Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Ayah Maafkan Anakmu ini


" Saya Long Tian, dari Dunia Dewa Naga semesta manusia dewa" ucap Long Tian dengan sangat ramah.


" Senang bisa bertemu dengan Dewa Naga Emas dan Terima kasih atas bantuan anda" ucap Pangeran pertama dengan ramah. " Berkenan untuk singgah di Istana kami agar kami dapat menjamu Dewa Naga Emas" tambahnya.


" Pangeran pertama jangan sungkan, baiklah jika demikian kami akan mampir di Istana" Jawab Long Tian yang kemudian meminta Hao Ling membawa Hao Wenji naik ke atas kapal kerajaan dengan melalui Pintu dimensi yang ada di cincin dimensi Hao Ling.


Hao Ling dan Hao Wenji pun tiba di ruangan kerja Long Tian dan langsung menemui Long Tian yang sedang bersama dengan Pangeran pertama atau ayah kandung Hao Ling.


Kapal Kerajaan Long Tian perlahan mengarah ke istana dan mendarat di halaman depan Istana Bulan.


Hao Jia berpamitan terlebih dahulu untuk menyiapkan jamuan dan menugaskan Jenderal perang yang ditemui Jenderal Long Pang sebelumnya untuk mengantar Long Tian dan rombongannya ke Aula Istana.


Long Tian kemudian membawa Hao Ling, Hao Wenji dan Jenderal Long Pang.


Di Aula Istana kekaisaran Bulan.


Tampak Pangeran pertama bersama beberapa pejabat Istana dan tampak juga Kasim yang bekerja sama dengan Hao Tu.


Long Tian langsung bertelepati kepada Hao Ling dan Hao Wenji agar tidak berbuat apapun dan menunggu perintahnya. Long Tian dan rombongannya memasuki Aula Istana kekaisaran Bulan tersebut dan duduk di kursi kebesaran yang telah disiapkan.


"Penguasa pangeran kedua sudah berhasil di tangkap" ucap Jenderal Long Pang bertelepati kepada Long Tian 


"Bawa kesini" jawabnya dan di balas anggukan kepala oleh Jenderal Long Pang.


"Selamat datang di Istana Kekaisaran Bulan, kami semua mengucapkan Banyak terimakasih kepada Dewa Naga Emas" ucap Hao Jia.


"kami kebetulan sedang berpetualang dan sementara tinggal di ibukota anda, jadi kami rasa sudah kewajiban kami untuk membantu" jawab Long Tian dengan ramah.


"jika ada yang dapat kami lakukan untuk Dewa Naga Emas dan selama kami mampu kami akan melakukan nya" ucap Hao Jia menunjukan keseriusan untuk berbalas budi.


Tiba tiba terdengar keributan di depan aula.


"Yang Mulia Pangeran Hao Jia mohon ijinkan Prajurit saya untuk masuk membawakan hadiah untuk anda" ucap Long Tian yang mengetahui bahwa pasukan mata mata nya dilarang memasuki Aula Istana kekaisaran Bulan tersebut karena membawa sebuah Kotak kayu besar.


"Persilahkan prajurit itu masuk" ucap Hao Jia dengan menggunakan Qi mendalamnya.


Tampak 2 orang Prajurit Long Tian masuk kedalam aula tersebut dan membawa sebuah kotak kayu dan membawa kotak kayu tersebut dan kemudian langsung pamit kepada Hao Jia dan Long Tian.


"Yang Mulia Pangeran Hao Jia silahkan di buka hadiah dari kami" ucap Long Tian.


Pangeran pertama turun dari singgasana nya dan mendekati kotak kayu tersebut dan membukanya, tampak Pangeran Kedua yang sudah terikat, Long Tian kemudian mengeluarkan bola kristal kenangan.


Bola kristal kenangan tersebut langsung menyerap seluruh ingatan Pangeran Kedua dan kembali ke Long Tian.


" Yang Mulia Dewa Naga Emas, terimakasih dan benar adik hamba ini lah penyebab semua kekacauan di kekaisaran Bulan ini" Ucap Hao Jia dengan ramah dan meminta Prajurit membawa Hao Ma tapi dilarang oleh Long Tian.


