
Long Tian menunjuk ke arah istana itu dan jutaan cahaya emas penariknya melesat keluar dari jari telunjuknya menuju kawasan istana dan ibukota di bawahnya itu dengan cepat bahkan sampai ke benua benua lainnya.
Long Tian hanya mau menarik harta milik ras iblis darah saja bukan milik manusia, dia lebih ingin membuat para ras iblis darah itu kaget saat terbangun dari tidurnya jika mereka masih bisa melihat harta mereka menghilang.
"Penguasa, apakah ini segel anda yang melapisi tanah dan semua lantai bangunan di semua benua ini" ucap Jenderal muda pemimpin pasukan bayangan bertelepati.
"Benar, apa kau tidak tau apa kata tidur atau beristirahat" ucap Long Tian melalui telepati.
"Penguasa maaf mengganggu istirahat anda" ucap Jenderal muda itu melalui telepati.
"Dasar anak itu aku suruh tidur malah aku yang dikira tidur" ucap Long Tian berbicara sendiri.
Satu persatu cahaya emas kembali dan langsung di teleportasikan ke halaman istana dunia jiwanya untuk nanti dia bereskan.
Sudah tiga jam berlalu, semua cahaya emas juga sudah kembali ke Long Tian namun semua harta yang di ambilnya itu kini sudah di halaman istana dunia jiwanya.
"Jenderal besok pagi akan banyak yang menjadi abu, nah perintahkan pasukan mu untuk melakukan pembersihan, hasilnya untuk kalian saja" ucap Long Tian melalui telepati kepada jenderal muda itu sambil tersenyum.
"Penguasa hamba ragu dengan hasil pembersihan, soal cahaya emas penarik ada sudah menarik semuanya" ucap Jenderal muda itu melalui telepati.
"Ini baru milik ras Iblis darah bagian kalian milik semua orang sekte aliran hitam dan semua manusia yang berhati hitam juga, jika kau tidak mau tidak apa apa nanti aku panggil pasukan lain saja" ucap Long Tian sambil mencandai jenderal muda itu melalui telepati.
"Penguasa, terima kasih, hamba dan pasukan bayangan bersedia" ucap jenderal muda itu melalui telepati dan terdengar bersemangat.
"Anak muda tidurlah, besok pagi saja kau bersihkan nya" ucap Long Tian melalui telepati ke Jenderal muda itu.
"Kami belum mengantuk penguasa" ucap Jenderal muda itu melalui telepati.
"Anak muda satu ini selalu saja bersemangat dengan harta mirip dengan semua adik adik angkat ku yang tidak waras itu" ucap Long Tian berbicara sendiri.
Long Tian mengeluarkan apel emas nya dan memakannya perlahan sambil menunggu pagi hari datang namun saat apel emas itu habis dia pun tertidur dengan pulas nya di singgasana awannya bahkan awan sampai merubah singgasana itu menjadi tempat tidur karena takut Long Tian terjatuh dari atasnya.
Cahaya Bulan dan bintang sudah menghilang dan cahaya Matahari pagi bersinar terang kembali mengenai wajah Long Tian dengan telak karena tidak ada satupun awan di atasnya.
"Awan tutupi cahaya matahari itu" ucap Long Tian yang masih memejamkan matanya.
Long Tian perlahan membuka matanya dan melihat bahwa singgasana nya sudah berubah menjadi tempat tidur dan awan yang menjadi alasnya juga kini sudah sangat lebar.
"Akhirnya kau bangun juga, coba kita lihat siapa yang duluan turun dari ranjang itu, kau iblis darah jelek atau wanita mu" ucap Long Tian yang melihat ke kamar Kaisar itu
Namun ternyata wanita raja iblis darah itu yang pertama turun dan langsung mengeluarkan jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman lalu perlahan menjadi abu, membuat raja iblis darah itu panik dan sangat terlihat marah juga gelisah.
"Kau rasakan itu iblis darah jelek, coba aku ingin tau bagaimana cara kau bertahan hidup" ucap Long Tian sambil tertawa terbahak bahak melihat reaksi raja iblis itu.
Kaisar atau yang sebenarnya adalah raja iblis itu kini melayang dan tidak mau sama sekali menyentuh lantai, dia berkeliling ke sekeliling kediamannya serta istana dan tidak menemukan seorangpun yang masih hidup selain di dirinya.
Long Tian tetap ingin tau mau kemana raja Iblis darah itu, karena seluruh tanah dan lantai bangunan di dunia itu kini terlapis segelnya.
"Sekuat apa kau terbang, aku ingin tau" ucap Long Tian sambil tersenyum usil melihat raja Iblis itu dan dia tau jika ibukota kekaisaran itu juga sudah sepenuhnya kosong karena banyak yang bangun tidur langsung menginjak lantai dan banyak juga yang menolong yang lainnya saat mereka menjadi merah terbakar api lava suci abadi dari dalam tubuh mereka.
"Kalian semua penduduk dunia ini yang selamat dengarkan baik baik.
Namaku Long Tian dan aku Penguasa 100 Galaksi, kalian ingat aku paling benci ras iblis darah dan juga manusia pengkhianat yang mengikuti ras iblis darah.
Jadikan hari ini sebagai pengingat kalian semua bahwa aku akan selalu menghapus ras iblis darah dan pengikutnya" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta yang terdengar sangat mendominasi.
Raja iblis darah itu kini menyerah karena dia mendengar suara Long Tian dan langsung turun menginjak tanah di halaman istana nya dan menjadi abu, jutaan bola cahaya kecil terlihat oleh Long Tian memasuki sebuah ruangan.
Long Tian menunjuk dan cahaya emas penariknya melesat mengikuti bola bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman itu.
Cahaya emas penariknya kini sudah kembali dengan membawa 10 menara iblis dan langsung diperiksa oleh Long Tian namun semuanya sudah kosong dan tempak abu abu berbentuk manusia di tanah di dunia kecil yang ada di dalam menara iblis itu.
"Baiklah tugasku selesai dan segel ini semuanya akan hilang dalam satu bulan jadi aku yakin dunia ini akan bersih dari ras iblis darah" ucap Long Tian sambil berteleportasi kembali ke kapal dunia naga namun tidak berhasil melainkan dia tetap di singgasana awannya.
"Ada apa ini, apa yang menahan kepergian ku" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi secara acak menyerahkan keberadaannya kepada dunia itu.
Dan ternyata Long Tian muncul di sebuah hutan yang sangat lebat tepatnya di muncul di depan sebuah air terjun yang sangat tinggi dan memiliki air yang sangat deras dengan sebuah danau yang cukup luas serta sebuah sungai di sisi kirinya.
"Apa apa disini kenapa kepergianku ditahan dan dikirim kesini ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya.
"Hutan ini bahkan tidak memiliki kehidupan apapun bahkan burung pun tidak ada, tapi anehnya danau ini memiliki banyak ikan dan semua ikannya merupakan ikan yang bisa dikonsumsi oleh manusia, bahkan aliran sungai ini juga sama meski deras namun banyak ikan nya, tapi tidak mungkin ikan yang memintaku datang kesini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat lebih jelas danau di depannya.