Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 2


Ada kurang lebih lima belas menit Long Tian menunggu pria sepuh itu dan terlihat jika pria sepuh dan istrinya itu keluar dari gubuk kayunya dengan membawa sebuah gembolan kain yang Long Tian ketahui jika isi nya adalah tanaman tanaman herbal jualan pria sepuh itu.


"Tuan muda terima kasih atas kebaikan anda kami berdua bisa sembuh kembali dan ini semua adalah milik anda" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan menyerahkan buntalan kain itu.


Long Tian hanya tersenyum dan menerima buntalan kain itu lalu membukanya dan mengambil satu ginseng yang berusia satu juta tahun yang masih memiliki tanah itu lalu mengirimkannya ke kebun herbalnya dan dia tanam disana.


Long Tian yang hanya memerlukan ginseng tersebut langsung mengembalikan buntalan kain itu sambil tersenyum ramah.


"Kek, saya hanya ingin ginseng nya saja untuk saya jadikan minuman herbal jadi sisanya saya kembalikan" ucap Long Tian sambil kembali tersenyum ramah.


"Anda sungguh baik dan dermawan, oh aku lupa tunggu sebentar disini" ucap istri pria sepuh itu sambil melangkah memasuki gubuk kayunya di ikuti oleh pria sepuh itu.


Long Tian hanya bisa tersenyum sambil tetap duduk di atas batu besar itu.


Tidak lama kemudian keduanya kembali ke hadapan Long Tian sambil tersenyum ramah


"Tuan muda ini poci anda kami kembalikan, dan ini hadiah khusus dari saya untukmu" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil memberikan poci teh dan juga sebuah kotak kayu yang mengeluarkan aroma herbal yang sangat kuat.


"Nek, poci teh nya untuk nenek saja, dan apa ini" ucap Long Tian sambil membuka kotak kayu yang mengeluarkan aroma herbal alami itu.


"Tuan muda terima kasih jika begitu" ucap wanita sepuh itu sambil tersenyum dan kemudian masuk lagi ke gubuk nya untuk menyimpan poci teh itu lalu kembali menemui Long Tian.


"Ini Ginseng usia lima ratus juta tahun" ucap Long Tian dengan sangat gembira.


"Tuan muda bagaimana apakah anda suka, jika begitu itu adalah untuk anda saja" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan.


"Kek, saya tidak pernah menerima apapun dengan gratis bagaimana jika saya kali ini membayarnya saja, bagaimana jika lima juta keping koin emas" ucap Long Tian dengan ramah sambil terus melihat ginseng yang sudah sangat tua itu.


"Tuan muda kami tidak memerlukan uang sebanyak itu, kami memberi itu sebagai pengganti pil penyembuh tingkat pencipta dari anda saja, sudah anda terima saja meskipun kedua barang itu di jual masih kalah harganya dengan dua butir pil penyembuh tingkat pencipta dari anda" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan duduk di batu besar yang ada di samping kanan Long Tian.


"Baiklah jika demikian saya akan menerima pertukaran ini namun bisakah saya tahu kenapa istri anda sampai terluka organ dalamnya seperti itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya.


"Tuan muda, apakah anda bukan penduduk kota" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Benar Kek, saya bukan dari kota itu jadi bisakah saya mengetahui penyebab nya" ucap Long Tian dengan tetap ramah.


"Apakah Pihak kota tidak memberikan kalian semua tempat untuk tinggal" ucap Long Tian lagi.


"Mereka menawarkan untuk kami bergabung dengan militer kota namun kami tidak berkenan karena usia kami yang sudah tidak muda lagi" jawab pria sepuh itu dengan ramah.


"Apakah kalian semua tidak ingin hidup lebih layak setidak tidaknya dengan rumah yang lebih nyaman" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda keinginan pasti ada tapi apa daya kami tidak mampu, hanya seperti ini lah yang kami mampu" ucap pria sepuh itu dengan terlihat wajah tuanya yang menahan kesedihannya.


"Kek, apakah ada sesuatu yang membebani anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat wajah pria sepuh itu.


"Tidak Tuan muda, ini hanya pemikiran saya saja, kadang jika kami semua orang tua disini berkumpul kami suka berbincang untuk membuka kembali sebuah sekte yang tentunya beraliran putih, kami kadang ingin bisa ikut campur lagi dalam menumpas orang orang jahat." Jawab pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.


"Bagaimana jika kita membuat perjanjian kerjasama tentang hal itu" ucap Long Tian dengan santai sambil memasukkan ginseng ratusan juta tahun lalu ke ruang alkemis di istana dunia jiwanya.


"Maaf Tuan muda, apa maksud anda, anda akan membangun sekte dan kami semua yang akan menjadi tetuanya" ucap pria sepuh itu dengan terkejut.


"Ya dan tidak, Ya karena saya ingin menyumbangkan uang saja, anda semua yang kelola dan mengatur semuanya" ucap Long Tian dengan santai, seolah olah biaya membangun sebuah sekte sangat murah untuknya.


"Maaf tuan muda jika ini berupa pinjaman mana saya akan menolaknya, karena kami berencana untuk membangun sekte untuk menjadi pilar melawan keburukan keburukan di dunia ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Bayarannya adalah itu, saya hanya ingin kalian selalu menghapus semua aliran hitam dan ras iblis darah saja tidak ada yang lainnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


"Tuan muda, saya harus membicarakan tentang hal ini dengan semua yang ada disini, apakah anda keberatan dengan hal ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan melihat jika semua penduduk hutan itu kini melihat ke dirinya dan juga Long Tian.


"Panggilah semuanya dan kita bahas ini dengan semuanya" ucap Long Tian dengan ramah karena ia merasa jika panggilan terkuat di dunia ini untuknya malah berasal dari hutan ini tempat dia berada saat ini.


Pria sepuh itu kemudian berdiri dan mendatangi satu persatu orang orang sepuh lainnya dan ada satu yang bahkan memiliki kultivasi tingkat pencipta semi abadi tahap awal disana.


"Tuan muda satu satunya tanah lapang ada di dekat air terjun jadi kita akan kesana" ucap pria sepuh itu yang mendatangi Long Tian beserta istrinya.


"Baik mari tunjukan jalannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan berdiri untuk mengikuti keduanya.