
"Tuan muda, bagaimana dengan bangunan milik tuan kota dan klan penghianat itu" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat.
"Jenderal Jee, sesuai ucapanku sebelumnya, anda pilih salah seorang dari mereka untuk menjadi pemimpin kota ini, karena saya ingin menjadikan anda Pemimpin tunggal dunia ini, untuk bangunan tuan Kota berikan saja ke tuan Kota yang baru sebagai kediaman selama mereka menjadi tuan kota atau bisa di alih fungsikan sebagai aset kota untuk menaikkan pemasukan kota, sedangkan untuk kediaman klan itu saya akan menjadikan nya sebagai area untukmu melatih para pasukanmu dan juga para penduduk kota ini " ucap Long Tian dengan ramah yang memang sudah memiliki rencana untuk merubah kota itu menjadi kota terkuat di seluruh dunia itu.
"Baik Tuan muda jika demikian, namun apakah anda yakin untuk memilih saya sebagai pemimpin dunia ini" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat dan sopan.
"Jenderal Jee aku sudah membuat keputusan dan tidak ada hal yang meragukan, jadi janganlah kamu meragukannya" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke Jenderal Jee
"Tuan muda selama saya bisa memberikan ketenangan untuk semua orang yang ada di dunia ini saya akan selalu bersemangat, kami semua memiliki keyakinan jika kami bisa menjadi pilar pertahanan untuk penguasa 100 galaksi" ucap Jenderal Jee dengan bersemangat dan penuh hormat.
Sembilan pria sepuh lainnya kemudian mendekati Long Tian dan Jenderal Jee lalu berdiri di samping kiri dan kanan Jenderal Jee.
"Baiklah kita akan ke kediaman Tuan Kota ini dahulu, bisakah kalian menunjukkan jalannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya dan berdiri di depan mereka lalu memasukkan semua senjata yang melayang di belakangnya ke halaman istana naga emas di dunia jiwanya
"Mari Tuan muda kami akan menunjukkan jalannya" ucap seorang pria sepuh yang berpakaian layaknya seorang bangsawan.
Mereka kemudian meninggalkan lapangan kota itu dan menuju ke kediaman Tuan kota yang sudah menjadi abu sebelumnya.
Hanya memerlukan waktu sepuluh menit saja dan mereka kini sudah sampai di sebuah kediaman besar yang kosong dan tertutup bahkan tidak ada satupun yang berjaga disana.
"Tuan muda ini kediaman Tuan kota sebelumnya dan semua prajurit memang saya tarik karena tidak sudah tidak ada seorang pun disini" ucap jenderal Jee sambil membuka gerbang kediaman besar itu lalu memasukinya di ikuti oleh semua nya.
Mereka semua duduk di teras yang memang memiliki banyak kursi disana melingkari sebuah meja besar.
"Kalian semua mohon tunggu sebentar disini ada yang harus aku ambil di ruang bawah tanah kediaman ini yang bisa membahayakan semua penduduk kota ini" ucap Long Tian sambil berdiri dan tersenyum hangat kesemuanya lalu menghilang dari pandangan semua orang itu sebelum ada yang menjawabnya.
"Jenderal Jee, apakah ini hanya dugaan ku saja atau memang Tuan muda ini seorang Dewa yang datang membantu kita" ucap seorang pria sepuh disana.
"Aku malah mengira jika dia adalah Dewa Naga Emas" ucap pria sepuh lainnya sambil mengeluarkan sebuah gulungan kuno yang menjelaskan tentang dewa naga emas Long Tian dan membuka gulungan kuno itu di atas meja yang di lihat oleh semuanya.
Ada gambar disana yang mirip sekali dengan Long Tian dan juga dijelaskan jika Long Tian tidak bisa menjadi Tua.
"Gambar wajah ini sangat mirip bahkan semua ciri cirinya juga sama" ucap jenderal Jee dengan bersemangat sambil berdiri dan memastikan secara teliti.
"Tuan muda ini meminta ku menjadi pemimpin dunia ini dan meminta salah satu dari kalian menjadi Tuan Kota disini, lalu mengenai bangunan ini katanya sebaiknya dijadikan aset kota saja sedangkan untuk bangunan klan penghianat akan dia jadi kan pusat pelatihan untuk semua penduduk dan juga para prajurit ku, bagaimana menurut kalian semua" ucap jenderal Jee dengan ramah sambil duduk kembali.
"Saya setuju jika anda menjadi kaisar, dengan kekayaan dan dengan kekuatan Tuan muda tidak ada yang mustahil untuk itu" ucap seorang pria sepuh dengan pakaian bangsawan.
"Jadi siapa diantara kita yang akan menjadi Tuan kota kita ini" ucap pria sepuh lainnya dan semuanya langsung menunjuk ke wajahnya membuat pria sepuh itu berdiri dan melihat kesemuanya.
"Sudahlah terima saja kau itu yang paling kaya dari kita semua dan juga aku yakin kau bisa mengurus kota kita ini" ucap pria sepuh lainnya sambil tertawa ringan.
"Benar itu, sudah kau saja, kami percaya dengan mu" ucap pria sepuh lainnya.
Mereka terus membahas hal yang berkaitan dengan kota mereka, sementara itu Long Tian sedang berada di ruang bawah tanah kediaman itu.
"Altar darah ini sama dengan altar darah di perkampungan ras iblis darah serigala sebelumnya" ucap Long Tian berbicara sendiri yang saat ini sudah selesai menyegel altar darah itu dengan segel Cakram langit lalu dia memasukan altar darah itu ke halaman istana naga emas di dunia jiwanya.
"Banyak sekali menara iblis darah di sini" ucap Long Tian berbicara sendiri yang melihat tumpukan menara iblis disana dan masih berisi jutaan iblis darah serigala didalamnya.
Long Tian langsung menyegel semua altar darah itu dengan segel Kutukan darah dan segel penghapus jiwa dan dia juga mengirim kan segel tersebut ke dalam menara menara iblis itu.
Jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari menara menara iblis itu dan langsung keluar dari ruangan bawah tanah itu yang kemudian di lihat oleh semua pria sepuh yang sedang duduk di kursi teras kediaman besar itu.
Hal ini sangat mengejutkan mereka semua karena tahu jika hal ini berarti ada jutaan yang di jadikan abu oleh Long Tian di ruang bawah tanah kediaman itu.
Semua menara menara iblis itu langsung Long Tian simpan ke dalam cincin dimensinya dan dia juga kemudian memasukkan semua harta dan artefak yang ada di dalam ruangan bawah tanah yang sangat luas itu ke dalam halaman istana naga emas di dunia jiwanya.
"Baiklah semuanya sudah kosong, sebaiknya aku keluar dari sini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi kembali ke teras kediaman itu menemui yang lainnya.
"Maaf jika membuat kalian semua menunggu ku terlalu lama" ucap Long Tian dengan sangat ramah dan sopan sambil kembali duduk di kursi yang dia duduki sebelumnya.
"Tidak Tuan muda, kami baru selesai memilih Patriark Kyung sebagai pemimpin kota kami ini" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat sambil menunjuk ke Patriark Kyung yang ada di depannya.