Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Hukum Kehidupan dan Penciptaan


Long Yu menerima cincin tersebut dan melihat isinya sebuah kapal kerajaan yang besarnya sama dengan kapal dunia naga ini dan sangat mewah dan mendominasi dengan gambar naga perak disebelah kiri dan naga emas di sebelah kanannya.


"Penguasa Terimakasih kapal ini sangat hebat tapi kenapa besar nya sama dengan kapal dunia Naga ini" Ucap Long Yu


"Kakek Yu, Gerbang Dimensi keluar dan masuk yang ada di belakang kapal itu bisa menyesuaikan besarnya dengan yang melewatinya jadi jangan khawatir." Ucap Long Tian sambil melihat lebih dari satu juta kapal perang meninggalkan kapal dunia naga.


"Penguasa apakah kita akan lama ada di semesta ini karena hamba akan menghidupkan Gerbang Dimensi lintas Galaksi kembali" ucap Long Yu.


" kakek Yu dengan kecepatan kapal ini melintasi Gerbang poros langit maka tidak perlu lagi mematikan Gerbang Dimensi lintas Galaksi" ucap Long Tian sambil tersenyum.


" Baik penguasa, jika demikian maka akan sangat menguntungkan untuk para penduduk dunia" Ucap Long Yu.


" kakek Yu bisakah kakek menyiapkan sebuah kota untuk Pasukan Terkuat yang aku punya" ucap Long Tian


" Penguasa masih memiliki pasukan lain yang lebih kuat dari pasukan Jenderal Huo Zhen" Ucap Long Yu seakan tidak percaya.


" Benar dan selama ini mereka ada di dunia jiwaku, aku ingin memberikan mereka tempat di Dunia Naga kita ini" Ucap Long Tian.


" Baik Penguasa, hamba akan menyiapkannya dan berapakah jumlah kediaman yang harus hamba siapkan dan berapa lama waktu yang diberikan" ucap Long Yu bersemangat.


" Kakek Yu, siapkan lah untuk 500 juta keluarga dan siapkan tanah yang sangat luas juga untuk mereka semua, agar mereka tetap bisa bertani dan beternak untuk waktu sebisa kakek yu saja" ucap Long Tian


" Baik Penguasa hamba pamit untuk menyelesaikan nya" ucap Long Yu sambil berpamitan.


"Gege disini ada Nenek Zan Lie dan sudah memasak khusus untuk Gege, Gege pulanglah sebentar" ucap Hao Ling bertelepati.


Long Tian kemudian berteleportasi ke kediamannya dan langsung ke ruang keluarganya tempat Hao Ling dan kedua orang tuanya berada dan juga Zan Lie.


" Ayah, Ibu dan Zan Lie bagaimana kabar kalian semua" ucap Long Tian yang mendadak muncul di hadapan mereka.


" Tian-er kamu mengagetkan saja, kami semua baik" ucap Hao Yui.


" Penguasa, maaf hamba baru sempat memasak kembali untuk Penguasa" ucap Zan Lie.


" Nenek Lie, Terima kasih, ayo kita semua menikmati masakan Nenek Lie" ucap Long Tian mengajak semuanya ke ruang makan mereka yang berada di sebelah ruang keluarganya.


Zan lie memasak banyak makanan untuk Long Tian karena waktu pertemuan pertama mereka Long Tian memakan banyak makanannya.


Long Tian terlihat menikmati masakan Zan Lie dan tidak mengucapkan sepatah kata pun sampai mereka semua menghabiskan hidangan itu.


" Nenek Lie Terima kasih sudah memasakan hidangan ini, rasa masakan ini sangat mirip dengan hidangan ibunda ku dulu" ucap Long Tian dengan mata berair dan menahan kesedihan mendalam.


Hao Ling yang melihat nya langsung mendekati Long Tian dan memeluk Long Tian.


" Penguasa, hamba akan tinggal disini dan memasak setiap hari untuk penguasa" ucap Zan Lie.


" Gege, sekarang memiliki kami semua sebagai keluarga Gege" ucap Hao Ling


Long Tian berteleportasi ke ruang kerjanya di dunia jiwa.


