Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 20


Long Tian dan Ju Lo sampai di tempat mereka pertama kali bertemu dan tampak jika semua penduduk desa itu ada di belakang mereka, ikut mengantar kepergian Long Tian.


Long Tian kemudian menghilangkan kekuatan 100 galaksi miliknya dan berdiri di depan Ju Lo.


"Jalanan kesini terlalu kecil bahkan banyak yang tertutup oleh pohon pohon yang sudah tumbang jadi aku akan memberikan kalian semua jalanan baru, alam buatkan jalan yang lebar dan bagus sampai ke bawah" ucap Long Tian yang terdengar oleh semua penduduk desa itu sambil fokus berkomunikasi dengan semesta dan kemudian menghentakkan kakinya ke tanah.


Tanah langsung bergetar dan mengikuti apa permintaan Long Tian, getaran ini juga di rasakan oleh para penduduk desa namun mereka semua tidak khawatir karena hal ini adalah karena Long Tian.


Pepohonan di lereng gunung itu mulai membuka jalan dan di ikuti oleh batuan batuan alam yang sangat bagus.


Perlahan namun pasti jalan selebar dua puluh meter terbentuk dan terus memanjang sampai ke jalanan utama tempat Long Tian pertama kali memasuki hutan yang membuatnya sampai di desa puncak gunung itu.


Lima belas menit berlalu dan kini getaran tanah itu tidak lagi terasa oleh semuanya, tampak jalanan melingkari gunung itu dengan sangat halus dan nyaman untuk digunakan oleh semuanya.


"Ju Lo bagaimana menurutmu jalajan ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jalan yang baru dibuatnya.


"Penguasa terima kasih, jalan ini sangat bagus dan akan membawa banyak manfaat untuk semua orang yang ada di desa saya ini" ucap Ju Lo dengan sangat sopan dan hormat.


"Baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ku, kalian semua adalah orang baik dan teruslah berbuat baik, jaga diri kalian masing masing" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat ke semua penduduk desa itu lalu berteleportasi ke pertigaan jalan di bawah yang menyatukan jalanan antara jalan dunia itu dengan jalan baru yang menuju ke desa Ju Lo.


Semua penduduk desa itu terkejut karena tiba tiba Long Tian menghilang dari pandangan mereka semua sehingga mereka langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.


"Kalian semua dengarkan baik baik aku akan menyampaikan pesan penguasa kepadaku" ucap Ju Lo sambil tersenyum dan melihat ke arah para penduduk desa nya.


"Yang pertama, Penguasa meminta kita untuk berhenti bersembunyi disini dan mulai membuka diri dengan semua yang ada di dunia ini.


Ke dua, Penguasa meminta kita untuk bergabung dengan sekte pilar naga emas yang merupakan pilar pertahanan penguasa di dunia ini namun tidak memaksa kalian semua untuk bergabung dengan sekte pilar naga emas karena penguasa memahami jika kalian sudah sangat nyaman hidup disini.


Ke tiga, kita jangan pernah ragu dan sungkan untuk menghapus semua ras iblis darah itu dan juga semua pengikut nya.


Ke empat, Penguasa meninggalkan dua miliar keping koin emas dan masing masing dari kalian akan mendapatkan senilai seribu keping koin emas untuk sisanya akan aku gunakan untuk membangun ulang desa ini.


Apakah kalian memiliki pertanyaan" ucap Ju Lo dengan menggunakan kekuatan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk nya.


"Kami juga akan bergabung dengan sekte pilar naga emas" ucap pria sepuh lainnya


Mereka terus meneriakkan persetujuan mereka untuk bergabung dengan sekte pilar naga emas, dan semua penduduk desa itu menyatakan persetujuan mereka untuk menjadi bagian dari sekte pilar naga emas.


"Jika kalian semua bergabung dengan sekte pilar naga emas milik penguasa maka siapa yang akan tinggal di desa kita ini, apakah hanya aku seorang saja, penguasa sudah membuat jalan untuk kita dan melebarkan kubah pertahanan untuk kita sehingga seluruh areal gunung ini sudah dapat kita manfaatkan dengan sebaik baiknya" ucap Ju Lo dengan ramah.


Semua penduduk desa itu kini terdiam dan tampak jika mereka kini sedang berbincang satu dengan lainnya.


"Bagaimana jika begini saja, kaum muda saja yang bergabung dengan sekte pilar naga emas" ucap Ju Lo memberikan opini untuk mereka semua.


"Baiklah jika demikian maka hanya Pemuda dan pemudi usia 17 tahun sampai 25 tahun saja yang bergabung dengan sekte pilar naga emas dari keluarga ku" ucap salah satu pria sepuh itu dengan ramah.


"Aku juga setuju, kaum muda dari keluarga ku yang akan berangkat ke sekte pilar naga emas" ucap seorang pria sepuh lainnya.


Mereka kemudian saling meneriakkan persetujuan mereka jika hanya kaum muda yang akan berangkat ke sekte pilar naga emas dan bergabung menjadi bagian dari sekte Pilar naga emas.


"Baiklah, sudah selesai semua jadi untuk masing masing kepala keluarga kalian mendekat lah akan aku berikan sesuai dengan Jumlah orang dalam keluarga kalian, masing masing akan mendapatkan seribu keping koin emas" ucap Ju Lo sambil menggunakan kekuatan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk desa.


Sementara itu Long Tian sudah berjalan di jalanan utama dan menuju ke desa berikut nya.


"Tanpa adanya kabut, jalanan ini ternyata memiliki pemandangan yang sangat indah" ucap Long Tian sambil terus berjalan dan melihat sekelilingnya yang merupakan hutan dan pegunungan yang masih sangat asri belum tersentuh campur tangan manusia.


Hari sudah sangat siang dan Long Tian kini sudah tiba di depan sebuah gerbang desa yang cukup terawat meskipun masih banyak dedaunan kering di jalanan desa itu.


Tidak ada satupun yang berjaga di gerbang desa itu, bahkan tidak ada satupun penduduk yang di luar rumah ataupun di jalanan desa itu.


"Kenapa sangat sepi bahkan di dalam rumah pun tidak ada satupun penduduk desa ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya dan dia tidak melihat ada satu manusia pun yang ada di desa itu.


Long Tian terus melangkah dan memasuki bagian dalam desa itu dengan harapan dapat bertemu dengan salah satu penduduk desa, semua rumah dia periksa dengan teliti namun hasilnya selalu sama, rumah rumah itu kosong namun dia tidak melihat adanya bekas kerusakan di rumah rumah penduduk desa itu.


"Ini sangat aneh, aku sudah memeriksa semua rumah di desa ini tapi tidak ada satu orang penduduk desa ini yang aku temukan, semua bangunan juga masih utuh, lalu kemana semua orang di desa ini" ucap Long Tian sambil duduk di salah satu kursi yang ada di taman desa itu tepatnya di bagian belakang dari desa itu.