
"Tuan muda mereka masih di tingkat pencipta bumi tahap awal dan sebagian malah masih di tingkat Dao surgawi tahap akhir" ucap wanita muda itu dengan ramah tanpa memperdulikan pandangan Long Tian ke arah lembah bukit giok kembarnya.
"Saya ingin tahu apakah kalian ingin mempertahankan penginapan ini atau memilih untuk meninggalkannya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Kami sebenarnya betah di kota ini karena penduduk disini sampai tuan kota sangat baik namun kami tidak bisa membiarkan jika para pembunuh itu terus datang ke kota ini" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Baiklah nona, saya akan membantu kalian semua dengan memasang segel perlindungan saya di radius lima puluh kilometer dari kota ini, nantinya hanya orang yang berhati baik yang bisa memasuki kota ini karena mereka yang berhati jahat akan menjadi abu berikut garis darah mereka, saya permisi karena harus melanjutkan perjalanan" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan menghilang dari pandangan wanita muda itu.
Wanita muda itu langsung kebingungan karena Long Tian yang tiba tiba menghilang dari pandangannya dan bahkan pintu pun masih tertutup rapat.
"Semoga segel perlindungan buatan tuan muda benar benar membuat penduduk kota ini aman" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan menarik nafas dalam dalam.
Sementara itu Long Tian sudah berdiri di atas awan dan di juga sudah membuat kubah perlindungan untuk kota itu seluas lima puluh kilometer dari tembok kota yang merupakan segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa yang dapat memilih korbannya.
"Aku sebaiknya hanya membersihkan kota ini dulu saja dari orang orang yang berhati buruk" ucap Long Tian sambil menunjuk ke bawah nya dan sebuah cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman itu lurus sampai mengenai tanah di bawahnya lalu menyebar ke semua arah sampai ke luar kota itu dan menghilang saat mengenai kubah cahaya buatannya.
Fenomena aneh terjadi saat ratusan orang di dalam kota itu menjadi abu demikian juga dengan semua garis keturunan darah mereka yang membuat mereka ketakutan bahkan banyak yang berdoa memohon perlindungan ke Long Tian.
Demikian juga di dalam penginapan banyak juga yang berubah menjadi abu bahkan saat mereka sedang menikmati sarapan mereka.
"Tuan muda ini benar benar membantu ku, dan sepertinya dia bukan penduduk dunia ini, apakah dia seorang dewa yang datang kesini sebagai utusan penguasa 100 galaksi Dewa Naga Emas Long Tian" ucap wanita muda pemilik penginapan yang melihat sepuluh orang di ruang makan penginapannya yang menjadi abu mirip dengan sepuluh orang yang sebelumnya hendak membunuhnya.
"Ternyata banyak sekali orang orang yang berhati jahat di dalam kota ini, semoga saja ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh penduduk kota itu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mencari lokasi dari pangeran dan para pengawalnya dengan menggunakan kekuatan mata emasnya.
Tidak sulit untuk Long Tian menemukan rombongan pangeran itu karena jumlah mereka yang besar dan ternyata memiliki ribuan prajurit yang mengawal mereka.
"Memiliki banyak pengawal tapi pembunuh bisa lolos sampai sangat dekat, entah apa pelajaran dan pelatihan yang selama ini mereka berikan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat arah tujuan rombongan itu.
"Kota yang sangat besar apakah itu ibukotanya" ucap Long Tian sambil melihat dengan mata emasnya sebuah kota besar di jarak 200 kilometer dari lokasi rombongan pangeran itu dan hanya kota besar itu satu satunya kota di jalanan arah mereka.
"Awan bergeraklah ke kota besar itu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah kota besar yang dilihatnya.
Awan bergerak dengan sangat cepat bahkan bisa di bilang melebihi kecepatan orang yang terbang di bawahnya.
"Berhentilah" ucap Long Tian saat awan berada persis di atas rombongan pangeran itu.
