Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menikmati daging bakar


"Baik Penguasa" jawab kaisar Hun Si dengan sangat sopan.


Satu persatu piring yang dibawa para wanita sudah terisi daging rusa bakar dan sudah di susun di meja buatan Long Tian dan proses pembakaran daging rusa itu juga sudah selesai.


"Ayo semuanya kita nikmati hasil masakan kalian bersama sama" ucap Long Tian karena mereka memang tidak ada yang berani memakan lebih dahulu meski cacing di perut mereka sudah berteriak dan air liur juga sudah menumpuk di dalam mulut mereka.


Long Tian mengambil satu piring daging di dekatnya dan mulai menikmati daging rusa bakar. "Ini sangat enak, kematangan nya sangat pas, ayo kalian segera habiskan karena setelah kita makan kita akan menuju istana" ucap Long Tian sambil kembali memakan daging rusa bakar di piringnya.


Mereka semua bersorak gembira dan mulai mengambil satu piring daging dan menikmati nya tanpa ada seorang pun yang berbicara.


Inilah Momen yang tidak akan pernah bisa dilupakan sepanjang hidup mereka, dimulai doa mereka yang dikabulkan sampai mereka semua bisa makan bersama dengan sosok legenda yang selalu ada dalam doa mereka.


Dua Jam berlalu dan kini semua daging rusa bakar itu sudah habis semuanya dan semua peralatan masak dan makan juga sudah dimasukan ke dalam cincin mereka masing masing.


"Penguasa, ibukota dan istana sudah kami bersihkan, dan tidak ada kerusakan berarti di istana namun di ibukota banyak yang hancur" ucap Xuan Li melalui telepati


"Bagus lanjutkan dan minta kakek yu untuk tinggal di istana itu, aku tau dia baru datang menyusul kalian" ucap Long Tian menjawab telepati Xuan Li.


"Baik Penguasa, kakek tua Yu akan bertahan di istana menunggu penguasa" jawab Xuan Li melalui telepati.


"Bisakah aku meminta bantuan kalian semua disini" ucap Long Tian kepada mereka semua.


"Kami semua siap, Penguasa " jawab kaisar Hun Si mewakili yang lain.


"Tolong kalian bersihkan tempat ini dan juga semua bekas pembakaran daging itu, kita akan meninggalkan tempat ini, bukankah kalian sudah merindukan rumah kalian" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Baik Penguasa, ayo semuanya kita buat tempat ini lebih indah lagi" ucap Kaisar Hun Si sambil berdiri dan diikuti semuanya.


Mereka mulai membersihkan kuil dan area kuil itu, bahkan para wanita banyak yang mengeluarkan bunga bunga dari cincin dimensi mereka dan menanamnya di sekitar kuil kuno itu.


Satu jam sudah berlalu dan kini kuil itu sudah sangat rapi dan enak untuk dipandang atau ditempati.


Long Tian kini sudah berdiri di luar kuil, dia mengeluarkan satu artefak kapal perang dan melayangkannya di depannya.


Kapal perang yang sangat gagah dan megah kini terlihat oleh mereka semua yang ada disana.


"Ayo kita ke istana kalian" ucap Long Tian sambil melesat menaiki kapal perang itu.


Kaisar Hun Si dan yang lainnya pun langsung melesat menaiki kapal perang itu.


"Penguasa kapal ini sangat megah dan juga gagah" ucap kaisar Hun Si yang berdiri di dek kapal perang bersama Long Tian.


Long Tian tidak menjawabnya namun telunjuknya menyentuh kening Kaisar Hun Si.


"Kapal ini untukmu jadi arahkan dan kendalikan kapal ini ke istana mu" ucap Long Tian sambil tetap melihat ke depan.


Tiga puluh menit berlalu dan semua melihat jika ada ribuan kapal perang yang sama seperti yang mereka naiki melayang rendah di bawah mereka dan jutaan prajurit perang di bawahnya.


"Mereka bawahanku dan pasukan perangku" ucap Long Tian menjelaskan kepada mereka semua yang tampak ada ketakutan di wajah mereka.


"Sangat mendominasi" ucap Kaisar Hun Si pelan.


"Ayahanda lihatlah tembok ibukota sudah tidak ada" ucap Seorang wanita yang baru kali ini berbicara sejak dari gurun pasir.


"Anakku, itu lebih baik, daripada tembok itu menjauhkan kita dari penduduk" ucap kaisar Hun Si sambil tersenyum melihat ibukota yang meski banyak yang rusak namun tidak terlihat satupun musuhnya.


Kini kapal perang itu sudah mendarat di lapangan istana dan tepat di sebelah kapal milik Long Yu.


Long Tian dan Kaisar Hun Si pun menuruni Kapal perang yang langsung disambut oleh Long Yu.


"Hormat kepada penguasa, istana dan ibukota sudah selesai, dan pembersihan sisa pengikut ras iblis darah sudah berjalan" ucap Long Yu menemui Long Tian.


"Kakek Yu ini Hun Si, bantu Hun Si untuk merapikan istana ini dan menyusun pemerintahan barunya, saya akan ada di istana merah untuk sementara" Ucap Long Tian


"Baik Penguasa, berapa lama kita akan di dunia ini" ucap Long Yu


"Kita di galaksi ini satu bulan, jadi manfaatkan waktu yang ada, jikapun kita pindah galaksi kakek Yu bisa pulang dengan gerbang dimensi" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Baiklah aku disini dulu, jika satu bulan tidak selesai nanti aku pulang dengan menggunakan gerbang dimensi" ucap Long Yu sambil tersenyum ramah kepada kaisar Hun Si.


"Penguasa apakah saya boleh membawa ahli bangunan kesini, Xuan Li itu sudah menghancurkan atap aula utama istana" ucap Long Yu sambil tertawa ringan.


"Aturlah" ucap Long Tian


"Hun Si belajarlah dari kakek Yu dan ingat pesan pesanku" Ucap Long Tian sambil Kemudian menghilang dari pandangan semua orang.


Kaisar Hun Si dan yang lainnya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.


"Penguasa, Benar benar tidak berubah" ucap Long Yu dalam hatinya.


"Hun Si ayo kita rapikan kembali kediaman mu" ucap Long Yu sambil membantu kaisar Hun Si untuk berdiri kembali.


Sementara itu Long Tian belum kembali ke istana merah melainkan dia kembali ke kuil kuno.


Long Tian melayang di atas Kuil Kuno yang berada di atas puncak gunung suci itu dan dia menggerakkan tangannya dengan cepat dan dia membuat segel pembatas di seluruh area gunung suci itu.


"Kini hanya orang orang yang berjiwa baik yang dapat memasuki areal gunung ini, sedangkan yang berjiwa buruk akan menjadi abu" ucapnya sambil melihat kubah bercahaya merah transparan yang mulai memudar dan menghilang dari pandangan namun tetap terpasang.


"Hun Si ingat ini baik baik, Gunung Suci hanya bisa dimasuki oleh orang orang yang berhati baik jadi kau bisa gunakan puncak gunung suci untuk mengetahui apakah bawahanmu nanti benar benar tulus atau tidak karena jika mereka tidak tulus dan berhati buruk mereka akan menjadi abu saat memasuki areal Gunung Suci" ucap Long Tian melalui telepati sambil melihat dengan mata emasnya Hun Si dan Long Yu sedang berjalan di areal istana.