Long Tian memasukan Qi nya ke Bola kristal kenangan tersebut dan langsung membesar dan memperlihatkan semua ingatan penting milik pangeran kedua, terlihat bahwa pangeran kedua memerintahkan Hao Tu untuk meracuni kaisar dan Pangeran pertama serta istri pangeran pertama, dan terlihat beberapa pejabat istana dan kasim istana menerima jutaan koin emas dari pangeran kedua dan menjadi mata dan telinga serta tangan pangeran kedua di istana itu.


Wajah kasim dan para pejabat terlihat sangat kacau.


Sampai di bagian kasim itu menerima sebotol racun dan mencampurkannya di makanan Kaisar dan makanan Pangeran pertama dan Istrinya.


Long Tian kemudian memasukan Bola kristal kenangan ke cincin dimensinya dan mengeluarkan giok perekam ingatan yang digunakan untuk merekam ingatan hao Tu, dan kemudian diperlihatkan kejadian dimana Hao Tu membunuh Hao fi dan membuang Hao Ling ke sobekan Ruang.


"Tangkap Kasim dan semua pejabat penghianat ini dan masukan mereka semua ke Penjara Bawah tanah bersama dengan Pangeran Kedua ini" ucap Hao Jia memerintahkan prajurit nya dan para prajurit kemudian melaksanakan perintahnya.


" Dewa Naga Emas, sekali lagi terima kasih atas bantuan anda dan saya sangat berhutang kepada anda" ucap Hao Jia dengan sangat Tulus.


" Yang Mulia, masih kah anda dengan Bibi ini" ucap Long Tian yang meminta Hao Wenji kedepan nya.


Hao Wenji langsung berlutut di depan Hao Jia.


Hao Jia yang baru menyadari bahwa yang berlutut adalah Hao Wenji langsung turun dari singgasana nya.


"Bibi Wenji puluhan tahun bibi menghilang dari istana dan saya kehilangan jejak Bibi" ucap Hao Jia. " Terima kasih kembali Dewa Naga Emas anda sudah membawa Bibi Wenji yang dari kecil telah mengurus saya" tambahnya.


Long Tian hanya tersenyum.


" Ling-er perlihatkan Medali dan Liontin mu kepada Yang Mulia Hao Jia" ucap Long Tian kemudian.


Hao Ling tidak menjawabnya tetapi langsung memperlihatkan liontin fan medali miliknya.


" Pangeran dia Putri mu" ucap Hao Wenji. 


Hao Jia menerima Medali dan Liontin Hao Ling dan berkata "dapatkah kau melihatkan tanda lahirmu" ucap Hao Jia dengan menahan kesedihan mendalam nya.


Hao Ling melihat Long Tian dan di balas anggukan kepala oleh Long Tian dan langsung melihat kan tanda lahirnya.


Hao Jia langsung berlutut di depan Hao Ling " anakku maafkan ayahmu ini yang sudah gagal menjagamu" ucapnya sambil berlinang air mata.


" Ayah tidak bersalah, ayah bangunlah" ucap Hao Ling sambil membantu ayahnya berdiri.


"Ada hal lebih penting sekarang yaitu kesembuhan kakek Kaisar dan ibunda" ucap Long Tian.


" Ayah, Tian Gege adalah suamiku" ucap Hao Ling.


" Ayah, maafkan anakmu ini" ucap Long Tian sambil berlutut kepada Hao Jia.


" Dewa Naga Emas kau bangunlah" ucap Hua Jia membantu Long Tian berdiri.


" Ayah bisakah kami melihat ibu dan kakek" ucap Hao Ling.


" Ikuti ayah, kita akan melihat kakek mu dahulu" Ucap Hao Jia sambil melangkah dan mengajaknya meninggalkan Aula Istana kekaisaran Bulan mengarah ke kediaman kaisar.


Tidak memerlukan waktu lama hanya sekira lima belas menit untuk mereka sampai di kediaman Kaisar dan langsung memasuki kamar kaisar.


Mereka melihat bahwa Kaisar terbaring lemah di tempat tidur.