
"Tuan muda saya menunggu disini saja tidak apa, anda silahkan makan lah dahulu" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan, mohon jangan menolak, mari" ucap Long Tian dengan ramah dan meminta pria sepuh itu untuk masuk ke dalam bersamanya.
Kedai itu sangat sepi dan hanya mereka berdua yang ada didalamnya selain pemilik kedai. Long Tian duduk di dekat jendela dan pria sepuh duduk di depannya.
"Tuan muda apakah anda mau mencoba masakan terbaikku" ucap pria sepuh pemilik kedai dengan hormat mendatangi meja mereka.
"Tuan, mohon siapkan hidangan untuk kami berdua dan bungkuskan untuk semua yang berjaga di gerbang desa" jawab Long Tian sambil tersenyum
"Tuan muda tidak perlu seperti ini, kami bisa makan di rumah kami sendiri" ucap pria sepuh yang mengantarnya.
"Tuan, tidak apa apa saya dapat melihat kalian belum makan juga kan, lagipula sudah waktunya untuk kita makan siang" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda saya akan siapkan dan akan minta istri saya untuk segera mengantar ke gerbang desa juga" ucap pria sepuh pemilik kedai itu dengan ramah.
"Terima kasih" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan dapatkah anda memberitahu saya apa nama desa ini dan ada masalah apakah kalian, mungkin saya dapat sedikit membantu kalian semua" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda ini desa mawar, karena di desa ini banyak pohon mawar, kami saat ini bersiaga karena sudah beberapa kali kami kehilangan hewan ternak kami, jadi kami membatasi tamu desa ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan kenapa memberi saya masuk" ucap Long Tian dengan ramah
"Saya yakin tuan muda bukan pencuri hewan ternak namun saya tidak ingin mereka mengendorkan penjagaan jadi saya mengawal tuan muda" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Hewan ternak kalian bisa hilang, hewan apa yang hilang" ucap Long Tian lagi.
"Tuan muda yang hilang adalah Sapi, karena kami disini memelihara sapi untuk produksi susunya" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Sapi sebesar itu bisa hilang tanpa ada yang tahu bukankah itu mustahil" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah
"Sebenarnya kami tahu siapa yang ambil tapi kami tidak melihatnya langsung, ini hanya mitos saja, bahwa ada perkumpulan di hutan yang mengambil darah hewan ternak besar untuk kebutuhan kultivasi mereka" ucap pria sepuh itu.
"Apakah Tuan setelah ini bisa mengajak saya ke lokasi hewan yang hilang, mungkin saya bisa melihat adanya petunjuk disana" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah
"Tuan muda, area itu sangat berbahaya, karena ada asap hitam yang mengandung racun mengelilingi kandang kandang yang sapinya hilang, anehnya asap itu hanya berkumpul di sana tidak keluar dan menyebar" ucap pria sepuh itu dengan ramah
"Beracun, apa ada korban dari penduduk desa ini" ucap Long Tian
"Anak hamba sampai saat ini masih tertidur dengan tubuh menghitam dan seakan akan darahnya menyusut, demikian juga puluhan orang lainnya yang sempat memasuki kandang hewan yang hilang itu" ucap pria sepuh dan terlihat sangat bersedih sampai air matanya berlinang.
"Saya seorang alkemis, jadi nanti kita lihat anak tuan dahulu setelah kita menikmati hidangan kedai ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum
"Benarkah Tuan muda bisa menolong anak saya" ucap pria sepuh bersemangat.
"Tuan bukankah saya belum melihat anak anda, saya akan mencoba sebaik saya bisa, dan semoga saya memang bisa menolong mereka semua" ucap Long Tian dengan ramah.
"Maksud Tuan" ucap Long Tian.
"Dari pakaian dan kulit anda saya bisa tahu jika Tuan muda seorang bangsawan, dan biasanya kaum bangsawan sangat angkuh dan tidak akan mau berjalan kaki seperti Tuan muda" ucap pria sepuh itu dan terlihat jika memiliki dendam atau kekesalan terhadap kaum bangsawan.
"Tuan muda silahkan dinikmati dulu mumpung masih panas, maaf kami hanya memiliki daging ayam saja dan sayuran" ucap pemilik kedai yang datang dan menyajikan pesanan Long Tian.
"Tuan Terimakasih, apakah yang di gerbang sudah di antarkan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda saya sudah meminta istri saya mengantar makanan yang sama untuk dua puluh orang yang ada di gerbang desa" ucap pemilik kedai dengan ramah.
"Baik, Terima kasih, Tuan mari kita nikmati agar saya bisa segera melihat yang terluka oleh racun itu" ucap Long Tian
"Baik Tuan muda, terima kasih' jawab pria sepuh itu dan mulai menyantap makanannya dengan lahap.
Pemilik kedai meninggalkan mereka dan kembali menyajikan teh untuk Long Tian dan pria sepuh.
Long Tian sama sekali tidak berbicara saat makan, dia fokus dengan makanannya
Lima belas menit berlalu dan kini semuanya sudah masuk ke perut Long Tian dan pria sepuh.
"Tuan berapa semuanya" ucap Long Tian ke pemilik kedai itu karena pemilik kedai sudah datang lagi untuk membereskan bekas makan mereka berdua.
"Tuan muda semuanya hanya 200 koin perak saja, semua masakan kami dari kebun dan ternak sendiri jadi tidak mahal" ucap pria sepuh pemilik kedai.
"Tuan mohon di terima dan mohon untuk tetap mengirim makanan untuk warga yang berjaga di gerbang desa" ucap Long Tian sambil memberikan 1000 koin emas sam kantong penyimpanan.
"Tuan muda sangat dermawan ini bahkan bisa untuk makan seluruh penduduk desa selama satu tahun" ucap pemilik kedai itu sambil melihat isi kantong penyimpanan.
"Baiknya tuan saja, selama kalian mendapatkan keuntungan, mari tuan kita lihat anak anda" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri.
Long Tian berjalan keluar kedai itu mengikuti pria sepuh yang berjalan di depannya di iringi senyum lebar pemilik kedai.
Mereka berdua memasuki rumah besar dan tampak di dalam rumah itu ada puluhan orang tergeletak dengan kondisi menyedihkan tubuh mereka mulai tampak mengering dan kulit mereka sepenuhnya berwarna hitam.
"Kepala desa, tuan muda adalah alkemis dan ingin membantu kita" ucap pria sepuh ke seorang pria sepuh yang ada disana.
"Tuan muda silahkan dan terima kasih sudah mau membantu kami disini" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Racun ini sangat ganas sampai menghisap darah mereka semua" ucap Long Tian sambil melihat semua yang tergeletak.
Long Tian melayang satu meter di ruangan itu, dan perlahan dia terbang ke tengah tengah semuanya, dia mengaktifkan kekuatan 100 galaksi dan kedua tangannya terangkat sampai lurus dengan bahunya.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian pelan.
Cahaya emas regenerasi keluar dari telapak tangannya dan menyebar ke bawah nya dan membungkus semuanya satu persatu seolah mereka berada dalam cangkang cahaya emas dan mengangkat tubuh semuanya 20 centimeter dari lantai ruangan itu