
Jutaan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari bangunan itu dengan cepat dan langsung menyebar ke seluruh bagian dunia itu.
"Patriark bola bola cahaya kecil berwarna emas dan berlapis cahaya merah kehitaman itu artinya di dalam bangunan ini banyak orang yang berhati jahat, apakah bangunan ini di tempati ratusan orang jika malam seperti ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menghilangkan segel buatannya itu.
"Tidak Penguasa, seharusnya bangunan ini kosong" ucap Patriark Han dengan wajah serius nya.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Long Tian dengan ramah sambil kembali melangkahkan kakinya menuju pusat kota itu.
Patriark Han langsung mengikuti Long Tian dan berjalan di samping Long Tian dengan wajah serius.
"Patriark apalagi yang aneh dari kotamu ini" ucap Long Tian dengan santai.
"Penguasa semua lampu padam tidak seperti biasanya hanya klan saya saja yang masih terang, apakah tidak bahaya jika kita meninggalkan klan saya" ucap Patriark Han sambil menengok kebelakang.
"Tenang saja mereka tidak berpusat ke klan mu karena bukankah untuk mematikan semua lampu dalam kediaman harus dari dalam" ucap Long Tian dengan ramah.
Patriark Han hanya mengangguk dengan sesekali dia menengok kebelakang.
Membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk mereka sampai di pusat kota tempat diadakannya turnamen beladiri tahunan dunia itu.
Long Tian langsung menarik Patriark Han untuk ke samping sebuah bangunan dan menempelkan jarinya ke bibir nya meminta agar Patriark Han tidak bersuara.
"Lihatlah bagaimana mereka membuat seisi kota tertidur" ucap Long Tian melalui telepati sambil menunjuk ke dekat Panggung turnamen.
Terlihat jika ada lima orang yang sedang duduk dan didepan kelima orang itu ada banyak dupa yang di bakar.
"Penguasa kenapa tidak berpengaruh terhadap kita berdua" ucap Patriark Han dengan ramah melalui telepati.
"Dikota ini hanya kita berempat yang tidak akan mempan terhadap racun apapun, salah satu manfaat teh buatan ku adalah menjadi penawar semua racun dan membuat tubuh kita kebal terhadap racun" ucap Long Tian dengan ramah melalui telepati.
"Penguasa, apakah tidak sebaiknya kita menghabisi mereka semua sekarang sebelum semakin banyak hal buruk yang mereka lakukan" ucap Patriark Han melalui telepati dengan wajah melihat ke kelima orang itu.
"Tunggu sebentar lagi, ini belum final, ini baru pembukaan saja" ucap Long Tian dengan ramah melalui telepati.
Mereka berdua terus mengawasi kelima orang itu dengan tidak bersuara sedikit pun.
Tiga puluh menit berlalu dan kini Long Tian menunjuk ke atas dengan tangan kanannya.
Cahaya hitam melesat ke angkasa dan membuat kota itu tertutup oleh kubah berwarna hitam, hal ini bahkan tidak dilihat oleh Patriark Han karena memang di lokasi mereka ini cukup gelap.
"Patriark lihatlah dengan teliti apakah kau mengenali pria sepuh yang baru datang itu" ucap Long Tian melalui telepati
"Tunggu sebentar lagi saja, akan ada lagi yang membuat mu kaget" ucap Long Tian melalui telepati.
Sementara itu di atas lokasi mereka atau yang merupakan pusat kubah cahaya hitam terlihat pusaran angin yang besar dan menghisap dengan cepat serta kencang semua racun yang dikeluarkan oleh dupa itu yang telah menyebar ke seluruh area kota itu.
Lima puluh orang terlihat mendatangi panggung turnamen itu dan satu pria sepuh tampak memimpin yang lainnya.
"Penguasa itu kaisar dunia ini, pemimpin lima benua disini" ucap Patriark Han yang terkejut melihat pemimpin orang orang yang baru datang dengan melalui telepati.
"Dan yang lainnya adalah para raja di dunia ini" ucap Patriark Han kemudian dengan tetap melalui telepati.
"Patriark Han, apa yang terlihat belum tentu seperti kenyataan, mereka semua iblis darah yang sudah bertransformasi menjadi manusia, kaisar mu itu adalah seorang raja iblis dan para raja itu adalah para jenderal nya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melalui telepati sambil menunjuk ke arah Iblis iblis darah itu.
Cahaya transparan melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung membuat kubah yang menutup area turnamen itu dengan sangat cepat.
Long Tian tidak mau mengambil resiko dia kemudian menunjuk keatas dan cahaya transparan kini melesat ke atasnya lalu menuju ke kediaman klan Han.
Cahaya transparan itu kini membuat kubah transparan yang berfungsi sebagai segel untuk menahan siapapun yang akan keluar dari klan Han atau pun memasukinya.
"Penguasa, jika mereka semua ras iblis darah apakah termasuk para pejabat istana dan para prajurit juga merupakan ras iblis darah" ucap Patriark Han melalui telepati.
"Saat aku memasuki kota ini semuanya manusia namun yang tadi kita musnahkan di bangunan itu semuanya ras iblis darah, seharusnya sudah tidak ada lagi selain mereka disana, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas apakah ada manusia pengikut mereka di kota ini karena semuanya sedang tertidur jadi jiwa mereka saat ini tidak dapat aku lihat apakah baik atau buruk, coba anda perhatikan apakah semua raja ada disana" ucap Long Tian melalui telepati sambil fokus berkomunikasi dengan dunia itu.
Patriark Han fokus melihat orang orang yang berkumpul di dekat Panggung turnamen itu karena jarak mereka hanya seratus meter dan hanya berjarak sepuluh meter dari kubah transparan buatan Long Tian.
Semua iblis darah itu kini terlihat menguap dan terlihat sangat mengantuk, bahkan banyak diantara mereka yang nyaris tertidur.
"Semakin banyak dupa yang mereka bakar maka semakin banyak juga racun mereka sendiri yang mereka hisap" ucap Long melalui telepati karena segel transparan buatannya juga mencegah agar racun itu menyebar.
Tidak ada satupun disana yang berbicara melainkan hanya duduk melingkar sambil membakar dupa dan satu iblis darah yang merupakan raja iblis adalah satu satunya yang duduk di kursi yang ada di dekat panggung turnamen itu.
"Penguasa ada satu raja yang tidak hadir yaitu Raja dari kerajaan Es fi benua utara" ucap Patriark Han melalui telepati.
Long Tian kemudian memegang bahu Patriark Han dan tiba tiba cahaya emas keluar dari telapak tangannya lalu menyebar dan membuat mereka berdua terbungkus oleh cahaya emas seperti sebuah cangkang cahaya emas yang melindungi masing masing dari mereka.
"Cangkang cahaya emas ini akan melindungimu, ayo coba kita lihat apakah mereka tidak suka hawa dingin atau memang raja dari kerajaan es sengaja tidak datang kesini" ucap Long Tian sambil melangkah dan keluar dari persembunyiannya di ikuti oleh Patriark Han.
Long Tian mengedipkan matanya lalu bola matanya menjadi putih semuanya bahkan rambutnya juga ikut menjadi putih seluruhnya.