
Li Yi kemudian menerima medali tersebut dan mereka langsung memasuki pelelangan anggrek itu.
"Li Yi kau sepertinya cukup di kenal oleh semua yang bekerja disini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah berdampingan dengan Li Yi.
"Tuan muda Tian, kita menaiki anak tangga ini, saya sudah cukup lama bekerja di penginapan anggrek dan pelelangan anggrek juga merupakan satu bagian dari penginapan anggrek" ucap Li Yi dengan ramah sambil melangkah menaiki anak tangga.
Mereka menaiki tangga menuju lantai tiga tempat ruang VVIP berada dan langsung memasuki sebuah ruangan besar dengan kursi sofa yang sangat empuk berbentuk bulan sabit dan ada sebuah kaca besar yang memperlihatkan sebuah panggung besar yang ada di lantai satu.
Di atas meja itu juga terdapat banyak sekali buah buahan dan beberapa poci teh juga tersedia di sana.
"Tuan muda Tian, pelelangan masih satu jam lagi di mulainya dan jika anda mau saya bisa mengambilkan anda makanan atau minuman lainnya" ucap Li Yi dengan ramah dan masih berdiri di belakang Long Tian sedangkan Long Tian sendiri sudah duduk di sofa yang sangat empuk itu.
"Li Yi, apa yang kau lakukan, duduklah kau tidak membuat ku nyaman jika kau berdiri seperti itu" ucap Long Tian sambil menengok kebelakang dan melihat Li Yi yang berdiri layaknya seorang pelayan ruangan.
Li Yi pun langsung duduk di sebelah kiri Long Tian dan sedikit menjaga jarak dari Long Tian.
"Li Yi, kau sepertinya ras peri, bagaimana kau bisa tersasar di dunia kristal ini, apakah kau disini beserta kedua orang tua mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil menuangkan teh di poci yang ada di depannya ke gelas untuk nya dan untuk Li Yi.
"Tuan muda Tian seharusnya saya yang menuangkan Teh ini, maafkan saya yang kurang sigap" ucap Li Yi mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Li Yi, ada dua istriku juga bermarga Li dan mereka juga ras Peri, jadi kau tidak perlu takut kepada ku, justru aku mengajakmu kesini bukan untuk menjadikanmu sebagai pelayan ruangan melainkan untuk sebagai teman ngobrol" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan gelas yang sudah berisi air teh itu.
"Tuan muda terima kasih, benarkah anda memiliki dua istri dari ras peri, bisakah saya bertemu dengan mereka, saya dari kecil sendirian di dunia kristal ini, ayah dan ibu saya meninggal dunia akibat di bunuh oleh para perampok yang menyerang kota intan ini dua puluh tahun yang lalu dan saat itu aku baru berusia lima tahun, jadi aku berjuang sendirian beruntung banyak warga kota yang baik kepadaku sehingga aku bisa selamat sampai saat ini" ucap Li Yi dengan sangat ramah namun air mata mengalir dari dalam matanya.
"Aku akan mengenalkanmu nanti dengan istriku dan Li Yi apakah kau bersedia meninggalkan kota ini agar kehidupanmu lebih baik lagi tidak perlu bekerja keras seperti saat ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Li Yi.
"Tuan muda jika aku harus menjadi selirmu aku tidak mau, namun jika kau meminta ku bekerja padamu aku bersedia meninggalkan kota intan ini" ucap Li Yi dengan ramah sambil tertawa ringan
"Kau itu ada ada saja, aku ingin tahu apa yang kau target kan dalam hidupmu" ucap Long Tian dengan ramah
"Li Yi, apakah kau mau tinggal di kota naga dan berusaha disana" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Li Yi tanpa memperdulikan orang orang yang sudah mulia memenuhi kursi di area pelelangan dan juga kamar kamar VIP di lantai dua juga sudah mulai terisi.
Hanya ada dua ruangan VVIP dan ada lima ruangan VIP, sedangkan kursi yang ada di area pelelangan semuanya ada lima ratus kursi sehingga memang pelelangan ini cukup besar.
"Tuan muda jangan kan hanya kota naga, di desa pun saya siap untuk tinggal disana jika memiliki usaha sendiri namun jika harus bekerja kepada orang lain maka saya memilih bekerja disini saja" ucap Li Yi dengan sangat sopan dan hormat.
"Pendirian yang bagus aku suka itu, Li Yi selama ini kau berjuang sendirian dan apakah tidak ada keluargamu di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah dan kemudian mengunyah apel yang ada di tangannya.
"Tuan muda Tian, selama ini aku sendirian saja untungnya penduduk kota intan baik semua padaku bahkan sangat perhatian kepadaku jadi aku dari kecil tidak pernah merasakan kelaparan" ucap Li Yi dengan ramah sambil melihat ke arah panggung pelelangan.
"Baiklah selesai dari sini kita ke kediamanmu, aku ingin melihatnya apakah boleh" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Li Yi.
"Boleh Tuan muda Tian, tapi jangan kaget jika melihat rumahku yang sudah mau rubuh, karena aku baru berencana hendak memperbaikinya dengan koin emas pemberian anda semalam" ucap Li Yi sambil tertawa ringan.
"Apakah itu rumah peninggalan kedua orang tua mu" ucap Long Tian sambil tetap mengunyah apel nya.
"Benar Tuan muda, hanya itu saja peninggalan kedua orang tua saya dan liontin ini saja" Ucap Li Yi sambil memperlihatkan sebuah liontin dan Long Tian hanya tersenyum melihatnya.
"Kau makanlah buah buahan ini, bukankah ini semua untuk kita, dan mulai sekarang kau panggil aku kakak ya jangan tuan muda lagi, itu ada kamar dan gantilah pakaianmu dengan pakaian yang ada di cincin dimensi ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus pakaian wanita yang sempat dia beli dulu dan juga ada satu miliar koin emas dan satu juta tael emas.
"Tuan muda eh kakak Tian ini semua untukku" ucap Li Yi sambil memegang cincin dimensi itu seolah olah tidak percaya dengan isinya.
"Tentu saja itu untukmu adikku, sudah sana kau berganti pakaian saja dulu nanti aku ceritakan sedikit tentang liontin yang kau pakai itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Li Yi.
Li Yi langsung berdiri dan berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan itu lalu memasukinya.
"Kakak Terima kasih, pakaian ini sangat indah sekali, aku benar benar tidak menyangka jika aku benar benar bisa memilikinya" ucap Li Yi yang sudah kembali duduk di samping kiri Long Tian namun kini tidak lagi membuat jarak.