
"Jadi ini adalah sebuah lorong persembunyian, tapi kenapa aku di bawa ke siniĀ jika ini hanya lorong saja" ucap Long Tian sambil melayang lebih tinggi agar dapat melihat lebih jelas.
"Jadi ternyata ini alasanku di bawa ke gurun pasir ini" ucap Long Tian sambil melesat ke arah selatannya dan langsung turun dengan cepat, 20 kilometer dari tempat dia pertama datang.
Long Tian sudah mendarat di atas pasir dan di depannya terlihat ratusan manusia tergeletak yang dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh yang mengering seakan akan sudah berjalan di dalam lorong itu berhari hari.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucapnya sambil melayang 20 meter di atas kumpulan orang orang yang tergeletak tak sadarkan diri namun masih bernafas meski sangat lemah.
Long Tian mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya dan telapak tangannya menghadap ke bawah.
Dari kedua telapak tangannya keluar cahaya emas yang langsung menyebar dan mulai membungkus ratusan orang di bawahnya yang lemah tak berdaya itu.
Ratusan orang itu kini terangkat 50 centimeter dari tanah dan terlihat jika vitalitas mereka perlahan mulai membaik.
Kulit mereka yang mengering kini kembali normal, nafas mereka yang melemah juga mulai normal meski mereka belum sadarkan diri.
Sepuluh menit berlalu dan satu persatu mulai terlihat menggerakkan jari tangan dan membuka matanya.
Long Tian yang masih melayang untuk mengontrol cahaya emas yang mengandung hukum penciptaan regenerasi kini menurunkan mereka semua perlahan kembali ke atas pasir itu dan menghilangkan cahaya emas yang membungkus tubuh mereka semua.
Mereka yang melihat Long Tian melayang di atas mereka laksana melihat seorang dewa dalam legenda, semua berurai air mata dan perlahan mereka mulai bangun dan berlutut tidak lupa bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
"Kalian semua sudah selamat, duduklah semuanya" ucap Long Tian sambil turun ke atas pasir dan dia kini sudah memegang Pil Penyembuh tingkat dewa buatannya di tangan kanannya.
Long Tian memberikan mereka semua satu butir Pil Penyembuh tingkat dewa itu dan meminta mereka menelannya.
Mereka secara instan merasakan jika tubuh mereka semua semakin membaik dan lautan Qi mereka juga perlahan mulai terisi kembali bahkan semua bekas luka di tubuh mereka juga menghilang.
Long Tian masih duduk dengan sikap lotus tidak jauh dari mereka semuanya, dia bukan beristirahat tetapi dia mencoba berkomunikasi dengan Dunia itu ingin mengetahui secara detail mengenai apa yang terjadi di dunia itu.
"Dewa, terimakasih anda sudah menolong kami semua" ucap seorang pria sepuh mendekati Long Tian dan berlutut di depan Long Tian.
"Tuan duduklah, dan bisakah anda menceritakan apa yang terjadi sehingga kalian semua bisa ada di lorong di dalam gurun pasir ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum sesudahnya.
"Nama hamba adalah kaisar Hun Si, dan mereka semua adalah keluarga serta bawahan setia hamba, kami ada disini dikarenakan adanya kudeta dari golongan bangsawan dan para jenderal militer, kami melarikan diri melalui jalan tua yang ada di bawah kediaman kami, karena kami tau kami tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan kudeta itu" ucap pria sepuh yang merupakan seorang Kaisar itu.
"Mereka hanya menyerang istana dan itulah sebabnya kami memilih melarikan diri agar tidak ada korban satupun namun ternyata jalan tua ini sangat panjang dan persediaan makanan dan minuman kami tidak cukup, terlebih lagi kami bergantian menggunakan Qi kami untuk menerangi jalan tua ini karena ternyata semakin kedalam semakin gelap" jawab kaisar Hun Si pelan dengan mata berair.
"Kemana tujuan kalian jika istana kalian diambil alih bukankah kalian akan menjadi buronan di dunia kalian sendiri" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa, tujuan kami adalah kuil dewa naga emas di gunung suci dan seharusnya jalan tua ini membawa kami kesana, jika berdasarkan catatan kuno yang saya temukan" ucap kaisar Hun Si bersuara pelan namun sangat ramah.
"Kuil dewa naga emas?" Ucap Long Tian sedikit kaget dia mendengarnya.
"Para leluhur kami membuat sebuah kuil untuk menghormati Dewa Naga Emas LONG TIAN Sang Penguasa 100 galaksi yang menjadi legenda kami semua secara turun temurun, dan kami ingin kesana untuk meminta pertolongan beliau" ucap Kaisar Hun Si dengan sopan
"Apakah anda yakin bahwa Dewa Naga Emas akan mendengar doa kalian semua dan datang menolong kalian" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa selama masih ada harapan maka kami akan tetap berjuang, demi kehidupan masyarakat di dunia ini, karena hanya tinggal keyakinan yang kami semua miliki" ucap kaisar Hun Si dengan sopan namun terlihat wajah tua nya sangat menaruh harapan.
"Baiklah jika demikian, seberapa jauh gunung suci itu, biar saya yang menemani kalian semua kesana" ucap Long Tian sambil berdiri dan membantu Kaisar Hun Si berdiri.
"Kami tidak mengetahui seberapa jauhnya namun yang kami ketahui jika Gunung Suci ada di ujung jalan ini, berdasarkan catatan kuno bahwa Jalan ini akan membawa kami ke sebuah Lembah dan dari lembah itu kami hanya tinggal berjalan menuju puncak gunung, di puncak gunung itulah adanya Kuil Dewa Naga Emas Long Tian berada" ucap Kaisar Hun Si sambil memberi tanda kepada yang lainnya untuk berdiri.
"Apakah kalian bisa terbang, agar perjalanan kita semua lebih cepat, di gurun ini tidak ada masalah apapun sejauh ratusan kilometer" ucap Long Tian sambil melayang.
Kaisar Hun Si dan yang lainnya mengangguk dan mereka juga melayang sejajar dengan Long Tian, mereka kemudian melesat mengikuti jalanan tua yang kini berada di atas tanah, meski belum rata dengan tanah karena Long Tian memang menyisakan kedalaman satu meter saat dia menaikkan jalan tua ini.
Satu jam berlalu dan ternyata benar jalanan tua di gurun pasir itu membawa mereka ke sebuah lembah, mereka semua langsung melesat menuju puncak gunung dan menemukan sebuah Kuil Kuno dengan sebuah patung naga yang terbuat dari emas di tengah kuil itu.
Mereka semua turun kecuali Long Tian yang masih melayang di dekat kuil itu.
Semuanya kini berlutut melingkari patung naga emas itu dan bersujud tiga kali menghormati Sosok legenda yang mereka yakini sebagai dewa penolong mereka.
"Dewa Naga Emas Long Tian sang Penguasa 100 Galaksi kami memohon bantuan mu" ucao Kaisar Hun Si sambil berlutut di depan patung naga emas itu.
Mereka semua berdoa dengan harapan yang sama, memohon kedatangan Long Tian padahal Long Tian sudah ada di antara mereka.