Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 20


"Baiklah jika demikian saya akan melihat lihat ibukota ini dahulu, jangan lupa sampaikan ke Jenderal Jee untuk mengabari saya jika kalian semua sudah sampai dan minta dia untuk menerima kalian semua di sekte Pilar naga emas milikku" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan berdiri.


"Baik Penguasa" ucap pria sepuh itu sambil ikut berdiri dan diikuti oleh anak serta istrinya lalu mengantar kepergian Long Tian sampai ke teras rumah mereka.


Long Tian kembali menelusuri lorong lorong jalan tersebut dengan tanpa tujuan yang pasti karena memang dia masih ingin melihat sisi lain dari kemegahan ibukota itu.


Sudah dua jam dia berjalan dan belum ada satupun yang menarik minat nya saat ini dia sudah sampai di depan pintu gerbang istana kekaisaran dan tampak ada ratusan prajurit yang berjaga di sana.


"Kawasan istana kekaisaran ini sangat luas dan juga sangat besar namun kenapa masih sangat kuat hawa iblis darah di kawasan ini dan hawa nya berasal dari bukit belakang istana kekaisaran ini" ucap Long Tian sambil terus berjalan mengikuti tembok istana yang mengarah ke arah sebuah bukit yang cukup besar dan tinggi.


Memerlukan waktu satu jam untuk Long Tian berjalan mendekati bukit itu dan kini dia hanya terhalang oleh tembok besar dan tinggi saja dengan bukit istana kekaisaran.


"Tuan muda maafkan saya tapi ini kawasan terlarang mohon lanjutkan perjalanan anda" ucap seorang komandan prajurit yang mendatangi Long Tian beserta lima puluh orang prajurit lainnya karena memang Long Tian berdiri di dekat pintu gerbang besar untuk memasuki bukit besar dan tinggi itu.


"Bisakah saya bertemu dengan Pemimpin kalian" ucap Long Tian dengan ramah karena semua prajurit itu berjiwa baik termasuk dengan komandan prajurit itu.


"Tuan muda mohon maaf tapi satu satunya Pemimpin kami hanya jenderal Jee dan saat ini beliau sedang pulang ke kota kelahirannya jadi mohon maaf anda tidak bisa menemuinya saat ini" ucap komandan prajurit itu dengan sangat ramah dan sopan dan di balas dengan senyuman oleh Long Tian.


"Jee apakah kau sedang senggang, aku memerlukan mu disini sebentar saja" ucap Long Tian melalui telepati ke Jenderal Jee.


"Hamba siap penguasa, kemana hamba harus pergi" jawab Jenderal Jee melalui telepati juga.


Long Tian yang mendapatkan jawaban itu langsung menteleportasikan jenderal Jee kehadapannya dan Jenderal Jee muncul di hadapan Long Tian sehingga membuat komandan prajurit dan para prajurit kaget.


Mereka langsung berlutut di hadapan di belakang jenderal Jee.


"Hormat kepada Jenderal Jee" ucap komandan prajurit itu dengan hormat.


Jenderal Jee tidak langsung menjawab atau melihat mereka.


"Hormat saya kepada penguasa apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Jenderal Jee sambil memberikan penghormatan kepada Long Tian.


"Apakah mereka bawahan mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil menunjuk ke arah komandan prajurit itu dan juga para prajurit lainnya.


"Benar Penguasa, kalian berdiri semua" ucap Jenderal Jee sambil berdiri di samping kiri Long Tian yang sedang memandang ke para prajurit itu.


"Baik Jenderal" jawab komandan prajurit mewakili yang lainnya lalu berdiri kembali di ikuti oleh semua prajurit nya.


"Baik Penguasa, Komandan buka pintu gerbang ini dan kalian semua ingatlah jangan pernah melawan Penguasa." Jawab Jenderal Jee dengan sangat mendominasi.


"Baik Jenderal" ucap komandan prajurit itu dengan hormat dan langsung menarik pasukannya lalu membuka pintu gerbang besar itu.


"Silahkan penguasa" ucap Jenderal Jee mempersilahkan Long Tian untuk memasuki pintu gerbang besar itu.


"Baiklah kau tunggu sebentar disini dan jangan memancing perhatian siapapun penduduk ibukota kekaisaran ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah memasuki pintu gerbang itu.


"Baik Penguasa" jawab Jenderal Jee dengan sangat hormat.


Semua prajurit termasuk dengan komandan prajurit itu memberikan penghormatan kepada Long Tian saat Long Tian melewati mereka karena melihat jika sosok tertinggi mereka saja sangat menghormati Long Tian.


Long Tian hanya tersenyum dan terus melangkah menaiki anak tangga yang menuju ke puncak bukit besar itu karena hawa iblis darah terkuat berasal dari sana.


Lima belas menit berlalu dan long Tian baru saja sampai setengah perjalanan karena untuk menuju ke puncak bukit besar itu harus menaiki ribuan anak tangga yang memiliki tekanan gravitasi yang sangat kuat.


Long Tian kemudian membuat kubah perlindungan yang menutupi seluruh bukit besar itu karena dia belum mengetahui apa yang sebenarnya ada di puncak gunung besar itu.


"Jenderal kubah cahaya ini" ucap komandan prajurit yang melihat jika seluruh bagian bukit kini tertutup oleh Kubah perlindungan cahaya berwarna emas dan berlapis cahaya merah kehitaman yang sangat pekat bahkan lebih pekat warnanya dari yang sebelumnya di lihat oleh Jenderal Jee dan ini pembicaraan pertama mereka sejak Long Tian menaiki anak tangga karena jenderal Jee pun hanya diam melihat ke arah Long Tian.


"Penguasa 100 galaksi merasakan adanya bahaya yang mengancam dari puncak bukit terlarang ini dan kubah cahaya ini adalah perlindungan untuk kita semua serta penduduk ibukota seluruhnya" ucap Jenderal Jee dengan tetap melihat ke arah Long Tian.


"Jenderal Jee apakah maksud anda jika Tuan muda itu adalah penguasa 100 galaksi" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat dan terdengar terbata bata karena terkejut.


"Benar, beliau adalah dewa naga emas Long Tian sang Penguasa abadi 100 galaksi" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat dan mendominasi.


"Dan aku sudah dijadikan bawahannya kemarin malam, beliau menyelamatkan nyawa seluruh penduduk kota kelahiran ku kemarin saat mendapat serangan dari para penghianat" ucap Jenderal Jee lagi dan terdengar sangat mendominasi.


Komandan prajurit dan seluruh prajurit yang berjaga di sana langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian mereka tidak sama sekali meragukan ucapan Jenderal kepercayaan mereka itu lalu berdiri kembali dan dua di antara para prajurit terlihat menutup pintu gerbang besar itu agar tidak ada yang memasuki pintu gerbang itu.


"Jenderal anda sungguh beruntung bisa menjadi bawahan Penguasa abadi 100 galaksi, lalu bagaimana dengan kekaisaran kita ini? Kita tidak bisa terus seperti sekarang ini tidak memiliki pemimpin karena kami takut jika nantinya akan ada peperangan yang memperebutkan kursi kaisar dan raja" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat sambil berdiri di samping kiri Jenderal Jee.


"Penguasa 100 galaksi meminta ku untuk menjadi pemimpin dunia ini dan aku pun menyetujuinya namun semuanya menunggu dari penguasa sendiri karena beliau tidak ingin ada penduduk tidak berdosa yang menjadi korban dari pengambil alihan kekuasaan dunia ini nantinya" ucap Jenderal Jee dengan ramah sambil tersenyum hangat ke komandan prajurit itu.