
"Nin Kin apakah dunia ini juga penghasil tambang" Tanya Long Tian
"Benar Penguasa, sebagian penduduk dahulu memang menambang tapi tidak lagi karena dunia ini tidak memiliki penempa" ucap Nin Kin
"Sangat disayangkan, nanti aktifkan kembali para penambang dan kau jual kepadaku hasil tambang itu, biar para penempa di dunia Naga saja yang memproduksi Artefak dan lainnya" Ucap Long Tian.
" Baik Penguasa, tapi maaf apakah hamba pantas memimpin Dunia ini" ucap Nin Kin.
" Jika dirimu merasa tidak pantas maka kau sudah pantas untuk menjadi pemimpin dunia ini tapi ingatlah dahulukan kepentingan rakyat sebelum kepentingan mu akan tetapi jangan sungkan apabila ada menolak kebijaksanaan mu atau berbuat hal dapat merugikan banyak orang, hapus keberadaan penyakit seperti itu" ucap Long Tian.
" Hamba akan selalu mengingat nasehat penguasa" jawab Nin Kin.
Long Tian kemudian memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi 100 juta keping koin emas, 100 pasang gerbang dimensi yang bisa sampai lintas dimensi, 5 menara 250 dunia dan 5000 tokennya, 100.000 pil Penyembuh, 100.000 Pil Fusi Roh, 100.000 pil Mutiara Dewa dan satu juta senjata pusaka tingkat dewa beserta semua perincian penggunaan nya.
"Terima lah dan jadikan ini modalmu nanti memimpin dunia itu dan pelajarilah catatn yang ku tulis, dan disana juga sudah ku tulis apa harapan ku dengan dunia ini" ucap Long Tian.
" Terima kasih Penguasa" ucap Nin Kin.
….
Waktu berlalu dan sudah berjalan 7 hari pembersihan dunia itu, Long Tian juga sudah meminta Jenderal Long Pang untuk membersihkan Istana dalam pengertian yang sebenarnya agar bisa di isi oleh Nin Kin.
"Nin Kin berikan informasi kepada semua penduduk, bahwa mereka bisa kembali ibukota atau bertahan di desa, mereka semua memiliki kebebasan, dan jika sudah silahkan datang ke istanamu agar bisa kunobatkan kau sebagai Pemimpin dunia ini" Ucap Long Tian
"baik Penguasa saya mohon Pamit." Jawab Nin Kin.
" Satu dunia lagi selesai, dengan membersihkan setiap dunia maka kekuatan dunia dunia ini akan berkembang dan sanggup bertahan apabila ada lagi agresi Ras Iblis darah" Ucap Long Tian berbicara sendiri.
Long Tian mengetahui jika saat ini Jenderal Long Pang sedang bersantai di taman belakang istana sendirian sambil menikmati Teh Herbal racikannya.
Long Tian berteleportasi ke taman belakang Istana Dunia itu dan muncul di samping Jenderal Long Pang dan membuat Jenderal Long Pang kaget dan menumpahkan gelas teh yang hendak di minumnya.
"Penguasa oh Penguasa" ucap Jenderal Long Pang sambil mengambil gelas yang terjatuh.
Long Tian berpura pura tidak bersalah dan duduk di depan Jenderal Long Pang.
"Jenderal bagaimana dengan empat dunia lain di semesta ini" Ucap Long Tian.
"Penguasa keempat dunia lain tidak ada masalah, hanya masalah kecil saja tentang para perampok dan perompak saja" jawab Jenderal Long Pang sambil menuang teh herbal untuk Long Tian.
" Baguslah jika demikian" Ucap Long Tian santai.
"Hamba sudah memerintahkan mereka semua ke dunia ini begitu juga dengan Zan Wo agar hadir dalam dua hari ke dunia ini" ucap Jenderal Long Pang
"Itu lebih baik, agar kita mengetahui niatan mereka dengan undangan kita" jawab Long Tian.
