
Sudah setengah jam berlalu dan belum ada tanda tanda ada penduduk desa yang kembali ke desa itu seakan akan mereka semua sengaja mengosongkan rumah rumah mereka dan meninggalkan semua barang barang mereka.
Long Tian kemudian berlutut dan tangannya memegang tanah, dia berkomunikasi dengan dunia itu dan mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan desa itu.
"Jadi dua malam yang lalu mereka meninggalkan desa ini dan semuanya memasuki hutan itu, alam tunjukan jalan ke penduduk desa ini" ucap Long Tian sambil berdiri dan membuat kubah perlindungan untuk desa itu.
Kubah berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman terbentuk menutup desa itu dengan radius sepuluh kilometer dari gerbang dan pagar desa itu.
Tanah bergetar dan perlahan tanah mulai naik sepuluh sentimeter dengan lebar lima puluh sentimeter dan terus memanjang hingga ke luar dari desa itu.
Long Tian kemudian berjalan mengikuti tanah yang sedang menunjukkan arah yang di lalui para penduduk desa itu, dia bahkan kini sudah memasuki sebuah hutan yang ada di belakang desa itu.
"Hutan ini sangat lebat, bahkan cahaya matahari sampai sangat sulit untuk tembus ke hutan ini, apa yang sebenarnya terjadi di desa ini apakah yang membuat mereka semua ketakutan seperti ini" ucap Long Tian sambil kemudian melayang agar bisa lebih cepat mengikuti tanah yang meninggi itu.
Dua jam sudah berlalu dan kini terlihat jika tanah yang meninggi itu memasuki mulut sebuah Goa yang berada di lereng gunung yang cukup terjal dan curam.
"Ini benar benar terjadi sesuatu dengan para penduduk desa sampai mereka bersembunyi di Goa yang susah terjangkau seperti ini" ucap Long Tian yang kini berdiri melayang di depan mulut Goa itu dan dia melihat jika ada segel perlindungan yang menutupi mulut Goa itu.
Long Tian kemudian menggunakan kekuatan 100 galaksi karena dia tidak mau membuat para penduduk desa itu salah paham dengan kehadirannya dan dia langsung berteleportasi menuju ke dalam Goa itu karena dia dapat melihat semuanya dengan mata emasnya dan dia melihat jika ada dua orang pria sepuh yang berjaga di dalam Goa itu sedang melihat ke arah nya namun sepertinya ragu untuk keluar dari dalam Goa itu.
"Hormat kami kepada penguasa 100 Galaksi terimakasih kasih sudah menjawab doa kami" ucap seorang pria sepuh yang memiliki kultivasi tingkat pencipta bumi tahap akhir yang berlutut di depan Long Tian demikian juga dengan pria sepuh satunya dengan tingkat kultivasi yang sama.
"Hormat kalian berdua aku terima berdirilah dan sampaikan apa yang terjadi dengan kalian semua para penduduk desa" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat keduanya.
"Penguasa, perkenalkan nama saya Ju Guo dan saya kepala desa dari desa Mera, kami semua bersembunyi disini karena sekte aliran hitam yang ada di muara sungai sudah aktif kembali, jadi untuk menghindari serangan mereka kami bersembunyi disini" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan di angguki kepala oleh pria sepuh satunya.
"Apakah mereka sudah datang ke desa kalian sebelumnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.
"Benar Penguasa, perwakilan mereka datang lalu memberi kami waktu satu minggu untuk bisa memberikan mereka lima anak gadis dan juga seribu keping koin emas" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat kepada Long Tian yang masih menggunakan kekuatan 100 galaksinya.
"Apakah sebelumnya mereka pernah seperti ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat kepada mereka berdua.
"Lalu dimanakah penduduk desa yang lainnya" ucap Long Tian lagi sambil melihat sekelilingnya karena tidak melihat satupun dari penduduk desa selain mereka berdua.
"Mari Penguasa" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat sambil meminta agar Long Tian mengikuti nya.
Pria sepuh yang merupakan kepala desa itu menggerakkan tangannya dan langsung menyentuh bagian dinding sebelah kanannya.
Dinding Goa itu bergerak dan memperlihatkan jika ada sebuah pintu dimensi yang menuju sebuah dunia kecil, mereka bertiga kemudian memasuki pintu dimensi itu dan tiba di halaman sebuah pagoda yang sangat kuno.
Ada ratusan pagoda disana yang semuanya merupakan pagoda kuno bahkan sudah berumur ratusan juta tahun namun masih kokoh, bahkan pagoda pagoda itu sangat menarik minat Long Tian karena memiliki ukiran ukiran naga emas di dinding dinding luarnya.
"Siapa pemilik dunia ini dan bagaimana kalian bisa menemukan dunia ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan terlihat jika para penduduk desa mulai keluar dari dalam pagoda pagoda itu yang langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian lalu duduk di tanah.
"Penguasa dunia ini saya temukan beberapa puluh tahun yang lalu dan dunia ini kosong hanya pagoda pagoda ini saja yang ada, namun ada satu pagoda yang terkunci segel cakram langit dan tidak dapat kami masuki" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat sambil menunjuk pagoda terbesar yang hanya memiliki tiga tingkat saja sedangkan lainnya memiliki lima tingkat.
"Ju Guo ada hubungan apa kau dengan Ju Lo" ucap Long Tian yang melihat jika mereka berdua masih bersaudara selain nama yang sama mereka juga memiliki wajah yang mirip.
"Penguasa Ju Lo adalah kakak kandung saya yang sudah sangat lama sekali tidak bertemu, hamba bahkan tidak tahu apakah kakak kandung hamba itu masih hidup atau sudah meninggal dunia" ucap Kepala desa Ju Guo dengan hormat namun terlihat jika ada kesedihan di matanya.
"Baiklah kalian semua dengarkan aku baik baik, desa kalian sudah aku pasangkan segel perlindungan ku dan kalian akan aman untuk kembali kesana apakah kalian memilih untuk tetap di dunia ini atau kalian memilih untuk kembali ke desa kelian" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah ke semua penduduk desa yang kini duduk di depannya dengan hormat.
"Penguasa kehidupan kami ada di desa dan jika desa kami memang sudah aman maka kami memilih untuk kembali ke desa kami saja namun apakah perjalanan menuju desa kami juga aman" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat sambil melihat semua penduduk desa nya.
"Kalian semua bersiaplah untuk kita kembali ke desa kalian dan sebelumnya aku ingin memasuki pagoda yang tersegel itu dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke mereka semua lalu melayang mendekati pagoda yang tersegel di ikuti oleh kepala desa Ju Guo sedangkan para penduduk desa memilih untuk kembali masuk ke dalam pagoda mereka untuk mempersiapkan kepulangan mereka ke desa Mera.
"Ju Guo tunggu sebentar saya akan memasuki pagoda ini dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat Kepala desa Ju Guo.
"Baik Penguasa hamba akan menunggu anda disini" jawab kepala desa Ju Guo dengan hormat.