
Long Tian tidak mau mengambil resiko dia yang sedang melihat ingatan milik pria sepuh itu kemudian menunjuk ke arah pria sepuh itu dan satu bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke tubuh pria sepuh itu.
Tubuh pria sepuh itu mengeluarkan ribuan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang melesat ke semua arah lalu tubuh pria sepuh itu kini memerah karena terbakar dari dalam dan menjadi abu.
Ingatan demi ingatan pria sepuh itu terlihat oleh Long Tian dan dia melihat jika pria sepuh itu melakukan ritual darah dan sudah membunuh banyak anak perempuan juga menyetubuhi anak anak perempuan yang masih berusia belia untuk menaikan kultivasi nya.
Bola kristal kenangan itu juga memperlihatkan jika pria sepuh itu memasang banyak kertas array di sekitar hutan itu yang membuat hutan itu memiliki kekuatan untuk menekan siapapun yang memasukinya.
Bola kristal kenangan yang sudah melaksanakan tugasnya kini kembali mengecil dan kini bola kristal kenangan melesat ke arah Long Tian dan langsung dimasukan ke dalam cincin dimensi miliknya.
"Pria sepuh ini benar benar pengikut sejati iblis darah, bahkan dia mengorbankan ribuan anak perempuan untuk menjadi kuat, benar benar pantas di hapus" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya dengan telapak tangannya menghadap ke atas.
Ribuan cahaya emas penariknya keluar dari telapak tangannya dan melesat ke semua arah.
Tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk cahaya emas penariknya kembali dan membawa ribuan array yang sempat di pasang oleh pria sepuh itu.
Ribuan array kini menumpuk di depan Long Tian dan langsung di bakar oleh Long Tian dengan menggunakan api Lava suci abadi miliknya.
Hutan yang sebelumnya gelap dan mencekam serta mampu menekan siapapun yang memasukinya kini kembali normal seperti hutan pada umumnya.
"Kekuatan array nya bagus tapi sayang membutuhkan darah manusia untuk membuatnya dan aku tidak tertarik untuk itu" ucap Long Tian sambil melangkah menuju sebuah mulut Goa yang kini terlihat jelas berjarak dua ratus meter dari tempatnya berada.
Di ingatan milik pria sepuh itu diperlihatkan jika pria sepuh itu tinggal di Goa itu dan menyimpan semua harta miliknya di Goa itu.
"Kau terlalu percaya diri hingga Goa ini kau biarkan tanpa segel perlindungan apapun" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki bagian dalam Goa itu.
Goa besar itu memiliki ruangan yang jauh lebih besar dari mulutnya dan tampak gunungan koin emas, artefak dan perhiasan di dalam perut Goa itu.
"Lumayan juga harta jarahan mu, dan kini sebaiknya aku saya yang menyimpannya." Ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengirim semua harta di depannya itu ke halaman istana dunia jiwanya.
"Jadi ini altar persembahan darah dan tempat kau melakukan kultivasi ganda dengan calon calon korban mu" ucap Long Tian sambil melihat sebuah altar yang lumayan besar berbentuk lingkaran.
"Api Lava suci abadi bakarlah semua isi goa ini" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya sejajar dengan bahunya.
Api Lava suci abadi keluar dari telapak tangannya dan langsung membakar altar itu hingga menjadi abu demikian juga barang barang lainnya yang merupakan milik pria sepuh itu.
Long Tian melangkah keluar dari dalam Goa itu dan dia langsung berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada dunia itu.
Long Tian muncul di depan sebuah jalanan di depan desa dan melihat jika desa di depannya itu seperti sedang memiliki masalah karena banyak orang yang berjaga di depan desa itu.
"Tuan muda mohon maaf tapi kedai di desa kami untuk sementara waktu tidak berjualan" ucap seorang pria sepuh dengan tampak waspada karena kehadiran Long Tian.
"Tuan maaf saya sedang tersesat jika boleh saya tau kemana arah ke ibukota" ucap Long Tian dengan ramah sambil berpura pura memegang perutnya.
"Tuan muda, ambillah roti ini dan arah ke ibukota cukup jauh dari sini, anda ikuti saja jalanan di samping desa kami ini, setelah anda melewati lima hutan maka anda akan sampai di ibukota" ucap Pria sepuh itu sambil memberikan sepotong roti kukus ke Long Tian.
"Tuan terima kasih" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu keping koin emas ke pria sepuh itu namun berusaha di tolak oleh pria sepuh itu.
"Tuan muda, tidak perlu membayarnya, roti itu untuk anda saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan jika demikian terima kasih saya mohon pamit" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan desa itu.
Long Tian yang kini sudah terlihat oleh siapapun yang berjaga di depan desa langsung melesat ke atas awan dan memantau desa itu dari atas awan.
"Aku tidak tahu kenapa kalian bahkan tidak mengijinkan ku masuk ke desa kalian, meski kalian orang orang baik tapi apa masalah kalian seperti ini" ucap Long Tian sambil mengawasi desa itu dengan mata emasnya dan menikmati roti pemberian pria sepuh itu.
"Roti kukus ini enak juga, aku jadi ingat saat dulu aku masih di desa, ayahku sering membawa roti kukus seperti ini untukku" ucap Long Tian sambil tetap mengawasi desa itu.
"Hujan turunlah" ucap Long Tian pelan sambil tersenyum dan tidak lama kemudian tampak jika langit yang sebelumnya terang kini mulai gelap dan suara petir mulai bersahut sahutan dengan sangat jelas terdengar oleh semua orang di dunia itu.
Hujan deras pun kini melanda dunia itu membasahi semua yang ada di atas tanah dan tanahnya.
"Kalian semua bahkan tidak bergeser dan tetap berjaga di depan desa kalian, ada apa ini yang sebenarnya kalian tunggu" ucap Long Tian sambil tetap mengawasi desa itu dari atas awan dengan mata emasnya.
Satu jam sudah hujan turun dengan derasnya dan tampak jika orang orang yang berjaga itu masih tetap berjaga meski mereka sudah basah kuyup akibat derasnya hujan.
"Hujan berhentilah" ucap Long Tian pelan dan tampak jika mendadak langit kembali terang dan hujan pun perlahan mulai berhenti.
"Perampok" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat ada ratusan orang yang mengarah ke desa itu dengan menaiki kuda dan membawa banyak senjata.
"Jadi kalian berjaga karena menunggu kehadiran para perampok itu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan dia membuat singgasana awannya.
Rombongan para perampok itu kini sudah mulai mendekati desa itu dan tampak jika semua yang berjaga kini sudah memegang senjata mereka demikian juga dengan orang orang lainnya di desa itu.
"Warga desa ini bahkan hanya memiliki kultivasi tingkat Dao bumi tahap akhir sedangkan para perampok itu memiliki kultivasi tingkat Dao semesta tahap awal dan ada yang dao galaksi tahap awal, sungguh tidak sebanding." Ucap Long Tian sambil tersenyum melihat dua kekuatan yang tidak sebanding ini.