"Ling-er, yakinlah jika Tian-er saat ini sedang membutuhkan waktu sendiri nya, dia bertahan bertahun tahun sendirian dan ayah dapat memahami kesedihannya" ucao Hao Jia.


" Benar Permaisuri Hamba juga pernah merasakan hal ini, dan kadang kesendirian adalah hal menenangkan" ucap Zan Lie.


" Iya ayah, ibu dan Nenek Lie, Ling-er juga kan pernah hidup sendiri" ucap Hao Ling sambil tersenyum dan membantu Zan Lie membereskan piring piring bekas mereka makan.


"Gege yakinlah ayah dan Ibu Gege saat ini pasti bahagia melihat Gege" ucap Hao Ling bertelepati namun tidak di jawab oleh Long Tian. 


Long Tian sendiri saat ini sedang duduk di kursi ruang kerjanya dan dia tidak mau membalas Telepati itu karena takut suara sedihnya terdengar oleh Hao Ling.


"Penguasa apakah anda bisa datang kesini, ada sesuatu yang mungkin menarik untuk anda disini" ucap Jenderal Long Pang bertelepati.


"Tunggulah disitu saya akan datang" ucap Long   Tian yang sudah mulai tenang.


Long Tian keluar dari dunia jiwa dan muncul di ruang makan kediamannya dan sebelum ada yang menyadarinya dia sudah berteleportasi ke samping Jenderal Long Pang.


"Penguasa, Hamba menemukan ini" ucap Jenderal Long Pang sambil menunjuk sebuah Goa yang tersegel oleh cakram langit.


"Jenderal lanjutkanlah pekerjaanmu, biar saya yang mengurus ini" ucap Long Tian.


" Baik Penguasa kami pamit" Ucap Jenderal Long Pang sambil memberikan hormatnya dan meninggalkan Long Tian.


Long Tian kemudian membuat gerakan tangan membuat Kunci segel cakram langit dan seberkas sinar keluar dari  jarinya dan membentuk sebuah cakram dan melesat ke segel cakram langit itu dan menyatu.


Long Tian melangkah menuju pintu masuk Goa tersebut dan cakram langit membuka untuk nya dan menutup kembali setelah dia melewatinya.


Long Tian melihat bahwa Goa bagian dalam itu sangat luas dan jelas sekali terlihat bahwa Goa itu sudah sangat lama di tinggalkan. Dia melihat ada sebuah gulungan kuno  yang bersinar dan melayang di atas sebuah altar batu.


Long Tian mendekati altar tersebut dan mengetahui jika altar tersebut sudah berusia jutaan tahun bahkan ratusan juta tahun dia kemudian membuat gerakan tangan dan cahaya emas penariknya keluar dari jarinya mengambil gulungan kuno yang yang di jaga oleh ratusan segel kuno di altar tersebut.


"Segel kuno ini hanya mendeteksi yang mengenainya saja sangat di sayangkan yang membuatnya tidak menduga jika aku bahkan tidak perlu menyentuh nya" ucap Long Tian berbicara sendiri.


" Ling-er, maafkan Gege tapi Gege sedang sedang membantu Jenderal Long Pang jadi jangan khawatir sama Gege ya, maaf Gege tadi tidak menjelaskannya" Ucap Long Tian bertelepati ke Hao Ling sambi memegang gulungan kuno itu dan mulai duduk di sebuah batu besar dalam Goa itu.


"Iya Gege, berhati hatilah" jawan Hao Ling melalui telepati.


Long Tian membuka Gulungan kuno tersebut dan dia menemukan bahwa tulisan kuno ini sudah lebih dari Ratusan Juta Tahun.


"Hukum Kehidupan dan Penciptaan" ucap Long Tian sambi membaca tulisan pertama dari gulungan kuno tersebut dan tiba tiba gulungan kuno tersebut bersinar terang dan kemudian membentuk sebuah bola cahaya kecil dan melesat ke kening Long Tian.


Long Tian merasakan sakit karena masuknya bola cahaya kecil itu bersamaan dengan masuknya jutaan ingatan.