"Sepuluh orang paling belakang itu mencurigakan demikian juga sebagian prajurit dan salah satu Jenderal juga sepertinya hati mereka semua busuk" ucap Long Tian sambil melihat jiwa mereka semua dengan menggunakan ilmu pengendalian jiwanya.
Long Tian kemudian menunjuk ke bawah nya dan mengirim segel kutukan darah dan penghapus jiwa yang membentuk kubah menutup rombongan itu.
Kepanikan terlihat jelas oleh Long Tian karena lebih dari seratus orang kini menjadi abu dan bahkan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman berjumlah ribuan melesat ke semua arah di dunia itu.
"Pangeran apa yang terjadi kenapa banyak yang tiba tiba menjadi abu bahkan salah satu Jenderal kita" ucap salah satu Jenderal pengawal putra mahkota itu.
"Jenderal, aku tidak tahu tapi ini sepertinya bantuan dari dewa untuk membersihkan pasukan kita, jadi tenangkan para prajurit itu dan kita lanjutkan perjalanan" ucap putra mahkota itu dengan tenang namun masih terlihat kepanikan di wajahnya.
"Baik pangeran" ucap Jenderal itu dengan hormat dan langsung mengarahkan pasukannya.
….
"Awan bergerak lah" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat tingkah laku semua yang ada dibawahnya.
Lima menit berlalu dan Long Tian kini sudah melayang di atas ibukota itu, dia melihat dan memperhatikan semua yang ada di ibukota itu dengan tenang menggunakan mata emasnya.
"Aku bisa saja menghapusnya dengan sekali serangan namun sepertinya mereka tidak akan belajar" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tersenyum sendiri.
Long Tian kemudian berteleportasi ke satu kilometer setelah lokasi pangeran itu dan muncul di sebuah tanah lapang yang sebelumnya dia lihat.
"Mereka pasti beristirahat disini dan sebaiknya aku menunggu mereka saja, kita lihat apakah mereka menegurku atau tidak" ucap Long Tian sambil duduk di duduk bersandar di bawah pohon besar yang paling rimbun.
Sepuluh menit berlalu dan benar seperti dugaan Long Tian, rombongan pangeran itu berhenti di tanah lapang itu dan beristirahat disana bahkan kereta kuda pangeran itu berhenti persis di depan Long Tian yang sedang bersandar di bawah pohon dengan santainya.
"Tuan muda kita bertemu kembali" ucap Pangeran itu juga ramah sambil duduk di dekat Long Tian bersama dengan kedua jenderal nya karena jenderal yang satu sudah menjadi abu.
"Benar Tuan, sepertinya anda seorang pangeran" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat sekelilingnya.
"Benar Tuan muda, saya kebetulan putra mahkota, maaf jika kami semua mengganggu istirahat anda" ucap pangeran itu dengan ramah.
"Alam ini menyediakan area untuk kita berteduh jadi saya tentu saja tidak keberatan dengan kehadiran anda dan rombongan anda, apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga anda membawa banyak pasukan kemana mana" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda apakah anda tidak mengetahui situasi yang terjadi saat ini" ucap salah satu Jenderal pengawal itu dengan ramah.
"Jenderal besar saya tidak pernah tertarik dengan cerita istana jadi tidak mengetahui nya" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengeluarkan satu poci teh sedang dan empat gelas gioknya dan langsung menuangkannya untuk semuanya.
"Pangeran dan Jenderal silahkan di cicipi minuman buatan saya ini" ucap Long Tian sambil meminum teh herbal buatannya itu.
Salah satu Jenderal langsung mencoba minum teh herbal di gelasnya dan langsung tersenyum puas merasakan khasiatnya dimana semua rasa lelah nya kini menghilang dan tubuhnya kembali prima.
"Tuan muda, terima kasih anda sudah berbagi minuman yang sangat berkhasiat ini" ucap Jenderal itu dengan sangat bersemangat.