ini yang banyak perampoknya"ucap penjaga desa memperingatkan Long Tian.


"Terima kasih Tuan, apakah saya bisa membeli pakaian di desa ini?" Ucap Long Tian dengan hormat.


"Tuan muda hanya ada satu toko penjual pakaian disini, Tuan muda lurus saja nanti ada sebelah kanan" jawab penjaga desa.


Long Tian kemudian berpamitan dan melangkah memasuki desa tersebut.


"Desa ini semuanya ramah dan baik" Ucap Long Tian dalam hatinya karena sejak dia memasuki desa ini semuanya ramah padanya.


" Sepertinya ini toko yang dimagsud" ucap Long Tian kembali dalam hatinya.


"Tuan muda apakah ada yang dapat saya bantu?" Tanya seorang wanita tua saat Long Tian memasuki toko kecil tersebut.


"Bibi apakah saya bisa membeli pakaian disini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Silahkan di pilih yang tuan muda inginkan" ucap wanita tua tersebut sambil mengarahkan Long Tian ke deretan pakaian yang ada di dalam toko tersebut.


Long Tian memang tidak membutuhkan pakaian, tapi dia membutuhkan alasan untuk berada di desa ini tanpa dicurigai.


Long Tian mengambil dua set pakaian dan Jubah yang menarik baginya dan berjalan kembali ke arah wanita tua tersebut.


"Bibi saya ingin membeli pakaian ini" ucap Long Tian sambil memberikan pakaian yang dia pilih.


"Tuan muda in jadi satu koin emas, sebentar saya siapkan" ucap Wanita tua tersebut sambil membungkus pakaian yang Long Tian beli.


" Ini tuan muda silahkan" ucap wanita tua tersebut kembali sambil memberikan bungkusan yang berisi pakaian yang di beli oleh longa Tian.


"Bibi terima kasih ini uangnya, sisanya buat bibi saja" ucap Long Tian sambil memberikan 5 koin emas kepada wanita tua itu.


"Tuan muda terimakasih" ucap wanita tersebut dan Long Tian kemudian memilih untuk meninggalkan toko tersebut dan melanjutkan perjalanannya.


"Tuan saya sudah membeli yang saya inginkan, ini ada sedikit untuk Tuan" ucap Long Tian kepada pria tua penjaga desa yang tadi ramah padanya dan ia memberikan 5 keping koin emas kepada penjaga desa tersebut.


"Tuan muda maaf saya terpaksa menolaknya, ini buat bekal tuan muda saja, hari ini sudah mulai malam kenapa tuan muda tidak menginap saja di desa ini" ucap penjaga desa dengan ramah.


" Paman saya biasa tidur di hutan dan kesini hanya ingin memiliki pakaian ganti saja, jadi saya tidak membutuhkan koin ini lagi" Jawab Long Tian.


" Tuan muda malam ini anda tidur dirumah saya saja, dan besok pagi anda baru melanjutkan perjalanan, karena jika malam seperti ini banyak perampok dan jika mereka tidak mendapatkan harta mereka akan menjadikan anda sebagai budak untuk dijual" ucap penjaga desa dengan ramah.


" Paman apakah tidak merepotkan jika saya menginap di rumah anda" ucap Long Tian dengan ramah dan merubah panggilannya agar lebih akrab lagi.


" Rumah saya memang kecil tapi ada kamar bekas anak saya yang kosong jadi bisa anda gunakan" ucap penjaga desa dan tampak wajah tua nya bersedih.


"Paman, jika saya boleh mengetahui apa yang terjadi dengan anak paman, dan maaf nama saya Long Tian, paman bisa memanggil saya Tian saja." Ucap Long Tian sambil duduk di samping penjaga desa.


"Tian-er, nama paman Lo Zi dan anak paman mungkin sudah seusiamu saat ini, tapi satu tahun lalu, para perampok masuk ke desa ini dan semua warga desa termasuk anak paman melawan mereka semua, tetapi luka anak paman terlalu berat untuk diobati dan akhirnya dia meninggalkan kami semua" ucap penjaga desa dengan wajah bersedih.


"Lo Zi beristirahatlah kami akan menggantikan kalian" ucap salah satu pria tua tersebut.


"Tian-er ayo ikut saya, malam ini kamu istirahat di rumah kami saja" ucap Lo Zi sambil berpamitan kedua pria.


Long Tian mengikuti Lo Zi dan mereka memasuki sebuah rumah kecil yang sederhana dan Long Tian mendapatkan kamar yang merupakan bekas kamar dari anak Lo Zi.


Kamar yang bersih dan rapi.


Karena hari belum terlalu malam Lo Zi pun mengajak Long Tian duduk di teras rumah.


"Tian-er kemana rencanamu setelah dari desa ini" ucap Lo Zi yang duduk di depan Long Tian.


" Paman saya ingin berpetualang di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah.


" Tian-er di dunia ini memang hanya ada satu benua tapi di dunia ini banyak perampok nya dan mereka sangat berbahaya" ucap Lo Zi.


" Paman Zi kultivasi paman sudah di tingkat Dewa Emas tahap akhir bukankah mudah untuk paman mengalahkan mereka" ucap Long Tian dengan ramah


" Tian-er paman tidak bisa melihat kultivasi mu tapi pastinya di atas paman, para perampok itu rata rata tingkat dewa berlian tahap akhir jadi kami di desa ini harus benar benar bersatu jika mereka datang dan itupun hanya bisa mengusir mereka, tapi kerugian selalu di pihak kami, disini hanya kepala desa yang memiliki kultivasi dewa berlian tahap akhir" ucap Lo Zi sambil meminum teh buatan istrinya.


"Paman biasanya para perampok datang kapan?" Tanya Long Tian


"Tian-er hal itu tidak bisa di pastikan, mereka suka datang di waktu yang tak terduga" jawab Lo Zi.


Tiba tiba Terdengar suara kentongan bambu dari Gerbang desa yang cukup keras suaranya.


"Tian-er kau disini saja, ternyata para Perampok itu kembali ke desa ini" ucap Lo Zi sambil berdiri dan langsung meninggalkan Long Tian.


Long Tian hanya menggelengkan kepalanya, "kenapa masih saja ada perampok yang suka berkunjung ke desa desa kecil seperti ini, tidak di desa ku tidak disini sama saja, perampok memang minta dihapus keberadaannya" ucap Long Tian dalam hati.


Long Tian melihat ada 10 orang tingkat kultivasi dewa berlian tahap awal dan ada seorang pria tua dengan kultivasi dewa berlian tahap akhir yang melayang dari tengah kota mengarah ke gerbang desa yang diduga adalah kepala desa dan warga desa.


Long Tian kemudian melayang ke atas orang orang itu, agar dia bisa mengawasi apa yang terjadi dahulu.


Long Tian melihat ada sekira 1000 orang perampok yang berjarak 100 meter dari desa itu.


"Benar ucapan paman Lo Zi, kekuatan para perampok ini kebanyakan dewa berlian tahap akhir, lawan yang sulit untuk warga desa ini" ucap Long Tian ke dirinya sendiri.


Long Tian yang melayang di atas awan melihat jika Lo Zi dan yang lainnya berdiri di belakang kepala desa.


Para perampok itu berlari ke arah Desa tersebut dan langsung menyerang desa tersebut.


Terlihat semua laki laki di desa tersebut melakukan perlawanan dan berusaha melawan para perampok itu, tapi kalah di jumlah dan tingkat kultivasi bukanlah hal biasa.


Long Tian melihat jika para perampok dengan mudahnya melukai semua warga desa disana.