
Wanita muda itu kembali menuang air untuk Long Tian dan lagi lagi jurang giok yang akan jatuh, terpampang dekat di depan Long Tian bahkan sebuah hutan sempat terlihat sekilas saat wanita muda itu merubah posisi duduknya.
"Nona, apakah peperangan ini sudah lama terjadi" ucap Long Tian dengan ramah dengan mata masih tertuju ke jurang giok.
"Tuan muda, anda bukan dari kota ini namun bagaimana tuan muda bisa masuk ke kota ini" ucap wanita muda itu sambil merubah duduknya dan kembali terlihat hutan yang sangat lebat.
"Wanita muda ini bahkan tidak membungkusnya dengan benar dan hutan itu sangat lebat" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat hutan yang entah di sengaja atau tidak oleh wanita muda itu sehingga terlihat oleh Long Tian.
"Jika saya bilang saya terjatuh dari langit apa nona percaya" ucap Long Tian sambil membenarkan duduk nya karena ada tombak yang harus dibenarkan.
Wanita muda itu kini berdiri dan duduk di samping Long Tian dan menghadap ke bahu kanan Long Tian, long Tian juga menggeser duduknya dan menghadap ke wanita muda itu dengan jarak sangat dekat.
"Tuan muda saya tidak kenal anda namun bisakah …. " Ucap wanita muda tersebut yang terputus karena bibir miliknya beradu dengan bibir milik Long Tian.
"Tuan muda bukan ini maksud saya" ucap wanita muda itu sambil melepaskan bibirnya dan sedikit mundur dari Long Tian namun gaun bawahnya makin tersingkap dengan jelas dan satu bukit giok nya benar benar kini ada di luar pakaian nya karena ulah tangan usil Long Tian.
"Nona jika demikian apa maksud anda, maaf jika saya salah kira dan sudah tidak sopan kepada anda" ucap Long Tian sambil melihat jelas sebuah jurang merah di Padang rumput.
"Tuan muda, bisakah anda membawa ku pergi dari kota ini, bukankah jika anda bisa kesini anda bisa keluar juga dari sini" ucap wanita muda itu tanpa sama sekali membenarkan pakaiannya atau memasukan bukit gioknya yang terlepas satu itu.
"Aku akan membawamu meninggalkan kota ini kemarilah" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum mesra kepada wanita muda itu.
Wanita muda itu mendekati Long Tian dan duduk kembali di depan Long Tian.
"Ceritakanlah, aku tau kau bukan pelayan di rumah makan ini" ucap Long Tian dengan ramah dan tangannya kini ada di dekat jurang merah karena jarak mereka yang sangat dekat.
"Tuan muda aku sebenarnya pemilik rumah makan teratai salju ini, dan aku sudah tidak nyaman di kota ini, perang ini sudah terjadi lima tahun dan entah kapan berhenti, suamiku juga sudah dua tahun ini meninggal gara gara perang ini, untung saja kultivasi ku tinggi jadi para prajurit tidak berani kurang ajaaaaaaaar …..
padaku" ucap wanita muda tersebut dan sedikit tertahan karena long Tian mengangkat tangannya saat hendak mengambil gelas tehnya dan mengenai jurang merah di hutan terlarang itu.
"Nona maaf tidak sengaja" ucap Long Tian sambil meminum habis teh nya.
"Tapi kenapa nona tidak membungkusnya dengan rapih" ucap Long Tian penasaran sambil kembali meletakan tangannya di jurang merah.
"Tuan muda, sudah melihat sendiri bagian belakangku ini sangat besar, jadi tidak ada yang sanggup membungkus nya dengan rapi dan aku memang nyaman dengan pakaian seperti ini untuk sementara ini" ucap wanita muda itu sambil menjauhkan tangan kanan Long Tian dari jurang merah.
"Nona jika aku membawa mu keluar dari kota ini kau akan kemana, aku mungkin tidak bisa membawamu untuk terus bersamaku" ucap Long Tian sambil memegang bukit giok yang terlepas dan berusaha memasukkannya kembali.
Namun bersamaan dengan wanita muda itu menggeser badannya untuk kembali menuang teh untuk Long Tian sehingga kini kedua bukit giok itu terlepas.
"Tuan muda, aku berasal dari kerajaan di benua lain dan jika tuan muda bisa membawaku kesana aku akan sangat berterima kasih" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan tangan kanannya persis di atas tombak long Tian.
"Jadi kenapa kau bisa sampai di benua ini di tengah kota yang kacau ini" ucap Long Tian sambil melihat tangan wanita muda itu yang bergerak memasuki pakaiannya seperti seekor ular yang mengelilingi mangsanya dan mencengkram dengan erat.
"Sangat besar tombak ini" ucap wanita muda tersebut sambil menelan ludahnya.
"Nona saya sudah menikah dan tidak mungkin saya menikah dua kali" ucap Long Tian dengan santai namun tidak dengan tangan kanannya menyentuh jurang merah dan menjelajahi tebing yang basah oleh air hujan.
Tangan kiri long Tian menunjuk ke pintu dan sinar emas melesat menuju pintu itu, menyebar keseluruh ruangan itu membentuk segel perlindungan sehingga tidak akan ada seorang pun yang mendengar suara dari ruangannya atau pun memasuki ruangan itu.
"Tuan muda benarkah anda akan membawa saya pulang, saya tidak akan meminta anda menikahi saya bukankah seorang raja bisa memiliki selir" ucap wanita muda itu sambil menggeser tubuhnya dan kepalanya kini di atas paha Long Tian.
"Nona, apakah yang membuatmu ke kota ini" ucap Long Tian sambil mengelus rambut wanita itu yang kini tiduran di pahanya.
"Tuan muda waktu itu aku masih sangat muda dan mengenal seorang pedagang dan dia yang mengenalkan ku dengan ini, sehingga kami pun memutuskan untuk menikah namun ternyata ayahanda ku tidak setuju dan kami pun melarikan diri, hingga ke benua ini, namun ternyata di benua ini dia yang dari pertama mengenalkan ini harus meninggal saat di bawahku, dan akhirnya aku mengenal suamiku dan dia pun sama meninggal tapi di medan perang di luar kota perbatasan ini" ucap wanita muda itu sambil memutar pelan Tombak Long Tian.
"Nona anda masih muda dan bisa mempunyai suami lagi yang lebih kuat dan muda" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat wanita yang tiduran di pahanya.
"Tuan muda, tidak bisa begitu tapi harus pakai ini juga" ucapnya sambil mengangkat tangan kanan Long Tian yang memainkan rambutnya ke dada Long Tian.
"Jadi sudah dua tahun…." ucap Long Tian sambil menahan nafasnya.
"Benar" ucap wanita muda itu sambil kemudian duduk kembali namun di atas tombak yang terlepas
……
Dua hari sudah berlalu dan saat ini Long Tian sedang duduk menikmati teh di samping wanita muda itu.
"Gege, terima kasih ya" ucap wanita muda itu.
"Lianer Terima kasih untuk apa" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Untuk dua hari yang serasa dua tahun" ucap wanita muda yang bernama Li Lian itu.
"Lianer, maafkan Gege jika hanya terasa dua tahun" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.