Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 51 part 5


Pangeran dan Jenderal satunya pun langsung meminum teh herbal di gelas yang mereka sudah pegang.


"Ini benar benar minuman terbaik yang pernah saya coba, terima kasih Tuan muda sudah mau berbagi dengan kami" ucap pangeran itu dengan hormat.


"Benar pangeran bahkan satu gelas minuman ini sampai membuat kulit ku kembali muda" ucap Jenderal satunya yang memang paling Tua.


Para prajurit yang mendengarnya kini memasang wajah yang memperlihatkan jika mereka juga ingin mencoba minuman itu namun tidak berani berkata ke Long Tian.


"Baguslah jika kalian menyukai teh herbal buatanku, dan Jenderal bagikan mereka masing masing satu gelas sisanya anda simpan saja untuk persediaan anda, untuk pangeran di dalam cincin ini ada beberapa pil penyembuh yang bisa mengobati luka dalam anda, dan sepertinya luka anda akibat racun" ucap Long Tian sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisi satu drum kayu besar ke Jenderal tua itu dan satu cincin dimensi yang berisi seribu pil penyembuh tingkat dewa dan seratus pil penyembuh tingkat penguasa serta satu butir Pil Penyembuh tingkat pencipta ke pangeran itu.


"Tuan muda anda sungguh dermawan, terima kasih atas kebaikan anda" ucap jenderal tua itu dengan hormat saat menerima dan melihat isi cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian.


"Tuan muda ini sangat berharga, bahkan semua Pil Penyembuh ini bisa bernilai ratusan juta tael emas di dunia ini" ucap pangeran itu dengan hormat dan berusaha mengembalikan cincin dimensi itu namun di tolak oleh Long Tian.


"Pangeran bukankah anda memang membutuhkan Pil Penyembuh tingkat pencipta itu dan selama ini anda tidak pernah mendapatkannya sampai anda harus berkeliling dunia ini" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.


"Tuan muda bagaimana anda bisa tahu jika saya berkeliling dunia ini untuk mencari Pil Penyembuh tingkat pencipta ini" ucap pangeran itu dengan hormat sambil menyimpan cincin dimensi itu dan mengeluarkan satu satunya Pil Penyembuh tingkat pencipta.


"Pangeran luka racun yang anda terima tidak bisa di obati oleh sembarang pil penyembuh dan hanya tingkat pencipta yang mampu mengobati luka racun itu, bahkan kini penawar racunnya pun tidak bisa mengobati anda karena racunnya sudah menyebar sampai ke semua titik meridian anda, jadi segera telan pil penyembuh tingkat pencipta itu atau anda mungkin beberapa hari kedepan akan menjadi lumpuh dan kehilangan kultivasi anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil menunjuk titik titik hitam di tangan pangeran itu.


"Tuan muda terima kasih atas kebaikan anda" ucap pangeran itu dengan hormat dan langsung menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta itu.


Pangeran itu langsung merasakan perbedaan di tubuhnya sesaat pil itu melewati tenggorokannya.


Lima menit berlalu.


Titik titik hitam di titik meridian pangeran itu menghilang dan tiba tiba pangeran itu berdiri lalu berlari ke dalam hutan lalu memuntahkan seteguk darah hitam.


Pangeran itu kemudian kembali ke depan Long Tian dan berlutut di depan Long Tian lalu bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian membuat semuanya menjadi kebingungan.


"Dewa sudah dua puluh tahun saya menderita dan berkat pertolongan anda saya bisa sembuh seutuhnya, sungguh saya sangat yakin jika Dewa Naga Emas Long Tian yang mengutus anda" ucap Pangeran itu dengan penuh hormat.


Long Tian hampir tertawa mendengarnya namun dia menahannya.


"Pangeran duduklah, bisakah anda ceritakan sosok dewa naga emas Long Tian yang anda sebutkan itu" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.


"Anda orang baik dan kelak jika anda menjadi pemimpin apakah anda berani menghukum mati adik anda satu satunya yang telah menyebabkan banyak kerugian untuk penduduk dunia ini" ucap Long Tian dengan santai.


"Dewa, siapapun yang bersalah akan mendapatkan balasan dan hukuman, saya selama perjalanan ini sudah kehilangan banyak prajurit akibat melakukan banyak penghapusan jadi saya pasti memotong leher adik saya itu sebagai peringatan untuk semua orang di dunia ini" ucap pangeran itu dengan hormat dan bersemangat.


"Memotong leher" ucap Long Tian dengan santai.


"Benar Dewa, di salah satu kitab kuno yang pernah saya baca jika Dewa Naga Emas Long Tian sering memotong leher orang orang yang berhati jahat sehingga dewa naga emas mendapatkan nama lain sebagai Sang Pembantai jadi kami juga melakukan hal yang sama" ucap Pangeran itu dengan hormat.


Long Tian membalasnya dengan senyuman dan menarik nafas dalam dalam.


"Cerita rakyat ini bener benar di lebihkan, aku yang baik ini bahkan sangat jarang memotong leher" ucap Long Tian berbicara dalam hatinya.


"Pangeran maaf apakah saya boleh meminta lima Pil Penyembuh untuk prajurit yang sedang terluka" ucap salah satu Jenderal pengawal itu.


"Berikanlah kepada mereka yang terluka" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik dewa" ucap pangeran itu sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian ke Jenderal itu.


"Dewa kemana tujuan anda dan apakah saya boleh mengetahui siapa nama anda yang telah berbaik hati menolong saya sera pasukan saya" ucap pangeran itu dengan hormat sambil duduk di depan Long Tian.


"Tujuan saya kemanapun semesta menginginkan saya untuk berada dan nama saya bukankah kalian semua sudah mengetahuinya" ucap Long Tian dengan santai sambil menggunakan kekuatan 100 galaksi.


"Hormat kepada Penguasa 100 Galaksi" ucap Pangeran itu dan semuanya yang ada disana dengan kompak lalu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan tetap berlutut.


"Kalian bangunlah dan duduk kembali, terima kasih atas hormat kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil menghentikan kekuatan 100 galaksi.


"Penguasa sekali lagi saya ucap kan terima kasih atas kebaikan anda, mohon maaf jika sebelumnya kami kurang sopan terhadap anda" ucap pangeran Ba Seng dengan hormat setelah dia duduk kembali di depan Long Tian.


"Pangeran Ba Seng, kirimkan semua pasukan mu agar berangkat lebih dulu ke ibukota agar semua yang disana bertanya tanya dimana posisimu, sampaikan le prajurit mu agar berpura pura telah kehilangan posisi anda demikian juga dengan kedua jenderal anda ini" ucap Long Tian dengan santai.


"Baik Penguasa" ucap Pangeran Ba Seng dengan hormat dan tidak menanyakan alasannya lalu berdiri mendekati kedua Jenderalnya yang sedang bersama prajuritnya.