Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 81 part 4


"Baik Penguasa, selamat beristirahat" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


Long Tian kemudian memejamkan matanya dan langsung tertidur dengan pulas.


Sementara itu di luar tenda Long Tian tampak sepuluh orang warga desa sudah melangkah meninggalkan perkemahan itu dan mereka memasuki hutan di belakang perkemahan itu untuk berburu makan makan malam mereka semua.


"Aku sangat yakin jika tuan muda adalah penguasa 100 galaksi" ucap pria sepuh yang selalu menemani Long Tian itu.


"Kepala desa anda benar, saya waktu disembuhkan oleh beliau juga tidak seperti tabib biasanya, saya terbungkus cahaya emas dan semua luka di tubuh saya ini menghilang" ucap ayah anak perempuan yang sebelumnya di sembuhkan oleh Long Tian akibat terkena bisa ular.


"Kita semua dipindahkan ke desa kita dalam hitungan detik saja dan aku yakin tidak ada kekuatan besar di dunia ini yang bisa seperti itu" ucap pria sepuh lainnya.


"Tadi dua orang bawahan Tuan muda memanggil dirinya dengan sebutan penguasa, dan tadi dia sampaikan jika besok rumah kita sudah jadi, bukankah hal hal ini sudah membuktikan jika tuan muda itu adalah Sosok penguasa 100 galaksi yang selalu kita harapkan kehadiran dan juga bantuannya" ucap pria sepuh yang ternyata kepala desa itu.


"Kepala desa apakah anda sudah menanyakan secara langsung" ucap pria lainnya.


"Itulah dia tadi aku hendak bertanya tapi beliau mengatakan ingin beristirahat jadi aku belum sempat bertanya" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Beliau sempat berucap ingin daging rusa jadi sebaiknya kita berburu rusa saja" ucap ayah anak perempuan itu.


Mereka terus berbincang dan membahas tentang Long Tian sambil melangkah memasuki bagian dalam hutan yang merupakan tempat para rusa berada.


Sementara itu di dalam kubah cahaya berwarna putih itu Para ahli bangunan dunia naga sudah mulai menghancurkan semua bangunan yang tersisa dan sebagian sudah mulai memotong motong kayu untuk membuat pondasi rumah sedangkan yang lainnya sibuk dengan menggali tanah untuk pondasi rumah.


Long Yu membawa seribu orang ahli bangunan ke desa itu dan semuanya bekerja dengan sangat cepat dan tidak membuang waktu sedikit pun karena mereka semua tidak ingin mengecewakan Penguasa mereka.


Waktu terus berlalu dan sudah tiga jam Long Tian tertidur dengan sangat pulas, kini dia sudah terbangun dan melangkah menuju bagian ruang tamu di tendanya yang memang memiliki beberapa ruangan itu.


Long Tian duduk di ruang tamu tendanya dan menikmati teh herbal buatannya sambil tersenyum melihat keluar tenda dengan menggunakan mata emasnya.


"Mereka sangat bahagia sekali dengan semua ini" ucap Long Tian yang melihat jika semua penduduk desa itu sedang mengolah daging rusa untuk mereka bakar.


Sebagian penduduk desa tampak sedang membuat api unggun, sedangkan anak anak kecil semuanya bermain meski hari sudah mulai malam.


Long Tian kemudian melihat ke dalam kubah cahaya berwarna putih dan melihat jika sudah banyak bangunan berdiri dan meskipun hari sudah malam tetap banyak ahli bangunan yang bekerja karena memang ada pembagian waktu kerja di antara mereka.


"Para penduduk desa ini akan sangat kaget jika mereka tahu rumah baru mereka akan menyaingi rumah bangsawan" ucap Long Tian sambil kembali mengawasi para penduduk desa itu dan juga sekelilingnya.


Satu jam lagi berlalu dan Long Tian melihat jika pria sepuh yang selalu menemui nya kini berdiri di depan pintu masuk tendanya.


"Tuan muda bolehkan saya mengganggu anda sebentar" ucap pria sepuh itu dengan hormat.


"Silahkan anda duduk dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan kembali duduk di kursinya dan menuangkan Teh untuk pria sepuh itu setelah pria sepuh itu duduk di depannya.


"Tuan muda terima kasih, maaf kan saya, nama saya Foo Sui dan saya sebenarnya kepala desa ini, jika boleh saya ingin menanyakan nama anda yang sudah banyak membantu kami" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan.


"Kepala desa Foo Sui nama saya Long Tian" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


Kepala desa itu langsung berdiri lalu berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.


"Hormat kepada dewa naga emas Long Tian sang penguasa abadi 100 galaksi" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat hormat sambil tetap berlutut di depan Long Tian.


"Kepala desa hormat mu aku terima, bangunlah, dan duduklah kembali" ucap Long Tian dengan ramah.


"Maafkan saya jika saya sebelumnya kurang sopan terhadap Penguasa" ucap Foo Sui dengan sangat hormat setelah duduk kembali di depan Long Tian.


"Apakah semua warga mu nyaman dengan tenda ku" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa bahkan rumah kami sebelumnya di desa ini kalah mewah dengan tenda anda, kami tidak pernah bermimpi bisa merasakan tenda bangsawan seperti saat ini" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat hormat.


"Baguslah jika demikian, saya ingin menanyakan sesuatu kepada mu, kultivasi kalian semua cukup tinggi kenapa kalian memilih hidup hanya menjadi pemburu bukankah kalian bisa mendapatkan hidup yang lebih layak jika kalian bergabung dengan militer atau klan klan besar" ucap Long Tian dengan ramah dan santai.


"Penguasa kami lebih baik hidup susah dari pada harus menjadi bagian dari pemerintahan yang busuk, mereka semua hanya bisa menindas kaum lemah saja, kami semua giat berlatih karena kami tidak mau di tindas, dan kami tidak menyangka jika sampai ada jutaan perampok yang menyerang kami setahun yang lalu, saat kami mendatangi kota untuk meminta bantuan malah ditolak karena kami tidak memiliki satu sen pun uang" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat hormat.


"Aku suka dengan pemikiran mu namun jangan hanya diam dan menanti, kurangi semua keburukan di dunia ini sebisa kalian kedepannya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik Penguasa, hamba akan selalu mengingat pesan penguasa" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat sopan dan hormat.


"Bagaimana jalur perdagangan dunia ini, dan sebelumnya kalian menjual hasil buruan kemana?" Ucap Long Tian dengan santai sambil tersenyum ramah.


"Penguasa, kami biasanya hanya menjual hasil buruan kami ke para pembeli yang datang ke desa kami ini, dulu mungkin hanya desa kami ini saja yang menjual hasil buruan" ucap kepala desa Foo Sui dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Kepala desa, sebaik baiknya berburu lebih baik kalian beternak, jadi kelangsungan hidup binatang di hutan tidak cepat punah" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa, kami tidak memiliki modal untuk membeli hewan ternak" jawab Kepala desa Foo Sui sambil menundukkan kepalanya.