
"Penguasa hanya beberapa luka ringan tidak masalah, sudah terobati dengan Pil Penyembuh buatan anda" jawab Xuan Li melalui cincin komunikasi.
"Lanjutkan dan selalu cek yang lainnya segera bantu jika mereka membutuhkan" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.
"Baik Penguasa" jawab Xuan Li yang masih melalui cincin komunikasi.
"Baiklah waktunya melanjutkan tugasku, apakah masih di dunia ini atau pindah dunia jika memang tidak ada waktunya mengunjungi galaksi lainnya" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak namun dia menyerahkan lokasinya kepada alam semesta.
"Jadi sudah tidak ada lagi di semesta ini" ucap Long Tian yang ternyata muncul di dek kapal dunia naga.
Kapal dunia naga langsung melesat menuju poros langit dan memasuki gerbang dimensi lintas galaksi, memerlukan waktu hampir satu jam dan kini Long Tian sudah berada di galaksi ke empat belas.
"Coba apakah di semesta ini aku di perlukan" ucap Long Tian sambil mencoba berteleportasi namun dia tidak berpindah tempat.
"Jadi disini aman, baiklah kita coba semesta berikut nya di galaksi ini" ucapnya sambil mengarahkan kapal dunia Naga melesat kembali ke poros langit dan memasuki gerbang menuju semesta kedua.
Kapal dunia naga tidak memerlukan waktu lama untuk menuju semesta kedua hanya kurang lebih 10 menit saja.
Kini Kapal Dunia Naga sudah kembali melayang di dekat poros langit dan Long Tian langsung mencoba berteleportasi secara acak namun dia kembali tidak berpindah tempat.
Dia terus melakukan hal ini keluar masuk gerbang poros langit dan sekarang dia berada di galaksi ke 20 yang hanya memiliki satu semesta dengan 10 dunia.
Long Tian kembali mencoba berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
Long Tian ternyata muncul di dalam sebuah desa yang sangat sepi tanpa ada nya penduduk di jalanan desa atau di halaman rumah mereka.
"Kita lihat apakah yang terjadi di desa ini, sampai sampai semua penduduk di dalam rumah sore ini" ucapnya sambil berjalan berkeliling di desa itu.
"Tidak ada seorang penduduk pun yang keluar rumah, jika begini mau tidak mau aku harus mengetuk pintu mereka"ucap Long Tian sambil memasuki halaman rumah paling besar disana.
Long Tian berjalan ke depan pintu rumah itu dan dia mengetuk rumah itu dengan sopan namun hanya terdengar suara ketakutan dari dalam rumah.
"Saya tidak ada maksud jahat hanya ingin bertanya saja, mohon bukalah pintu anda ini" ucap Long Tian dengan ramah dan sopan.
Pintu rumah itu terbuka dan terlihat seorang pria sepuh dengan rambut sudah memutih yang membuka pintu itu.
"Tuan muda, anda bukan penculik kan" ucap pria sepuh itu yang hanya membuka sedikit pintu rumahnya dan terlihat jelas bahwa wajah nya ketakutan.
"Tuan lihatlah apakah saya seperti penculik yang anda magsudkan, saya baru sampai di desa ini dan saya hanya ingin bertanya arah kembali ke ibukota saja" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda masuklah dan saya akan sedikit bercerita" ucap pria sepuh itu sambil membuka lebar pintu rumahnya mempersilahkan Long Tian untuk masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamunya itu.
"Tuan muda maafkan saya yang berhati hati, karena desa kami takut menjadi korban dari para penculik" ucap pria sepuh itu.
"Tuan bisakah anda menceritakan sedikit kepada saya perihal penculikan yang anda maksudkan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Satu hari yang lalu ada satu anak perempuan di desa ini yang tiba tiba menghilang, padahal hari masih sore seperti saat ini, dan ada tulisan jika ingin anak itu selamat maka kami harus menyiapkan 1000 koin emas dan membawanya ke depan Goa di dalam hutan di belakang desa kami ini, semua warga desa mengumpulkan uang kami dan membawanya kesana namun anak perempuan itu tidak ada disana dan sampai saat ini juga tidak kembali ke desa ini lagi, untuk jalan ke ibukota dari sini masih sangat jauh, tuan muda hanya tinggal mengikuti jalanan desa ini ke arah barat saja" ucap Pria sepuh itu menjelaskan dengan sopan.
"Tuan dapatkah anda menunjukan lokasi terakhir dari anak perempuan yang hilang dan menunjukan Goa itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda saya ingin untuk itu namun saya khawatir dengan keselamatan istri dan anak saya" ucapnya sambil melirik anak dan istrinya yang memang sudah duduk di dekat nya.
"Suamiku pergilah kami akan baik baik saja dan siapa tau jika benar Tuan Muda bisa membantu menemukan anak yang hilang itu, bukankah ini tugasmu sebagai kepala desa ini" ucap sang istri dengan ramah.
"Ayah pergilah, saya dan ibu akan baik baik saja selama kami tidak keluar rumah" ucap anak perempuannya.
"Tuan kepala desa saya akan memasang segel perlindungan di desa anda dan hanya orang berhati baik yang bisa memasuki desa ini, jadi semua penduduk akan lebih aman, bagaimana menurut anda" ucap Long Tian dengan ramah
"Tuan muda benarkah anda bisa melakukan hal itu" ucap pria sepuh yang ternyata adalah seorang kepala desa.
"Benar saya mampu untuk hal itu" ucap Long Tian sambil berdiri dan melangkah keluar dari rumah itu.
Pria sepuh itu mengikuti Long Tian dan Long Tian kini sudah berdiri di jalanan depan rumah itu.
Long Tian menggerakkan tangannya dengan cepat dan membuat segel perlindungan dan dengan pengaturan hanya yang berjiwa baik yang bisa melewatinya sedangkan yang berjiwa buruk atau mempunyai niatan buruk untuk warga desa akan menjadi abu.
Tangan kanan Long Tian menunjuk ke atas dan terlihat ada sinar cahaya berwarna merah kehitaman melesat ke angkasa dan kemudian menyebar dengan cepat membuat kubah dan menutupi areal desa itu sampai dua kilometer di luar desa.
"Tuan kepala desa, segelnya sudah aku buat, hanya yang berhati dan berjiwa baik yang dapat keluar masuk desa ini, jika kepala desa tidak mempercayainya bisa mencobanya dengan memikirkan hal jahat untuk warga desa lain lalu keluar dari desa ini, namun jika terbakar menjadi abu jangan salahkan saya" ucap Long Tian sambil tertawa ringan dan berjalan ke arah teras rumah itu lalu duduk di salah satu kursi karena dipersilahkan oleh istri kepala desa yang sudah duduk di kursi teras itu bersama anak perempuannya.
"Tuan muda saya mempercayai perlindungan yang anda buat seperti saya mempercayai bahwa Dewa Naga Emas akan datang ke desa kami dan menolong kami menyelamatkan warga desa kami" ucap kepala desa itu dengan ramah dan duduk di kursi depan Long Tian.
"Dewa Naga Emas?" Tanya Long Tian pura pura tidak tahu.
"Penguasa 100 Galaksi Dewa Naga Emas Long Tian penolong dan pelindung kita semua, saya yakin leluhur Tuan muda juga pernah menceritakan hal ini" ucap pria sepuh kepala desa itu sambil melihat ke arah langit desa yang kini terlihat kubah transparan berwarna merah kehitaman.