
Long Tian langsung duduk dan mengeluarkan satu poci sedang teh herbal buatannya dan juga sebutir Pil Penyembuh tingkat pencipta.
Long Tian langsung menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta itu lalu menuangkan poci teh herbal buatannya itu ke tiga gelas giok yang sudah dikeluarkan juga.
"Ayo silahkan, maaf saya mengalami sedikit luka dalam jadi saya harus memulihkan diri saya dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil kembali mengeluarkan sebutir Pil Penyembuh tingkat pencipta dan menelannya kembali.
Jenderal Jee dan Komandan prajurit itu hanya mengangguk dan tidak berbicara apapun karena mereka tidak ingin mengganggu proses penyembuhan Long Tian.
Long Tian yang dalam posisi duduk terlihat memejamkan matanya dan cahaya emas Regenerasi terlihat melapisi seluruh bagian tubuh nya.
Lima menit berlalu dan kini cahaya emas regenerasi itu sudah menghilang, Long Tian juga sudah membuka kembali matanya.
"Kalian kenapa belum minum, ayo minum" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan meminum teh herbal buatannya itu sampai habis lalu mengisinya kembali.
"Jenderal Jee besok akan ada banyak sekali yang mencarimu di kota Kyung dan kumpulkan mereka di sekte Pilar naga emas, tawarkan kepada mereka untuk bergabung dengan sekte pilar naga emas, kultivasi mereka jauh diatas kalian bersepuluh namun jika mereka masih menghargaimu maka mereka berjiwa baik" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat.
"Besok kau juga pilihlah siapa saja yang akan menjadi bawahanmu, karena hanya yang melakukan kontak jiwa dengan mu yang boleh bekerja bersama mu mulai saat ini, sampaikan juga kepada yang lainnya, sedangkan untuk mu terima ini dan jika ada yang bertanya soal bukit terlarang maka bilang saja hilang oleh Fenomena alam" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima juta keping koin emas ke komandan prajurit itu.
"Penguasa ini tidak perlu" ucap komandan prajurit itu dengan ramah sambil mengembalikan cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian tersebut.
"Itu bukan hanya untukmu melainkan untuk kau bagikan kepada seluruh bawahan mu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah ke komandan prajurit itu.
"Baik Penguasa, terima kasih" ucap Komandan prajurit itu dengan sangat hormat dan sopan.
"Akhirnya danau ini penuh juga" ucap Long Tian sambil memandang ke arah danau karena memang posisi duduknya menghadap danau dan dia melihat jika danau itu sudah terisi penuh.
"Air berhentilah dan tetaplah jaga agar danau ini tetap memiliki air sebanyak ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil berkomunikasi dengan semesta.
Alam kembali merespon karena permukaan air danau itu tidak lagi bertambah namun rata dengan tanah yang ada di sekitarnya.
"Baiklah kalau begitu, jenderal Jee aku akan mengirimmu kembali ke Kota Kyung dan besok kabari kepada ku jika tamu tamuku sudah datang." Ucap Long Tian kembali dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Jee dan Komandan prajurit itu.
"Baik Penguasa, hamba akan mempersiapkan semuanya demikian juga memilih orang orang yang akan membantu hamba kedepannya" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat.
"Satu hal lagi, penobatan mu akan dilaksanakan lusa, namun aku akan merubah sistem pemerintahan dunia ini menjadi satu raja tunggal saja dan semua bekas kerajaan akan menjadi kota biasa saja, bangunan kerajaan jadikan aset aset milik istana agar tidak ada perebutan apapun" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat dan sopan.
"Komandan apa kau suka makan bakpao isi ayam" ucap Long Tian sambil mengeluarkan empat bakpao isi ayam nya dan memberikan dua untuk komandan prajurit itu.
"Suka penguasa dan terima kasih" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat namun lebih santai tidak tegang seperti sebelumnya.
Long Tian hanya tersenyum dan dia menuangkan kembali poci teh nya ke dua gelas yang ada di atas meja, karena gelas yang bekas Jenderal Jee sudah disimpan kembali ke dalam cincin dimensinya.
"Terima kasih Penguasa" ucap komandan prajurit itu kembali dan Long Tian hanya tersenyum sambil memakan bakpao isi ayam nya.
Para prajurit hanya bisa menelan ludah melihat Long Tian dan komandan prajurit mereka yang duduk sambil memakan bakpao isi ayam dan teh herbal buatan Long Tian itu.
Long Tian yang menyadari jika para prajurit juga menginginkan nya langsung mengeluarkan seratus bakpao isi ayam dan satu poci besar teh herbal nya.
"Kalian ambillah ini dan nikmati bersama kawan kawan yang lainnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke para prajurit itu sedangkan komandan prajurit terlihat memukul jidatnya sendiri melihat kelakuan bawahannya itu.
"Terima kasih Penguasa" ucap salah satu prajurit sambil mengambil bakpao bakpao itu dan membagikan nya untuk kawan kawannya yang lain, demikian juga dengan poci teh herbal buatan Long Tian itu juga di ambil olehnya.
"Nikmatilah dan bukankah danau lebih enak di jaga dari pada sebuah bukit yang selalu memberi rasa tidak nyaman" ucap Long Tian ke prajurit itu.
"Benar Penguasa, akhirnya kami bisa sedikit bersantai" ucap prajurit itu dengan sangat hormat.
"Baiklah aku akan berjalan jalan kembali di ibukota ini dan kalian lanjutkan saja, komandan ingat pesanku, bagikan dengan rata ke semua prajurit mu tanpa terkecuali" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan mengingatkan tentang cincin dimensi yang dia berikan sebelumnya.
"Baik Penguasa, apakah perlu jika bawahan saya mengawal anda" ucap Komandan prajurit itu dengan hormat dan sopan lalu berdiri menghadap ke arah Long Tian.
"Sudah tidak perlu, tapi ada yang harus kalian semua ingat yaitu jangan menyebarkan perihal kedatangan ku sampai lusa saat penobatan Jenderal Jee" ucap Long Tian kemudian.
"Baik Penguasa" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat sambil memberikan penghormatan kepada Long Tian.
Long Tian kemudian berjalan meninggalkan tempat itu dan semua prajurit langsung memberikan penghormatan ketika Long Tian melewati nya dengan membungkuk kan badan mereka.
"Tidak terasa hari sudah mulai sore dan aku sebaiknya bermalam di ibukota ini saja" ucap Long Tian berbicara sendiri dalam hatinya sambil melihat ke arah langit lalu berjalan kembali menelusuri jalanan ibukota itu.
"Tuan maaf bisakah anda memberitahu saya letak penginapan" ucap Long Tian yang bertanya kepada seorang pria sepuh yang sedang duduk di teras sebuah Toko dan sudah dua jam dia berjalan namun belum menemukan satu pun penginapan baik penginapan mewah maupun penginapan biasa.
"Jika anda menyusuri jalan ini maka anda tidak akan menemukan satu pun penginapan, tapi di depan anda belok kanan lalu lurus saja nanti akan ada penginapan berderet di sana" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.