
"Nona lalu bagaimana dengan turnamen" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda turnamen di batalkan, dan mohon maaf saya diminta oleh pemilik penginapan untuk mengambil pembayaran 50 persen dari anda jadi senilai seratus dua puluh lima keping koin emas dan untuk makan siang, makan malam dan sarapan besok pagi untuk anda dan nona juga akan kami siapkan" ucap wanita muda itu dengan sopan.
"Nona saya akan tetap membayar penuh, dan ambil sisanya untuk anda" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah kantong penyimpanan yang berisi tiga ratus lima puluh keping koin emas.
"Tuan muda terima kasih, saya mohon pamit" ucap wanita muda itu dengan ramah dan langsung meninggalkan kamar Long Tian.
Long Tian membiarkan pintu kamar itu tetap terbuka karena ia akan meninggalkan kamar itu.
"Kakek Yu perintahkan pasukan bayangan agar melakukan pembersihan di galaksi ke 30" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.
"Penguasa saya baru melaporkan jika Raja yang memimpin dunia di galaksi ke tiga puluh sudah menjadi abu dan pasukan bayangan ingin menanyakan apakah anda masih di kota yang menjadi tempat turnamen sekaligus kota tempat kematian Raja dunia itu" ucap Long Yu dengan melalui cincin komunikasi.
"Itu benar karena saya yang membuat segel itu disini, apa pasukan bayangan memerlukan bantuan ku" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.
"Tidak penguasa, hanya saja mereka ingin menjaga penguasa" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.
"Kakek Yu, Tidak perlu, sampaikan saja mereka untuk melakukan pembersihan" ucap Long Tian dengan santai melalui cincin komunikasi.
"Baik Penguasa" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.
Long Tian kemudian bangkit kembali dan membawa satu kursi ke dekat jendela dan dia memilih mengawasi jalanan kota itu yang kini tidak terlihat siapapun yang berjalan di jalanan kota itu.
"Satu hal yang membuat ku penasaran, kanapa turnamen ini memperbolehkan pertarungan hidup dan mati" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi ke atas awan.
Di atas awan Long Tian langsung mengawasi pusat kota yang akan menjadi tempat untuk turnamen itu.
"Jadi panggung itu adalah altar pengorbanan darah, ini altar terbesar yang pernah aku temukan" ucap Long Tian sambil terus mengawasi altar pengorbanan darah.
"Api Lava suci abadi bakarlah" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah panggung turnamen yang merupakan altar pengorbanan darah terbesar yang sedang di jaga oleh beberapa prajurit.
Api Lava suci abadi keluar dari jari telunjuknya dan melesat ke arah panggung turnamen itu dengan sangat cepat.
Api Lava suci abadi mengenai panggung turnamen dan langsung membakar panggung turnamen itu yang sontak membuat para prajurit itu panik dan berusaha untuk memadamkan api lava suci abadi namun sebelum mereka bisa memadamkan nya panggung besar itu sudah menjadi abu seluruhnya.
Api lava suci abadi tidak berhenti disana melainkan membakar dua panggung lainnya dan sebuah ruangan yang ada di bawah panggung itu yang mempunyai sebuah altar pengorbanan darah versi kecil.
Lima belas menit berlalu dan api lava suci abadi yang sudah melakukan tugasnya kini menghilang dari pandangan semua prajurit yang terduduk lemas karena mereka tidak bisa memadamkan api itu.
Cincin komunikasi Long Tian bercahaya terang dan langsung diberikan sedikit Qi olehnya.
"Penguasa, mohon maaf mengganggu anda, pasukan bayangan melaporkan jika ada sebuah sekte yang tersegel dan segel anda juga tidak berpengaruh di sekte itu" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi
"Kakek Yu suruh mereka memberikan tanda atau kapal perang mereka layangkan di atas sekte itu, saya akan kesana membantu mereka" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.
"Baik Penguasa" jawab Long Yu melalui cincin komunikasi.
"Jadi disana" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat sebuah kapal perangnya melayang di puncak sebuah gunung yang berjarak sekitar lima puluh kilometer dari lokasinya.
Long Tian langsung berteleportasi ke puncak gunung itu dan muncul di sebelah jenderal muda yang memimpin pasukan bayangan di dunia itu.
"Hormat kepada Penguasa, sekte ini tersegel oleh segel kuno dan segel kutukan darah serta segel penghapus jiwa anda tidak menembus segel ini" ucap Jenderal muda itu dengan hormat.
"Jenderal apakah ini sekte aliran hitam" ucap Long Tian karena mata emasnya tidak bisa menembus ke dalam sekte itu.
"Penguasa, hamba sangat yakin jika ini adalah sekte aliran hitam pengikut ras iblis, karena beberapa hari lalu sebelum sekte ini tersegel pernah hamba selidiki sendiri" jawab Jenderal muda itu dengan hormat.
"Segel ini akan aku ledakan, kalian semua naiklah ke kapal perang kalian dahulu dan aktifkan segel pertahanannya" ucap Long Tian dengan ramah.
Lima menit berlalu dan semua prajurit sudah menaiki kapal perang serta sudah mengaktifkan segel pertahanan kapal perang itu.
Long Tian kemudian menggerakkan tangannya sambil melayang menjauhi kubah segel kuno sekte itu.
"Tinju Naga" ucap Long Tian sambil meninju ke arah kubah perlindungan sekte itu.
Dua Siluet qi naga melesat dengan cepat ke arah kubah perlindungan.
Boooooooooooom
Booooooooooom
Dua ledakan terdengar dengan sangat kencang.
Kraaaaaaaaaak
Booooooooooom
Kubah Segel perlindungan sekte itu hancur berkeping keping seperti sebuah kaca yang hancur.
Booooooooooom
Serangan kasat mata mengenai Long Tian sampai Long Tian terpental lima ratus meter dan jatuh kedalam tanah bahkan sampai sedalam 100 meter membuat kawah yang lumayan besar dan dalam.
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Tiga ledakan kembali terdengar namun tidak mengenai Long Tian melainkan mengenai kapal perang pasukan bayangan.
Tidak ada kerusakan apapun di kapal perang itu bahkan kapal perang tidak bergeser sedikit pun.
Long Tian berteleportasi ke atas sekte itu dan kini menggunakan kekuatan 100 galaksi dengan cangkang cahaya emas pelindung nya.
Booooooooooom
Booooooooooom
Dua ledakan terdengar saat serangan qi jarak jauh yang kasat mata mengenai Long Tian.
Serangan Qi kasat mata itu tidak sama sekali melukai Long Tian atau membuat sedikitpun kerusakan di cangkang cahaya emasnya.
"Jadi kakek tua bangka itu yang menyerangku" ucap Long Tian sambil melihat seorang pria sepuh yang melesat ke arah nya dengan dua pedang di tangannya.
Pria sepuh itu mengayunkan pedangnya dan dua siluet pedang berwarna merah melesat ke Long Tian dengan cepat.
Booooooooooom
Booooooooooom
Dua ledakan kembali terdengar saat Qi pedang berwarna merah itu mengenai cangkang emas bahkan sampai membuat cangkang cahaya emas Long Tian mengalami sedikit keretakan namun cangkang cahaya emas itu dengan cepat memperbaiki dirinya.
Pria sepuh itu semakin mendekati Long Tian dan dia berputar dengan cepat sambil mengarahkan kedua pedang nya ke Long Tian.