Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Pelelangan Anggrek Part 5


"Ini sangat sempurna jadi aku tidak perlu repot repot lagi, semua uang yang di hasilkan aku sumbangkan untuk anak yatim piatu dan kaum duafa saja" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat.


"Anda sungguh dermawan dan mewakili pelelangan anggrek saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang anda berikan kepada kami semua" ucap pria sepuh itu sambil menyimpan kedua cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian itu.


"Ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan jika boleh, apakah kalian berdua ayah dan anak karena wajah kalian sangat mirip sekali" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah ke kedua nya.


"Tuan muda saya kira anda mau bertanya apa, dugaan anda benar ini anak saya satu satunya yang akan meneruskan pelelangan anggrek ini nantinya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat.


"Baiklah jika demikian sudah tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda jika demikian kami permisi dan semoga sang pencipta selalu menjaga dan memudahkan jalan anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil berdiri lalu memberikan penghormatan kepada Long Tian demikian juga dengan wanita muda itu.


Keduanya meninggalkan ruangan Long Tian dan menutup pintu ruangan itu kembali.


"Kakak apakah kau memiliki pil yang bisa membantu ku" ucap Li Yi melalui telepati dan Long Tian mengetahui jika Li Yi masih dalam sikap duduk Lotus di gazebo belakang istana dunia kecilnya.


"Yier aku akan mengirimkannya untukmu" ucap Long Tian sambil mengirimkan sebuah cincin dimensi yang berisi sepuluh drum kayu teh herbal buatannya yang memiliki khasiat melebihi pil pil apapun juga apalagi jika di konsumsi secara rutin.


Sebuah cincin dimensi muncul di telapak tangan Li Yi yang sedang duduk dalam sikap lotus dengan telapak tangan yang keduanya menghadap ke atas.


"Kakak apa isi drum drum kayu ini" ucap Li Yi melalui telepati kembali.


"Yier minumlah teh herbal buatan ku itu secara rutin dan khasiatnya melebihi pil apapun juga" ucap Long Tian melalui telepati juga.


"Baik kakak, terima kasih atas bantuan kakak" jawab Li Yi melalui telepati.


"Tidak perlu terburu buru, disini kau belum satu jam, jadi berjuanglah" ucap Long Tian melalui telepati kembali.


"Baik kakak, aku tidak akan mengecewakan kakak" jawab Li Yi melalui telepati.


Satu jam berlalu dengan sangat cepat dan kini pria sepuh pembawa lelang itu sudah kembali berdiri di atas panggung lelang.


"Tidak banyak barang yang dititipkan untuk di lelang jadi saya memulainya dengan sebuah pedang elemen api yang merupakan pedang pusaka tingkat Pencipta, Harga di buka mulai seratus ribu keping koin emas" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan sangat lantang namun sopan.


Tidak ada seorang pun yang melakukan penawaran dan Long Tian melihat jika ada seorang pemuda yang berwajah murung karena pedang miliknya belum ada yang menawar.


"Karena pedang es sudah menjadi milikku maka aku coba tawar dua ratus ribu keping koin emas untuk Pedang elemen api ini" ucap Long Tian dengan santai namun terdengar oleh semuanya.


Long Tian melihat jika wajah pemuda itu menjadi ceria berkat penawaran dari Long Tian itu.


"Dua ratus ribu keping koin emas apakah ada lagi yang hendak menawar lebih tinggi lagi untuk Pedang elemen api ini" ucap pria sepuh pembawa acara lelang itu dengan sangat sopan.


"Tolong naikan harga menjadi dua ratus lima puluh ribu keping koin emas, saya membeli pedang itu lebih tinggi untuk membantu pemilik pedang itu" ucap Long Tian melalui telepati ke pria sepuh di kamar VIP nomor satu.


"Baik Tuan muda saya akan naikkan harga nya" ucap pria sepuh di kamar VIP nomor satu melalui telepati.


"Maaf Tuan muda saya coba tawar di angka Dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu.


"Baiklah saya coba lagi di tiga ratus lima puluh ribu keping koin emas karena saya ingin agar pedang es punya teman saja nantinya" ucap Long Tian dengan santai sambil tersenyum melihat Pemuda pemilik pedang elemen api itu.


Tidak ada seorang pun yang menawar lebih tinggi lagi untuk Pedang pusaka elemen api tingkat pencipta itu.


"Tiga ratus lima puluh ribu keping koin emas oleh kamar VVIP nomor satu apakah ada lagi yang hendak menawar lebih tinggi untuk Pedang pusaka elemen api tingkat pencipta ini" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang dan sopan.


"Satu …. Dua ….. tiga …. Sah pedang pusaka elemen api tingkat pencipta terjual seharga tiga ratus lima puluh ribu keping koin emas, mohon Tuan muda menyiapkan uang nya dan barang akan segera di antarkan ke ruangan anda" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang dan sopan.


"Tok tok tok" Terdengar suara pintu ruangan VVIP nomor satu itu ada yang mengetuknya.


"Masuklah" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda ini pedang elemen apinya dan maaf pemilik sebelumnya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda apakah bisa ikut masuk ke ruangan anda ini" ucap wanita muda yang selalu mengantarkan barang yang di beli oleh Long Tian sambil menyerahkan sebuah pedang pusaka elemen api tingkat pencipta yang tersarung dengan rapi menggunakan kulit rusa.


"Nona ini pembayaran nya dan ini untuk anda, persilahkan saja dia masuk tidak apa apa" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi tiga ratus lima puluh ribu keping koin emas dan sebuah kantong penyimpanan yang berisi seratus keping koin emas.


"Terima kasih Tuan muda, Tuan silahkan jika anda ingin bertemu dengan pembeli pedang anda" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke arah luar pintu dan masuk seorang pemuda yang dari tadi di perhatikan oleh Long Tian.


"Tuan muda Terima kasih atas bantuan anda, akhirnya keluarga kecil saya bisa memiliki uang lagi untuk bertahan hidup di dalam kota ini" ucap pemuda itu dengan ramah sambil membungkukkan badannya di depan Long Tian sedangkan wanita muda itu sudah meninggalkan ruangan itu.


"Saya sudah sah menjadi pemilik pedang ini namun saya juga sudah memiliki pedang lainnya jadi sebenarnya tidak memerlukan pedang mu, dan sebagai tanda pertemuan kita maka pedang ini aku hadiahkan untukmu dan terimalah jangan kau tolak" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan memberikan pedang pusaka elemen api tingkat pencipta itu kembali ke pemiliknya.