Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Meninggalkan kota naga


"Penguasa ini kuda terbaik hamba dan bisa berlari dengan cepat bahkan kuat berlari sampai satu Minggu tanpa henti" ucap Long Sing dengan hormat sambil turun dari atas kuda itu.


"Baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ku dan apakah ada pintu gerbang lainnya selain pintu gerbang utama itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan menaiki kuda hitam itu.


"Penguasa, anda bisa melalui pintu gerbang belakang dan hamba sudah menyampaikan agar mereka membuka pintu gerbang belakang untuk anda" ucap Long Sing dengan hormat sambil menunjuk ke arah utara dan nampak ada sebuah Pintu di sana.


"Anda bisa keluar melalui pintu itu lalu mengikuti jalan saja maka akan sampai ke gerbang belakang kota tanpa di lihat oleh para penduduk kota" ucap Long Sing kembali.


"Baiklah jika ada apa apa bertelepati saja kepada ku" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian memacu kudanya meninggalkan lapangan belakang kediaman Long Sing dengan sangat cepat tanpa menunggu jawaban dari Long Sing.


"Lima ratus juta tahun berlalu dan sikap penguasa masih saja sama, tidak salah jika aku menunggu anda selama ini, sebaiknya aku juga berhenti berdiam diri dan mulai membantu Penguasa" ucap Long Sing sambil melangkah meninggalkan lapangan itu.


Sementara itu Long Tian yang memacu kudanya terus melesat dengan cepat dan meninggalkan kota itu tanpa ada halangan sedikit pun.


"Ada sebuah desa, sebaiknya aku melihat lihat desa ini, lagi pula sudah cukup lama aku berkuda" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil memelankan laju kudanya.


Dia memasuki desa itu dan nampak jika desa itu sangat tenang dengan para penduduk desa yang beraktivitas layaknya kehidupan di desa.


"Rumah makan ini sangat ramai dan memang sudah jam nya untuk makan siang, baiklah aku akan mencoba mencari informasi tentang desa ini disini saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil turun dari kudanya dan menitipkan kudanya di penitipan kuda yang ada di depan rumah makan itu.


"Tuan tolong berikan makan kuda saya ini dan beberapa buah apel untuknya" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sepuluh keping koin emas ke pria sepuh yang berjaga di penitipan kuda itu.


"Baik Tuan muda dengan koin emas sebanyak ini saya akan sangat memanjakan kuda anda ini, terima kasih" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan terlihat bahagia.


"Terima kasih, saya akan mengisi perut saya dahulu dan apakah anda sudah makan jika belum saya akan meminta pelayan untuk mengantarkannya kesini" ucap Long Tian lagi dengan ramah.


"Sudah Tuan muda, jika saya lapar juga saya bisa pulang ke rumah saya yang sangat dekat dari sini" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan.


Long Tian hanya tersenyum hangat dan langsung memasuki rumah makan itu lalu duduk di dalam dekat dengan jendela yang menghadap ke arah kudanya.


"Nyonya, hidangkan saja masakan terbaik anda untuk saya dan tolong bungkuskan empat hidangan yang sama serta saya ingin mencoba teh terbaik anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil memandang wanita sepuh itu.


"Baiklah jika demikian, mohon anda menunggu sebentar, saya akan segera menyiapkan pesanan anda" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil mengambil kembali mengambil kembali menu makanan rumah makan itu lalu meninggalkan Long Tian.


"Banyak sekali tingkat pencipta dan juga tingkat dao yang menjadi pengunjung desa ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya.


"Eh apa kau yakin tidak mau ikut serta ke kota intan untuk mengikuti pelelangan, aku dengar jika disana akan ada barang barang bagus loh" ucap seorang pria sepuh yang duduk di meja sebelah Long Tian ke pria sepuh lainnya di depannya.


"Aku tidak akan kesana, keuangan ku sudah tidak seperti dulu lagi, sejak istriku sakit kau tahu sendiri jika aku banyak memanggil tabib namun belum ada yang bisa menyembuhkan istriku" ucap pria sepuh itu dengan ramah ke temannya.


"Siapa tahu disana ada pil penyembuh tingkat dewa dan kau bisa membelinya, tapi aku masih tidak mengerti kenapa bisa ada racun di rumahmu itu" ucap pria sepuh lainnya dengan ramah.


"Aku sebelumnya kedatangan orang sekte kelelawar darah dan meminta agar aku memberikan setengah hasil perkebunan ku untuk dijual ke mereka namun aku menolaknya karena kalian tahu sendiri mereka sukanya membayar dengan semaunya sendiri dan setelah mereka pulanglah istriku sakit, aku sangat yakin jika ini ulah mereka namun jika aku mendatangi sekte kelelawar darah untuk meminta penawar racun nya maka sama saja aku mengorbankan nyawa para penduduk desa ku ini" ucap pria sepuh itu dengan datar dan terlihat sangat sedih sekaligus marah.


"Maafkan aku tuan tuan, jika aku mendengar pembicaraan kalian, kebetulan aku juga seorang tabib dan juga alkemis, ini saya memiliki sebutir Pil Penyembuh tingkat dewa untuk anda berikan kepada istri anda" ucap Long Tian yang berdiri lalu memberikan sebuah kotak giok kecil yang berisi sebuah Pil Penyembuh tingkat dewa buatannya sendiri.


"Tuan muda, saya tidak sanggup membayar Pil Penyembuh tingkat dewa ini meskipun saya sangat membutuhkannya" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil memegang kotak giok yang sudah dia buka.


"Yang bilang mau jual siapa, tuan anda salah mengartikan ucapan ku, aku memberikan ini gratis untuk anda, karena saya juga tidak menyukai sekte kelelawar darah itu" ucap Long Tian sambil kembali duduk di kursinya.


"Tuan muda anda sungguh seorang tabib yang dermawan, saya sungguh sungguh berterima kasih kepada anda" ucap pria sepuh itu sambil berdiri dan membungkuk akan badannya untuk menghormati Long Tian sekaligus berterima kasih atas pemberian Pil Penyembuh tingkat dewa itu.


"Sudahlah jangan terlalu kaku, sebaiknya anda segera memberikan Pil Penyembuh tingkat dewa itu kepada istri anda saja" jawab Long Tian dengan ramah sambil melihat jika wanita sepuh itu sudah kembali ke meja nya.


"Baiklah jika demikian, semuanya saya pamit dahulu sebentar untuk memberikan Pil Penyembuh ini kepada istri saya" ucap pria sepuh itu dengan ramah ke Long Tian dan juga teman temannya yang ada di dalam rumah makan itu.


"Kepala desa anda sungguh beruntung dan Tuan muda ini pesanan anda untuk yang di bungkus nanti saya bawakan jika anda sudah selesai" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil meletakkan dua piring yang berisi daging sapi dan daging rusa yang semuanya di bakar dengan di taburi bumbu bumbu.