
"Li Yi, kau tidak hanya akan meninggalkan kota ini tapi akan meninggalkan dunia ini, aku awalnya hanya ingin memindahkan mu ke kota Long tapi melihat liontin milik mu maka aku akan mengirimmu ke dunia naga saja, nanti kau bisa berusaha disana" ucap Long Tian dengan ramah.
"Kakak ada apa dengan liontinku ini" ucap Li Yi dengan ramah sambil memberikan kalung dan liontinnya ke Long Tian.
"Li Yi, siapa nama ayahmu" ucap Long Tian dengan ramah sambil memegang liontin itu.
"Kakak nama ayahku Li Wei dan ibuku bernama Li Ci, apakah kakak pernah mendengar nama kedua orang tua ku" ucap Li Yi dengan penuh rasa ingin tahu namun kini sudah tidak lagi kaku terhadap Long Tian.
"Ayah mu sebenarnya sudah berusia ratusan juta tahun dan dia adalah salah satu bawahanku di kehidupan ku yang lalu, pertama kali aku menginjakkan kakiku di dunia peri dialah yang menolongku saat aku kesusahan, dan aku memberikan liontin ini sebagai tanda persaudaraan ku dengan ayahmu, karena sekarang aku sudah terlahir kembali maka sudah sepantasnya kau menjadi adikku bukan anakku" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Li Yi.
"Kakak benarkah apa yang kau katakan itu, apakah kau Long Tian, aku mengetahui cerita itu dari gulungan kuno peninggalan ayahku yang aku temukan belum lama ini di bawah lantai kamarnya" ucap Li Yi sambil memberikan sebuah gulungan kuno dan langsung di buka oleh Long Tian.
"Benar, semua yang ayahmu tulis memang benar" ucap Long Tian setelah melihat isi gulungan kuno itu yang menceritakan tentang persaudaraan nya di masa lalu dengan Li Wei ayah dari Li Yi.
Long Tian kemudian mengembalikan gulungan kuno itu dan langsung disimpan oleh Li Yi ke dalam cincin dimensinya.
Sementara itu pelelangan sudah di akan di mulai karena terlihat jika ada seorang pria sepuh yang berdiri di tengah panggung pelelangan.
Kembali ke Long Tian saat ini dia sudah menggunakan kekuatan 100 galaksi namun hanya sebentar saja karena tidak ingin ada orang lain yang melihatnya.
Li Yi langsung memeluk Long Tian sambil menangis bahagia karena bisa bertemu dengan sosok yang ada di gulungan kuno itu.
"Li Yi, sudahlah jangan menangis lagi, kakak akan merawatmu dan pelelangan juga sudah di mulai jadi sebaiknya kita mengikuti nya dulu siapa tahu ada barang bagus untuk mu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan melepaskan pelukan Li Yi.
"Kakak, biarkan aku memelukmu sebentar lagi saja, sudah sangat lama aku tidak menangis seperti ini" ucap Li Yi sambil terus memeluk Long Tian dan menangis.
Long Tian kemudian menyegel ruangan nya itu karena tidak ingin ada seorang pun yang mendengar suara tangisan Li Yi, dia pun membiarkan Li Yi tetap menangis sambil memeluknya.
Lima belas menit berlalu dan kini Li Yi sudah tidak lagi memeluk Long Tian serta sudah tidak menangis.
"Li Yi kau cuci dulu wajahmu sana dan gantilah pakaianmu mu ini, lihatlah sudah basah oleh air matamu sendiri, aku juga ada perhiasan untukmu" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seribu perhiasan wanita.
"Kakak terima kasih aku ke kamar mandi dulu ya kak" ucap Li Yi sambil tersenyum gembira menerima cincin dimensi yang itu dan melangkah menuju ke kamar mandi.
Tidak memerlukan waktu lama untuk Li Yi kembali ke sofa itu dan meskipun pelelangan sudah dimulai belum ada satupun yang menarik perhatian Long Tian.
"Kakak, maaf menunggu mu lama, apakah sudah ada yang kakak inginkan" ucap Li Yi sambil duduk di sebelah kiri Long Tian dan dia sudah tidak lagi menahan dirinya sehingga lebih lepas.
"Belum ada, Yier jika ada yang kamu biar kakak belikan saja untuk Yier" ucap Long Tian dengan santai sambil melihat sekelilingnya dan dia lebih fokus memeriksa semua yang ada di pelelangan itu.
"Baik Kakak, tapi tidak perlu, kan tadi kakak sudah memberikan banyak uang untukku jadi aku sudah bisa membeli apapun aku inginkan" ucap Li Yi dengan santai sambil melihat ke cincin dimensi pemberian Long Tian.
"Apakah kau tidak mau berkultivasi lebih lanjut lagi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat ke Li Yi yang memang hanya memiliki kultivasi tingkat pencipta bumi tahap akhir saja.
"Kakak, aku sampai di tingkat ini di usiaku ini penuh dengan perjuangan dan seandainya aku bisa lebih juga sangat ingin namun dengan harta pemberian mu ini aku yakin aku bisa mencapai tingkat abadi nantinya" jawab Li Yi dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
"Jika aku mengirimmu ke dunia kecilku dan kau berkultivasi disana apakah kau mau, disana kau hanya akan sendirian dan disana juga memiliki perbedaan waktu sampai seribu tahun jadi kau bisa mengejar ketinggalan mu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Kakak benarkah, jika iya aku tidak keberatan untuk itu, apakah kakak bisa membawaku kesana sekarang" ucap Li Yi dengan sangat bersemangat.
Long Tian hanya tersenyum dan berdiri diikuti oleh Li Yi lalu membawa Li Yi ke dunia kecilnya yang sudah lama tidak dia datangi.
Mereka berdua muncul di dalam istana yang ada di dunia kecil milik Long Tian tepatnya di halaman istana itu.
Long Tian kemudian langsung membuat perubahan waktu mencapai waktu maksimal yang bisa dia rubah yaitu seribu tahun.
"Li Yi kau disini hanya sendirian dan jika sudah selesai maka bertelepati kepada ku, apapun yang ku perlukan ada di dunia ini jadi manfaatkan dengan baik kesendirian mu ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke Li Yi.
"Baik kakak, terima kasih kau sudah membuat perubahan berarti untuk ku dan ini medali ruangan VVIP pelelangan anggrek sebaiknya kakak simpan soalnya jika kakak nanti ada yang di beli akan di tanyakan medali ini" ucap Li Yi dengan ramah sambil memeluk Long Tian lalu melepaskannya kembali dan memberikan medali ruangan VVIP pelelangan anggrek.
"Baiklah kakak akan pergi dulu dan akan kesini lagi jika kau sudah selesai" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan menghilang dari pandangan Li Yi setelah menerima medali itu.
"Ayah Ibu, aku selama ini berpikir jika apa yang kau tuliskan di gulungan kuno itu hanya cerita masa lalu namun kini aku tahu jika apa yang kau tuliskan adalah kenyataan, Sosok naga emas yang ayah bilang akan merawat ku ternyata benar adanya, dan aku tidak ingin mengecewakan ayah, ibu dan kakak juga" ucap Li Yi sambil melangkah memasuki istana megah yang ada di depannya.