
"Tuan muda mari saya antarkan anda ke penginapan anggrek yang merupakan penginapan terbaik di kota kami ini" ucap prajurit itu dengan ramah sambil mengajak Long Tian mengikutinya.
Mereka berdua berjalan memasuki kota itu dengan Long Tian berada di sebelah kanan prajurit itu.
"Prajurit, apakah kota ini sesepi ini saat malam" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan terus melangkahkan kakinya.
"Benar Tuan muda, tuan kota meminta agar di malam hari di gunakan untuk beristirahat, jadi sejak jam sepuluh malam tidak ada lagi toko yang diperbolehkan untuk buka, hanya penginapan saja yang diperbolehkan untuk tetap buka jadi ya kota kami ini seperti ini sepi" ucap prajurit itu dengan sangat ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
"Jika saya boleh tau siapa tuan kota dari kota ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke prajurit itu.
"Tuan muda apakah anda pernah mendengar kota naga?" ucap prajurit itu balas bertanya ke Long Tian.
"Leluhur saya pernah menceritakannya, kota yang menjadi basis pertahanan untuk dewa naga emas di dunia kristal ini bukan" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengimbangi kecepatan langkah kaki prajurit di sebelahnya.
"Anda benar dan saat ini anda berada di kota Naga, tuan Kota kami bernama Long Sing anak dan usianya sudah lebih dari lima ratus juta tahun, dia sudah memimpin kota ini selama lima ratus juta tahun sehingga kota kami ini menjadi satu satunya kota di dunia ini yang tidak ikut aturan kekaisaran ataupun kerajaan" ucap prajurit itu dengan bangga.
"Apakah saya bisa bertemu dengan Tuan kota Long Sing, siapa tahu saya bisa menimba ilmu dari beliau" ucap Long Tian dengan ramah.
"Begini saja bagaimana jika besok pagi setelah saya selesai berjaga anda saya jemput, jika boleh saya tahu siapa nama Tuan muda ini, dan nama saya Jing Ko, saya anak dari Jenderal Jing Mo" ucap prajurit itu dengan ramah.
"Nama saya Tian, dan terima kasih anda sudah mau mengantar saya bertemu dengan Tuan Kota Long Sing besok pagi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda Tian senang bisa mengenal anda, tidak masalah karena besok pagi memang perjalanan pulang saya melewati penginapan anda dan searah dengan kediaman Tuan Kota" ucap prajurit itu dengan ramah sambil berhenti di depan sebuah penginapan besar.
"Tuan muda ini penginapan anggrek dan pastinya masih ada kamar kosong jadi saya akan kembali ke pintu gerbang kota, besok pagi saya akan kesini menjemput anda untuk ke kediaman Tuan Kota kami" ucap prajurit itu dengan ramah.
"Baik terima kasih saya tunggu besok dan ini terimalah sebagai tanda persahabatan kita" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seribu keping koin emas.
"Tuan muda Tian anda sungguh dermawan dan kaya ternyata, baiklah aku tidak akan mengecewakan anda dan akan menerima pemberian anda ini, sampai jumpa besok pagi" ucap prajurit itu dengan ramah sambil melangkah meninggalkan Long Tian.
Long Tian kemudian melangkah memasuki penginapan besar itu dan disambut hangat oleh seorang wanita muda.
"Tuan muda, selamat datang di penginapan anggrek, apakah anda hendak menginap di penginapan kami ini atau hendak ke rumah makan kami" ucap wanita muda itu dengan ramah dan dilihat dari pakaian merupakan pemilik penginapan itu.
"Nona, bisakah saya menyewa kamar terbaik anda disini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita muda itu.
"Tuan muda kebetulan kamar terbaik kami masih kosong jadi bisa anda tempati, mari kita selesaikan dahulu pembayaran anda" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil mengajak Long Tian ke bagian dalam penginapan itu lalu berhenti di sebuah meja yang di jaga oleh seorang wanita muda lainnya namun terlihat jika wanita muda yang ada di meja itu merupakan karyawan penginapan.
"Satu malam saja dulu jika memang besok urusan saya belum selesai maka saya akan menambah lagi" ucap Long Tian dengan ramah sambil meletakkan dua ratus lima puluh Keping Koin Emas di atas meja itu.
"Baiklah Tuan muda, mari ikuti saya ke kamar anda, kebetulan kamar anda ada di lantai dua" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil menerima kunci dari wanita muda yang berjaga di meja tamu itu.
Long Tian mengikuti wanita muda itu dan mereka menaiki anak tangga yang menuju ke lantai dua penginapan itu.
"Tuan muda ini kamar anda, jika anda hendak ke rumah makan maka cukup anda perlihatkan kunci ruangan anda ini saja, karena makan malam dan pagi sudah termasuk biaya sewa kamar ini" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil mempersilahkan Long Tian memasuki kamarnya.
Long Tian kemudian memasuki kamar itu dan langsung menutup pintu lalu menguncinya, dia pun kemudian memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu berganti pakaian.
Setengah jam berlalu dan Long Tian sudah selesai membersihkan diri lalu dia pun memilih beristirahat dahulu agar tubuhnya lebih fresh besok pagi.
Matahari pagi pun kini menerangi kota itu dengan sangat terang dan Long Tian sudah duduk di kursi yang ada di ruang tamu kamarnya.
"Sepertinya Jing Ko sudah datang, baiklah waktunya ketemu bawahanku Long Sing" ucap Long Tian sambil berdiri lalu melangkah keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuruni anak tangga.
"Tuan muda apakah anda akan meninggalkan penginapan atau hanya berjalan jalan di kota saja" ucap wanita muda yang semalam mengantar Long Tian ke kamarnya.
"Nona saya akan meninggalkan penginapan dan jika urusan saya belum selesai mungkin saya akan kembali kesini" jawab Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita muda itu lalu melangkah keluar dari penginapan anggrek.
"Jing Ko apakah anda sudah lama disini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jing Ko yang sedang berdiri bersandar di dinding luar penginapan anggrek.
"Belum terlalu lama Tuan muda Tian, mari kita ke kediaman Tuan Kota Long Sing" ucap Jing Ko dengan hormat.
"Baik, silahkan tunjukan jalannya" ucap Long Tian lagi dengan ramah.
Mereka berdua berjalan berdampingan dan Jing Ko banyak bercerita tentang kota itu, yang menurut informasinya jika kota itu merupakan kota teraman dan juga terbesar setelah ibukota kekaisaran kristal.
Memerlukan waktu hampir setengah jam untuk mereka sampai di kediaman Tuan kota Long Sing dan mereka langsung memasuki kediaman itu setelah melewati pemeriksaan dari dari prajurit yang berjaga di pintu gerbang kediaman itu.
"Kediaman ini sangat besar dan kuno ya" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan dia mengingat perjuangan dia di masa lalu saat membangun kediaman itu yang merupakan kediamannya.
"Benar Tuan muda Tian, Tuan kota Long Sing sangat merawat kediaman ini dan beberapa ribu kali perbaikan tetap mempertahankan bentuk asli kediaman ini" ucap Jing Ko dengan hormat sambil berjalan melewati lorong yang akan membawa mereka berdua menuju ke aula utama dimana Tuan kota Long Sing akan menemui Long Tian.