
"Lalu siapakah pemimpin di kota 100 galaksi ini" ucap Long Tian dengan ramah.
Seorang pria sepuh melesat dari dalam kuil kuno dan ternyata pria sepuh yang berbicara sesaat mereka akan mulai berdoa tadi.
Pria sepuh itu kemudian berlutut di depan Long Tian dan memberikan sujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
"Hormat kepada Penguasa, hamba Dong Xi pemimpin kota 100 galaksi ke 780 dan hamba sudah memimpin selama seratus tahun" ucap Pria sepuh yang mengakui namanya Dong Xi dengan sangat sopan dan membuka lautan jiwanya.
"Dong Xi, bisakah anda memberitahu saya apa yang kau inginkan" ucap Long Tian dengan ramah dan senyuman khasnya
"Penguasa, hamba tidak ingin apapun, selama jutaan tahun keluarga hamba memang mengabdikan diri untuk anda penduduk kota 100 jiwa, kota ini tertua dan merupakan kota pertama di dunia ini, akan tetapi saya menginginkan agar penguasa dapat membantu semua penduduk di kota 100 galaksi ini agar dapat merasakan kembali hidup aman, tentram dan makmur" ucap Dong Xi dengan ramah dan menunduk.
"Apakah ada kendala lain yang terjadi, bicaralah" ucap Long Tian dengan tegas karena merasa ada yang disembunyikan oleh Dong Xi.
"Penguasa, maaf hamba saat ini hanya sedang menahan Racun menyebar saja, saat penyerangan tiga hari lalu hamba terkena jarum beracun dan hamba menahan agar racunnya tidak menyebar, hamba sengaja tidak memberitahu siapa pun, karena tidak ingin mereka khawatir" ucap Dong Xi sambil memperlihatkan dadanya yang menghitam akibat racun.
"Dong Xi telan ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu Pil Penyembuh tingkat Penguasa dan sempat di lihat oleh Tabib Rang.
"Penguasa sangat dermawan, Tuan kota Pil itu sangat berharga segeralah anda telan" ucap Tabib Rang
Dong Xi langsung menelannya dan merasakan bahwa kondisi tubuhnya membaik dan tiba tiba dia memuntahkan darah hitam yang sangat pekat.
"Penguasa Terima Kasih" ucap Dong Xi dengan ramah sambil tersenyum bahagia.
"Apakah ada lagi diantara kalian semua yang sedang terluka" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum melihat semua penduduk kota 100 galaksi yang ada di hadapannya.
Seorang kakek tua berdiri dengan susah payah dan di bantu oleh seorang pemuda.
" Penguasa, kakek itu memiliki sakit yang aneh, dia mengalami kelumpuhan di beberapa bagian dalam tubuhnya dan sudah hamba obati namun belum berhasil juga" ucap Tabib Rang yang melihat pandangan Long Tian.
"Tabib Rang apa pil yang ku berikan masih ada, berikanlah kepada kakek itu satu butir dan pemuda di sampingnya, dia juga sama mengalami luka dalam yang serius" ucap Long Tian sambil tersenyum.
Tabib Rang langsung berdiri dan melangkah menuju kakek tua itu dan memberikan satu butir pil penyembuh tingkat dewa termasuk kepada pemuda di sebelah kakek tua itu.
Keduanya langsung duduk dan menelan Pil Penyembuh tingkat dewa itu dengan rasa gembira dan bersemangat.
Hanya dua menit terlihat jelas perubahan nya, kakek itu seakan menjadi muda kembali, keriput di kulit dan wajahnya menghilang dan tampak rambutnya yang tadinya putih kini menghitam, kulitnya yang mengendur kini terlihat kencang kembali.
Kakek tua itu berdiri dan melompat lompat di tempatnya lalu berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian, sedangkan pemuda tadi yang membantu kakek itu berdiri kini masih bersujud.
"Bangunlah dan duduklah kembali, apakah tidak ada lagi yang sedang sakit" ucap Long Tian dengan tersenyum karena dia melihat banyak yang iri melihat kulit yang tadinya mengendur milik kakek tua itu kini mengencang dan semua keriput juga menghilang.
Hampir seribu orang langsung berdiri dan mereka rata rata sudah sepuh, namun ada beberapa wanita juga yang berdiri dan terlihat jika satu persatu mulai berdiri.
"Usiamu masih sangat muda, kenapa kau ikut berdiri" ucap Long Tian ke anak perempuan yang pertama melihat nya.
"Dewa ada bekas luka di kaki dan tanganku, apakah bisa disembuhkan oleh dewa" ucap anak perempuan itu dengan sangat berharap.
"Kalian semua duduklah dengan sikap sepertiku dan jangan ada yang di dalam kuil" ucap Long Tian sambil melesat sedikit keatas dan dia melayang 10 meter di atas mereka di tengah tengah halaman luas kuil kuno.
Satu persatu penduduk yang berada di halaman kini mulai duduk dengan sikap lotus dan yang di dalam kuil kuno mulai keluar dan mencari lokasi untuk mereka duduk.
20 menit berlalu dan semuanya tanpa terkecuali kini sudah duduk dengan sikap lotus menunggu apa yang akan di lakukan oleh Long Tian.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
Cahaya emas regenerasi keluar dari telapak tangannya dan menyebar ke bawahnya, menutup semua penduduk satu persatu dan seakan akan mereka semua kini ada di dalam cangkang cahaya emas.
Satu persatu merasakan perubahan di tubuh mereka, semua luka dan bekas luka menghilang, rambut yang memutih semua menghitam, wajah mereka kini semua semakin halus dan kulit mereka tampak kencang, semua merasa bahwa mereka seakan menjadi semakin muda, semua wanita kini mendapatkan keinginan mereka yaitu mendapatkan wajah sehalus giok dan kulit yang Kencang bahkan semua lemak di tubuh mereka kini tak terlihat.
Tiga puluh menit berlalu dan kini cangkang cahaya emas regenerasi itu menghilang dan mereka semua mulai melihat jika perubahan instan itu benar benar merubah mereka.
Semuanya kini berlinang air mata dan kembali bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih mereka.
"Penguasa terima kasih akhirnya aku jadi semakin cantik" ucap seorang wanita dewasa dengan memiliki dua gunung kembar yang sangat besar dan pakaian sedikit terbuka.
"Penguasa terima kasih aku sekarang menjadi muda lagi" ucap seorang nenek tua yang kini memiliki kulit laksana anak gadis
Semua mengungkapkan rasa terima kasih mereka dengan mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Satu jam berlalu dan mereka kini sudah diam semuanya tidak lagi berteriak gembira.
Long Tian Kemudian menggerakan tangannya dengan cepat dan menunjuk ke atas kepalanya dan cahaya merah kehitaman melesat ke atas kepalanya dan membentuk sebuah kubah besar yang menutupi semua areal gunung itu dan juga kota 100 galaksi sejauh 50 kilometer dari lereng gunung dan 50 kilometer dari tembok kota terjauh.
Semua melihat kubah cahaya berwarna merah kehitaman itu dengan sangat terpesona karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat adanya kubah cahaya transparan berwarna merah kehitaman seperti ini.