
Semua langsung berlutut termasuk semua penduduk dan semua yang ada di medan perang, mereka kemudian bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan tetap berlutut.
"Hormat kami kepada Penguasa 100 Galaksi Long Tian" ucap Kaisar Jin Hong dengan menggunakan Qi mendalamnya terdengar oleh semua penduduk disana dan langsung bersujud tiga kali kembali di ikuti oleh yang lainnya
" Hormat kalian aku terima lanjutkanlah kembali kegiatan kalian dan segera bersihkan dan bakar semua markas maupun sekte aliran hitam dan bakar juga kitab kitab mereka jangan sampai ada menyimpannya atau kalian akan bernasib sama" ucap Long Tian dengan pelan dan mendominasi dengan menggunakan kekuatan semesta.
Semua kembali melanjutkan kegiatan mereka tetapi kaisar Jin Hong tetap berlutut dengan membuka pertahanan jiwanya, Long Tian yang mengetahui Bahwa kaisar Jin Hong berhati baik langsung membersihkan kontrak jiwa.
"Terimakasih Penguasa" ucap Kaisar Jin Hong setelah mendapat kontrak jiwa.
"Kaisar Jin Hong duduklah kembali" Ucap Long Tian sambil tersenyum.
"Baik Penguasa" ucap Kaisar Jin Hong dan langsung duduk di kursinya.
"Kaisar Jin Hong, terima ini dan gunakan semua isinya untuk kepentingan rakyat, pelajari kitab yang aku tulis terlebih dahulu dan saya akan melanjutkan perjalanan saya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi.
" Penguasa, Terimakasih, hamba akan selalu mengingat petunjuk Penguasa" ucap Kaisar Jin Hong dengan sangat sopan.
Long Tian tersenyum dan kemudian dia berteleportasi ke atas awan.
Kaisar Jin Hong dan semua yang ada di atas tembok ibukota melihat Long Tian menghilang langsung memberikan Sujud tiga kali sebagai penghormatan.
Long Tian saat ini sudah melayang di atas awan dan dia melihat semua memberikan hormat dengan bersujud tiga kali menghela nafas panjang.
"Semoga kehidupan kalian semua bisa lebih baik lagi meski masih ada musuh di masa depan" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dengan cepat menghilangkan segel penghapus Jiwa.
Long Tian berteleportasi kembali ke dunia lainnya di semesta itu, dan dia kini sudah berada di pinggir pantai melihat luasnya samudra.
"Laut dunia ini bagus dan masih alami, ikan bisa sampai berenang di pinggir pantai seperti ini" ucap Long Tian yang melihat banyaknya ikan kecil di pantai tersebut.
"Disini begitu tenang, bahkan tidak ada desa nelayan disini" ucap Long Tian karena sejauh mata memandang dia tidak melihat ada manusia satupun.
Long Tian kemudian mengikuti jalanan setapak yang masuk ke arah hutan.
"Hutan ini juga sama, sepertinya tidak pernah kedatangan manusia, bahkan jalanan ini juga sampai penuh rumput pertanda tidak dilewati manusia" ucap Long Tian berbicara sendiri dan terus melangkah kedalam hutan.
Satu jam sudah Long Tian berjalan sendirian di dalam hutan itu dan sejauh ini yang dia temukan hanyalah binatang binatang kecil saja tidak ada tanda kehadiran manusia satupun.
"Jalanan ini terputus oleh sungai lebar ini dan sungai ini juga sangat alami, sampai ikan saja bisa sebanyak ini" ucap Long Tian sambil melihat sungai di depannya.
"Pengendalian Tanah, jembatan jadilah" ucap Long Tian sambil menghentakan kakinya pelan dan tanah mulai bergerak membentuk jembatan selebar jalanan setapak yang ada.
"Hutan ini berbeda jalanan ini mulai menanjak berarti jalanan ini membelah hutan ini" ucap Long Tian sambil terus melangkah karena dia memang ingin menikmati suasana seperti ini.
Waktu terus berlalu dan malam pun kini mulai datang, Long Tian berhenti di puncak gunung dan disini hanya ada batuan batuan besar tanpa pepohonan, dia duduk di sebuah batu besar yang datar.
" Hutan ini sangat luas bahkan Puncak ini juga sangat luas tapi batuan ini aneh seperti bekas reruntuhan" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya.
" Baiklah malam ini sepertinya tidur di alam seperti ini juga bagus" ucapnya lagi sambil menggerakkan tangannya membuat segel pertahanan.
Area sekitar batu besar yang dia duduki kini di tutup oleh kubah cahaya emas dan Long Tian kemudian merebahkan tubuhnya dan mulai menutup matanya.
Waktu berjalan dan pagi pun kini sudah datang, sinar matahari pagi pun membangunkan Long Tian dari tidurnya, berjalan jauh menembus hutan membuat dia tidur sangat nyenyak.
Long Tian kemudian duduk dan mengeluarkan poci teh nya dan meminumnya.
"Tiada yang senyaman ini bisa menikmati indahnya alam yang masih asri ini, semuanya masih alami sepertinya sudah ratusan tahun daerah ini tidak terkena tangan manusia" ucap Long Tian sambil menikmati teh nya dan melihat sekelilingnya.
"Benar dugaan ku semalam, ini bekas reruntuhan bangunan kuno, seharusnya disini dulunya adalah sebuah kuil kuno, dan jika dilihat batu batu ini berarti kuil kuno ini sudah hancur ratusan juta tahun lalu" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya menghilangkan segel pertahanan yang dibuatnya.
Long Tian kemudian berdiri di batu besar datar yang ia duduki itu.
Long Tian kemudian terbang ke atasnya dan melayang 200 meter dari Batu datar itu.
"Jadi batu datar itu adalah pusat kuil kuno ini, baiklah coba ku lihat bagaimana bentuk asli kuil kuno ini" ucap Long Tian sambil melihat ke bawah.
" Hukum Penciptaan, terciptalah kembali" ucap Long Tian sambil mengangkat kedua tangannya ke samping sejajar dengan bahunya dengan telapak tangannya menghadap ke atas.
Batu batu itu bergetar dan perlahan melayang dengan sendirinya termasuk banyak sekali kerikil yang ikut melayang dan mulai berpindah dari letaknya, hanya batu datar besar itu saja yang tetap diam.
Satu persatu mulai turun dan saling menyusun seperti ada yang meletakan, dan mulai membentuk bangunan kuno meski tidak lengkap namun dapat dilihat jika bangunan ini pada saat sebelum hancur pastinya sangat megah.
Satu jam berlalu dan tampak jelas kini bangunan kuno itu berdiri dengan gagah di puncak gunung itu dengan batu datar yang besar itu sebagai pusat nya.
Long Tian kemudian turun kembali dan masuk kedalam Bangunan yang baru terbentuk itu.
"Kuil kuno ini sangat besar dan tinggi, dan seharusnya batu datar ini adalah altar karena dia berada di tengah dan lebih tinggi dan jika ini altar maka seharusnya bisa berpindah tapi kembali lagi mata emasku tidak bisa melihat apapun di bawah batu ini" ucap Long Tian dan langsung berjongkok di dekat altar dengan tangan memegang lantai bangunan itu.
Mata Long Tian kemudian memejam dan dia masih berjongkok dengan tangan kanan menyentuh lantai "akhirnya aku tau di bawah altar ini ada sebuah ruangan dan meski aku tidak bisa melihatnya dengan mata emasku tapi yang jelas ruangan itu sangat besar" ucapnya sambil membuka matanya.