"Dunia ini yang terluas dan memiliki lautan terluas juga, saya berencana memberi nama Dunia ini dengan Nama Dunia Lautan Tambang karena banyak bahan tambang yang di bawah laut ini" ucap Long Tian.
" Nama yang bagus Penguasa, agar penduduk disini nantinya tetap bisa hidup dari hasil laut juga selain hasil daratan" jawab Jenderal Long Pang.
Long Tian dan Jenderal Long Pang dapat mendengar ungkapan penduduk yang sudah mulai mengisi ibukota dan dengan kekuatan dunia itu Long Tian mengetahui bahwa semua penduduk berbahagia.
"Penguasa ini bagian anda" ucap Jenderal Long Pang sambil memberikan dua cincin dimensi.
"Terima kasih" jawab Long Tian sambil menerima cincin tersebut dan memeriksa nya dan melihat ada kurang lebih 50 milyar koin dan tael emas dan barang barang lainnya, sedangkan cincin satunya hanya berisi kitab dan gulungan kuno.
"Apa semua prajurit sudah mendapatkan?" Tanya Long Tian.
"Sudah Penguasa, seperti biasa" jawab Jenderal Long Pang sambil tersenyum.
"Jenderal, apakah ada yang membuatmu bahagia?" Tanya Long Tian.
" Iya penguasa, dulu hamba hanya Jenderal muda Pengawal anda dan tidak memiliki prajurit langsung tapi kini sudah 600 juta prajurit perang hamba miliki" ucap Jenderal Long Pang dengan senyum bahagianya.
" Ini takdir langit, dan apakah sudah kau siapkan prajurit untuk bertugas menjaga dunia dunia di semesta ini" ucap Long Tian sambil melihat 5000 kapal perang miliknya melayang satu kilometer di atas istana dan ibukota dunia Lautan Tambang.
" Sudah Penguasa, dan tiap kapal perang yang ada di dunia ini nantinya juga sudah terpasang Gerbang dimensi lintas Galaksi yang langsung ke kota mereka" ucap Jenderal Long Pang.
" Baguslah semakin hari kau sudah semakin terlatih" Jawab Long Tian.
" Penguasa apakah kita akan langsung berpindah semesta usai dari penobatan Nin Kin" ucap Jenderal Long Pang.
" Benar, apakah ada masalah" ucap Long Tian.
" Tidak ada penguasa tapi di semesta ini banyak sekali yang berkultivasi di tingkat Penguasa langit tahap akhir sepertinya kedepan makin banyak tantangan kita" ucap Jenderal Long Pang sambil tersenyum.
" Ya, Jenderal Pang benar, oleh karena itulah anda dan para prajurit jangan berhenti berlatih" jawab Long Tian
" Baik Penguasa" ucap Jenderal Long Pang.
" Saya akan ke dunia Naga, dan kabarilah jika para pemimpin itu tiba dan jika penobatan sudah siap dilaksanakan, khusus kali ini biar aku sendiri yang menobatkan Nin Kin menjadi Pemimpin" ucap Long Tian.
" Baik Penguasa" jawab Jenderal Long Pang dan melihat jika Long Tian sudah menghilang, " Penguasa oh Penguasa" ucapnya kemudian.
Long Tian berteleportasi ke kamarnya karena hari sudah mulai malam dan dia langsung membersihkan dirinya.
" Gege sudah dari tadi kah pulang nya" ucap Hao Ling yang baru sampai dan melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
"Gege belum lama, Ling-er bersihkan dulu dirimu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan duduk di kursi yang ada di kamarnya itu.
"Baik Gege, Ling-er bersihkan kan badan Ling-er" jawab Hao Ling mesra sambil mengecup pipi kanan suaminya dan melangkah ke kamar mandi.
Setengah jam sudah Hao Ling di kamar mandi dan Long Tian pun memilih untuk tidur lebih dahulu.
……