Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 23


"Tidak Penguasa, hamba baru sebentar disini" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat padahal sudah lebih dari tiga jam dia menunggu Long Tian.


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian berdiri lalu menghilangkan kekuatan 100 galaksinya kemudian berjalan mendekati pintu dimensi buatannya.


Long Tian mengeluarkan satu pintu dimensi yang dia sambungkan dengan Desa Kabut tempat Ju Lo berada dan kepala desa Ju Guo langsung berdiri di samping kiri Long Tian.


"Ju Guo ikutlah denganku kita akan bertemu saudara mu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah memasuki pintu dimensi itu di ikuti oleh Ju Guo.


Mereka berdua keluar di halaman rumah Ju Lo di desa kabut dan langsung disambut baik oleh Ju Lo yang memang sedang duduk di teras rumahnya.


"Hormat kepada Penguasa" ucap Ju Lo dengan sangat hormat sambil berlutut di depan Long Tian lalu berdiri kembali.


"Ju Lo apakah kau tidak mengenali adik mu satu satunya ini" ucap Long Tian dengan ramah.


Ju Lo melihat ke Ju Guo dan langsung memeluk erat adik satu satunya itu yang telah ratusan tahun mereka tidak bertemu.


Long Tian membiarkan mereka berdua lalu memasang pintu dimensi yang merupakan pintu dimensi pasangan yang dari yang dia pasang sebelumnya di taman desa Mera dan selanjutnya dia memilih untuk duduk di kursi teras rumah Ju Lo sambil melihat keduanya melepas kerinduan mereka setelah sekian lama tidak saling bertemu.


Lima belas menit berlalu dan kini Ju Lo dan Ju Guo sudah duduk di depan Long Tian.


"Penguasa maaf membuat anda menunggu, hamba sungguh tidak menyangka jika adik hamba satu satunya masih hidup dan ada disini sekarang di bawa oleh penguasa" ucap Ju Lo dengan sangat sopan dan hormat.


"Kabut asap mu menghalangi pertemuan kalian jadi jangan lagi kau aktifkan, baiklah aku hanya meminta kau untuk membantu desa Mera yang dipimpin oleh adikmu ini dan silahkan gunakan pintu dimensi itu untuk ke desa Mera" ucap Long Tian dengan ramah ke mereka berdua.


"Baik Penguasa, dan saya ingin memberitahukan kepada anda jika saat ini para pemuda dan pemudi disini sudah bergabung dengan sekte pilar naga emas milik anda" jawab Ju Lo dengan hormat sambil melihat adiknya.


"Itu bagus dan Ju Guo bisakah kau ceritakan lebih detail tentang sekte aliran hitam yang mendatangi desa mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Penguasa, sekte ini menempati sebuah kota dan letaknya setelah kota hamba, yang terkuat di sana hanya tingkat pencipta semi abadi tahap awal namun saya mendengar jika ada seorang raja iblis dan juga beberapa Jenderal iblis disana yang menjadi pelindung dari kota atau sekte aliran hitam itu, sedangkan sekte itu bernama sama dengan nama kota nya yaitu kota Darah" ucap kepala desa Ju Guo dengan sangat hormat.


"Apakah raja raja dan kaisar dunia ini tidak mengambil tindakan tegas terhadap mereka itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Penguasa saya selama ini belum pernah mendengar jika raja atau kaisar menyerang kota darah jadi mungkin bisa di pastikan jika mereka membiarkan kota darah tetap ada" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat dan sopan.


"Baiklah jika demikian aku akan membereskan mereka semua" ucap Long Tian dengan santai.


"Penguasa hamba siap membantu anda dan menghabisi semua ras iblis darah beserta dengan para pengikutnya itu" ucap Ju Lo dengan sangat bersemangat.


"Baik Penguasa hamba akan menjalankan tugas hamba dengan sebaik baiknya" ucap Ju Lo dengan sangat hormat.


"Ju Guo kita kembali ke desa mu dan nanti kau sampaikan ke semua penduduk mu jika mereka semua akan di terima jika bergabung dengan Sekte pilar naga emas" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian berdiri.


"Baik Penguasa" ucap Ju Guo dengan hormat dan langsung berdiri demikian juga Ju Lo.


"Saya akan ikut ke desa mu" ucap Ju Lo dengan ramah sambil berjalan mengikuti Long Tian yang memasuki pintu dimensi itu.


Mereka bertiga keluar dari pintu dimensi itu dan muncul kembali di desa Mera yang di pimpin oleh Ju Guo.


"Baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ku dan kau Ju Guo jangan khawatir kubah perlindungan ini akan aku lebarkan sampai sejauh seratus kilometer dari desa mu ini." Ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Baik Penguasa, hamba akan selalu mengingat pesan penguasa" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat dan mereka kemudian mengantarkan Long Tian sampai ke gerbang desa.


Di gerbang desa Long Tian menggerakkan tangannya dan langsung melebarkan kubah perlindungan desa mencapai seratus kilometer yang sampai ke hutan wilayah Ju Lo.


Long Tian kemudian meninggalkan desa itu lalu berjalan kaki mengarah ke kota darah sesuai arahan dari kepala desa Ju Guo itu.


"Sudah sangat lama aku tidak berjalan malam hari, dan sepertinya aku akan menyukai hal ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya yang merupakan hutan yang sangat luas.


Long Tian yang terus berjalan di tengah hutan itu kemudian sampai di sebuah sungai yang membelah hutan itu dan jalanan itu kini mengikuti aliran sungai.


"Jadi ini sungai yang aku kembali alirkan, dan sungai ini juga yang menjadi sumber air untuk kota darah, baiklah aku ingin tau jika sungai ini meluap apa yang akan kalian lakukan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan fokus berkomunikasi dengan dunia itu meminta agar aliran sungai itu menjadi semakin deras agar muara sungai itu meluap.


Permintaan Long Tian langsung di ikuti oleh alam dunia itu dan terlihat jika aliran sungai kini menjadi sangat deras bahkan berkali kali lipat derasnya dari sebelumnya.


Long Tian yang melihat aliran sungai semakin deras itu hanya tersenyum dan tetap melangkah dengan santai sambil menikmati alam sekitarnya.


"Untuk aku masih memiliki banyak bakpao isi ayam ini jadi aku bisa berjalan sambil menikmati bakpao isi ayam yang sangat nikmat ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil kemudian mengunyah bakpao isi ayam yang dia beli di dunia sebelumnya itu.


Hari semakin larut malam dan Long Tian kini sudah bisa melihat tembok besar yang merupakan tembok kota darah.


"Jadi ini yang di sebut kota darah, kota yang sangat besar dengan memiliki pertahanan yang sangat kuat, jika aku menyerahkan masalah ini ke Sekte pilar naga emas bisa banyak korban di pihak sekte karena untuk menembus pertahanan ini sangat susah" ucap Long Tian sambil kemudian melompat ke atas pohon dan duduk di dahan pohon yang berjarak satu kilometer dari gerbang kota darah itu.