Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 10


Satu jam berlalu dan kini semuanya mayat dan potongan kaki serta kepala sudah menumpuk di hadapan Long Tian.


"Apakah sudah semuanya" ucap Long Tian dengan ramah ke Jenderal Jee yang mendekatinya.


"Tuan muda sudah semuanya, apakah kita akan membakar semuanya" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat.


"Jenderal Jee, tidak perlu biar saya saja" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan menunjuk ke arah gunungan mayat mayat dan potongan kaki serta kepala para penyerangnya itu.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung menyebar mengenai semua bagian tubuh itu.


Satu persatu mulai mengeluarkan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang melesat ke semua arah di dunia itu demikian juga di kota itu lalu satu persatu bagian tubuh itu menjadi abu seutuhnya.


Semua penduduk kota yang melihat hal ini mengingat jika bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman itulah yang membuat tuan Kota mereka dan semua keluarga nya menjadi abu sebelumnya demikian juga dengan raja raja dan kaisar mereka juga.


"Tuan muda apakah anda yang membunuh tuan kota kami sebelumnya" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat.


"Selama bertahun tahun kalian dipimpin oleh ras iblis darah serigala, apakah kalian mengetahui hal itu, saya hanya membunuh semua ras iblis darah serigala termasuk dengan garis darah mereka, sama seperti disini jika garis darah mereka ada yang menjadi seorang raja terus menjadi abu akibat ulah mereka apakah itu kesalahan" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya dan melihat jika semuanya sudah menjadi abu dan hanya tinggal membersihkan bekas darah di jalanan kota saja.


"Tuan muda, kaisar, raja dan tuan kota memang semuanya merupakan keluarga namun kami tidak mengetahui jika mereka semua merupakan ras iblis darah serigala yang anda maksud itu" ucap salah seorang pria sepuh itu.


"Sudahlah tidak perlu lagi di bahas, sesuai dengan janji ku sebelumnya, aku akan memberikan kalian semua penduduk kota ini masing masing seribu keping koin emas tanpa terkecuali" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengeluarkan sepuluh cincin dimensi yang masing masing berisi satu miliar Keping Koin Emas lalu memberikannya kepada semua pria sepuh itu dan Jenderal Jee dia sengaja menyimpan lebih dengan tujuan ingin melihat reaksi mereka semua.


"Tuan muda satu cincin dimensi ini saja sudah cukup untuk dibagikan kepada seluruh penduduk kota kami ini, karena hanya mereka saja yang masih tersisa di kota kami ini" ucap seorang pria sepuh itu sambil tersenyum hangat dan mengembalikan cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian itu di ikuti oleh yang lainnya kecuali Jenderal Jee.


Semua cincin dimensi yang dikembalikan itu langsung di simpan oleh Long Tian kembali ke cincin dimensinya.


"Baiklah, tolong bagikan kepada mereka semua jika kurang maka aku akan menambahkannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah mendekati sebuah kursi yang ada di pinggir lapangan itu.


"Baik Tuan muda, Terima kasih" ucap jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat.


Long Tian kemudian duduk di kursi yang di tuju olehnya dan dia melihat jika jenderal Jee membagi isi cincin dimensi yang ada padanya kepada pria pria sepuh lainnya dan mulai membagikan seribu keping koin emas kepada para penduduk kota itu.


"Tanah serap semua darah itu secara perlahan jangan menakutkan para penduduk, hujan turun lah perlahan cukup bantu tanah untuk menyerap darah darah itu" ucap Long Tian dalam hatinya sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.


Langit sedikit menghitam dan perlahan mulai turun hujan gerimis yang cukup tipis sehingga tidak membuat kepanikan dari para penduduk kota itu yang masih menunggu giliran mereka untuk mendapatkan seribu keping koin emas dari Long Tian melalui tangan para pria sepuh itu.


Dua jam berlalu dan kini hari sudah semakin siang, hujan sudah berhenti karena semua darah sudah tidak ada lagi yang terlihat di jalanan kota itu, salah seorang pria sepuh itu kemudian mendekati Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda maaf namun ada kekurangan tiga puluh juta keping koin emas saja" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan sopan ke Long Tian.


"Tuan ini kekurangan nya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi tiga puluh juta keping koin emas ke pria sepuh dan mengangkat tangan kirinya untuk membalas sapaan warga kota yang berpamitan.


"Baik Tuan muda, terima kasih kami akan segera selesai" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan sopan lalu bergegas meninggalkan Long Tian


Long Tian hanya tersenyum melihat tingkah pria sepuh itu dan dia melihat jika wanita yang di rumah makan itu mendekati nya.


"Tuan muda, ternyata selain anda sangat tampan dan kuat, anda juga sangat dermawan bagaimana jika aku memasakan makanan lagi untukmu di rumah makan ku dan tentunya akan aku gratiskan hanya untuk anda" ucap wanita itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.


"Baiklah, nanti aku akan ke rumah makan nona lagi sebelum aku meninggalkan kota ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita itu yang membuat pipi wanita itu memerah demikian juga wanita wanita muda yang ada di sekeliling mereka semua.


"Terima kasih Tuan muda, kami permisi dulu untuk membuka kembali rumah makan dan menyiapkan hidangan terbaik untuk anda, nanti anda dapat pergi bersama ayah saya saja" ucap wanita itu dengan sangat sopan sambil melihat ke Jenderal Jee yang mendekatinya.


"Tuan muda maafkan jika anak saya dan teman temannya merepotkan anda" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat sambil melihat ke arah wanita itu.


"Ayah kami akan kembali ke rumah makan dan menyiapkan hidangan untuk tuan muda dan ayah serta para sesepuh lainnya, tapi hanya tuan muda yang aku gratiskan sedangkan ayah dan yang lain harus membayarnya" ucap wanita itu sambil tersenyum dan meninggalkan Long Tian dan Jenderal Jee di ikuti oleh semua wanita muda yang ada disana.


"Tuan muda maafkan jika anak saya merepotkan anda" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat.


"Tidak apa apa, lagi pula kita semua memang sudah seharusnya mengisi perut kita" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke para penduduk yang berpamitan kepada nya.