Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 26 part 3 end


Long Tian menyimpan pedang naga emas dan menghilangkan bola cahaya emas yang melindungi dirinya.


Long Tian kemudian berteleportasi ke atas tanah lapang yang dia lihat dan dia kini berdiri tegak di atas tanah.


Long Tian langsung menggerakkan tangannya dengan cepat dan menunjuk ke atas, jutaan cahaya emas melesat keluar dari jari telunjuknya dan itu merupakan cahaya emas penariknya.


"Kita lihat ada apa di dunia ini" ucap Long Tian sambil duduk di batu besar yang datar bagian atasnya.


Lima belas menit berlalu dan Satu persatu cahaya emas penariknya kini mulai kembali kepadanya dan tampak jika kini sudah ada empat bukit yang berdiri di depan Long Tian dan terus menerus semakin meninggi dan membesar karena cahaya emas penariknya masih tetap berdatangan dengan membawa harta dan menumpuknya sesuai jenisnya.


Satu jam berlalu dan terlihat 4 bukit besar di depan Long Tian namun bukan bukit yang terbuat dari tanah dan batuan, melainkan terbuat dari harta yang di bawa oleh jutaan cahaya emas penariknya.


Long Tian berjalan mendekati Satu bukit besar dan tinggi dan bukit itu merupakan bukit koin emas tidak ada satupun tael emas.


"Dunia yang aneh, hanya koin emas saja tanpa tael emas, ras iblis ini sangat miskin ternyata" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat bukit besar koin emas itu dan langsung dia teleportasikan ke halaman istana dunia jiwanya, dia kemudian berjalan mendekati bukit kedua yang merupakan bukit perhiasan.


"Coba kita berikan tiga wanita ku itu kerjaan" ucap Long Tian sambil menteleportasikan bukit yang terbentuk oleh jutaan perhiasan itu ke halaman belakang istana merah karena dia tau ketiga wanita nya sedang ada di teras istana merah dan di halaman belakang itu kosong.


"Kalian bertiga jangan hanya ngobrol tidak jelas, bereskan semua yang ada di halaman belakang dan pastikan semua pelayan juga mendapatkannya" ucap Long Tian melalui telepati ke ketiga wanita nya.


"Gege kapan mau pulang" ucap Hao Ling membalas telepati Long Tian.


"Mungkin tahun depan" jawab Long Tian melalui telepati sambil tersenyum dan melangkah ke antara bukit ke tiga dan ke empat yang terbentuk dari artefak artefak dan senjata tingkat dewa yang dia kumpulkan dari dunia itu, dan langsung dia teleportasikan ke halaman istana dunia jiwanya.


Namun ada 100 menara iblis yang tidak dia teleportasikan dari bukit artefak itu.


Long Tian kemudian mengambil satu artefak menara iblis dan menggunakan ilmu mata emasnya memeriksa isinya dan ternyata penuh dengan ras iblis darah, semuanya nya dia periksa dan ternyata semua artefak menara itu penuh dengan ras iblis darah.


"Jadi kalian banyak berkumpul di Galaksi ini sampai dunia dunia kecil di seratus menara ini saja kalian isi" ucap Long Tian sambil menyusun seratus menara itu di depannya.


"Kutukan darah penghapus jiwa" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke depannya dimana 100 menara tersusun dengan rapi di depannya.


100 bola cahaya berwarna merah kehitaman dan berlapis cahaya emas keluar dari jari telunjuknya dan melesat menuju 100 menara iblis itu dan masuk kedalamnya.


"Kalian semua tidak pantas hidup, dan menara menara ini juga akan aku gunakan untuk menambah koleksiku" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menggunakan mata emasnya melihat isi dunia kecil yang ada di dalam menara menara iblis itu.


Lima menit berlalu dan kini semua dunia kecil di dalam menara iblis itu sudah kosong semuanya, Long Tian langsung menyimpan semuanya di cincin dimensinya.


"Hari sudah sangat larut" ucap Long Tian sambil mengeluarkan kuil naga emas dan melemparnya ke atasnya.


"Pengendalian Alam, tanah telanlah" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya dan langsung melesat memasuki kuil naga emas.


"Hujan turunlah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan duduk di teras kuil naga emas dan berbarengan dengan suara suara petir.


Hujan turun dengan sangat deras dan gempa bumi masih berlangsung untuk menghancurkan semua yang bukan buatan alam dan menelannya kedalam tanah.


Lima belas menit berlalu dan terlihat jika gempa bumi sudah berhenti namun hujan terus mengguyur dengan derasnya berbarengan dengan cincin komunikasi nya bersinar.


"Penguasa, saya sudah selesai memberikan santunan ke keluarga 500 prajurit yang gugur dan masing masing mendapatkan 500 ribu koin emas, saya juga mengatakan bahwa istana akan selalu menjamin kehidupan mereka dan anak anak mereka semuanya" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


"Kakek Yu, terima kasih dan sampaikan ke para jenderal agar selalu mengawasi yang bertugas sebagai pasukan cadangan, dan besok pagi tawarkan ke semua Jenderal adakah yang mau jadi pemimpin di dunia ini karena sudah saya kosong kan" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Baik Penguasa, kebetulan kami masih berkumpul semua jadi akan saya bahas setelah ini" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


Long Tian kemudian mengeluarkan satu poci kecil teh herbal buatannya dan satu gelas gioknya.


Ditemani air hujan yang turun dia menikmati Teh Herbal buatannya itu dan ini adalah salah satu hal yang dia sukai.


"Tidak ada yang senyaman ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya.


Tiga jam berlalu dan kini hujan pun telah berhenti, cuaca dingin pun mulai terasa oleh Long Tian, dia memasukan kembali Poci Teh dan gelasnya kedalam cincin dimensi dan melangkah menuju kamarnya untuk beristirahat.


Waktu terus berlalu dan matahari pagi pun kini sudah bersinar terang, Long Tian tampak sudah duduk kembali di teras kuil naga emas, dari semalam cincin komunikasi nya menyala namun dia tidak menggubrisnya dan dia kemudian mengalirkan sedikit Qi nya.


"Gege terima kasih perhiasannya, kapan Gege pulang kami bertiga menunggumu" terdengar suara Hao Ling melalui cincin komunikasi.


"Penguasa maaf tidak ada yang berkenan di dunia itu" suara Long Yu terdengar melalui cincin komunikasi itu.


"Baiklah kita biarkan dahulu dunia ini kosong" ucap Long Tian sambil berdiri dan melayang turun ke atas tanah dan dia langsung mengangkat tangan kanannya lurus dengan bahunya.


Kuil naga emas mengecil, langsung melesat ke atas tangan Long Tian dan langsung disimpan kembali oleh Long Tian.


"Sebaiknya aku ke galaksi ke dua puluh tujuh saja" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke dek kapal dunia naga.


Long Tian yang sudah berdiri di dek kapal dunia naga langsung mengarahkan kapal ke poros langit dan dia menggunakan kecepatan penuh dari kapal dunia naga.


Kapal dunia naga melesat bagaikan cahaya melintasi ruang hampa di poros langit untuk menuju ke galaksi ke dua puluh tujuh.